All for Glory of Jesus Christ

Harga 1 Jiwa

Hari ini saya tiba-tiba teringat akan hal yang kakak saya tuliskan di salah satu artikel saya. Komentarnya adalah kurang lebih begini:

“Bersyukur untuk setiap kepercayaan yang Tuhan beri ….fokus on quality…kalau ada jumlah yang besar ya bersyukur…kalau cuman 1 orang pun kita bersyukur…..karena 1 orang bertobat pun seluruh sorga bersorak sorai.”

Pagi ini saya tiba-tiba teringat hal ini dan saya bersyukur Tuhan menganugerahkan saya seorang kakak yang luar biasa. Lewat dia, saya diingatkan bahwa memang masalah jumlah itu penting, tapi lebih penting lagi adalah kualitasnya.

Sering kali dalam menghadapi segala sesuatu, kita sering berpikir bahwa jumlah besar itu yang terutama, hal yang besar itu yang dituju, posisi tinggi itu yang kita harapkan, gaji besar itu yang kita mau, kekuasaan yang besar itu yang kita inginkan. Hal itu tidak salah karena memang kalau kita bertumbuh, pada akhirnya kita akan mencapai yang besar itu tadi.

Hanya saja, untuk mencapai jumlah yang besar, itu kita perlu mulai dari jumlah yang kecil. Jika ingin jumlah yang besar, harus mulai dari jumlah yang kecil. Jika ingin hal yang besar, harus mulai dari hal yang kecil. Jika ingin posisi tinggi, harus mulai dari posisi rendah. Jika ingin gaji besar, harus mulai dari gaji kecil. Jika ingin kekuasaan besar, harus mulai dari kekuasaan kecil.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).

Begitu juga berkaitan dengan jiwa-jiwa. Gereja tentu saja mengharapkan punya jemaat banyak. Jemaat banyak menunjukkan pertumbuhan gereja. Hanya saja, bukan hanya itu yang penting. Jemaat banyak kalau tidak berkualitas juga sama saja bohong.

Mari kita bayangkan jemaat itu adalah lilin-lilin kecil. Bayangkan jemaat banyak namun tidak berkualitas sebagai lilin dengan cahaya yang begitu redup. Jika berada di kegelapan dan semua lilin ini menyala bersamaan, tentu saja akan dapat menerangi juga pada akhirnya. Tetapi saat lilin ini hanya sendiri atau terpisah dari lilin-lilin lain yang banyak jumlahnya, akhirnya akan sulit menerangi kegelapan.

Bayangkan jemaat kecil namun sangat berkualitas sebagai lilin dengan cahaya yang sangat terang. Jika berada di kegelapan dan semua lilin ini menyala bersamaan, tentu akan membuat kegelapan itu diterangi dengan seketika. Kalaupun 1 lilin dari sejumlah lilin-lilin lain yang sangat terang ini nanti akan sendiri atau terpisah dari lilin-lilin lain yang sangat terang itu dalam waktu singkat, tetap saja 1 lilin ini akan bersinar terang dan menerangi kegelapan yang ada di sekelilingnya.

Harga 1 jiwa sangat berharga. Saat 1 jiwa sudah disentuh oleh Kristus, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Begitu berharganya harga 1 jiwa, sampai-sampai Tuhan Yesus memberikan teladan bahwa bukan hanya Ia memberikan kotbah pada kerumunan orang, tetapi Ia juga mengajar 1 jiwa demi satu jiwa yang ditemuinya. Contohnya: perempuan yang sedang menimba air di sumur Yakub pada tepat tengah hari.

Kalau Tuhan Yesus hanya berfokus pada jumlah, Ia dapat mengabaikan 1 wanita itu. Apalagi dalam struktur masyarakat Yahudi saat itu, wanita adalah termasuk kaum pinggiran, orang yang tidak penting dalam masyarakat.

Tetapi Tuhan Yesus tidak berfokus pada jumlah, 1 jiwa pun sangat berarti bagi Dia. Ia menyapa wanita itu, menyentuh hidupnya, dan sejak itu hidup wanita itu diubahkan. Hidup wanita itu tidak pernah sama lagi sejak berjumpa dengan Kristus yang mau membagikan kasih dan kebenaran.

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, karena lewat kakakku, Tuhan mengingatkan aku akan pentingnya harga 1 jiwa. Aku bersyukur karena Tuhan memberikanku kakak yang luar biasa. Tuhan berkati kakakku dan keluarganya dengan lebih lagi, sehingga apapun yang ia dan keluarganya perbuat, sungguh dapat memuliakan nama Tuhan.

Tuhan bantu aku untuk peka akan kebutuhan jiwa-jiwa yang ada di sekitarku. Biarlah lewat aku, Tuhan berkarya untuk menyentuh hidup mereka. Tuhan, pakai aku untuk menjadi alat-Mu untuk mengubahkan hidup mereka. Aku berdoa supaya ketika mereka bertemu denganku, mereka juga berjumpa dengan Engkau. Karena aku tahu, setiap orang yang sudah berjumpa dengan-Mu, hidupnya pasti tidak akan pernah sama lagi, hidupnya pasti akan diubahkan.

Tuhan, aku juga berdoa untuk setiap orang yang membaca artikel ini. Aku berdoa supaya mereka sungguh bisa mengerti betapa mahalnya harga 1 jiwa. Tuhan, pakai setiap orang yang membaca artikel ini untuk juga bisa menjadi orang-orang yang Tuhan pakai untuk mengubahkan hidup orang lain, 1 jiwa ke 1 jiwa yang lain. Dengan demikian, nama-Mu akan dipermuliakan.

Terima kasih, Tuhan Yesus, untuk segalanya. Aku bersyukur karena Engkau adalah Allahku yang hebat, Allahku yang dahsyat. Aku percaya bahwa setiap orang yang percaya kepada-Mu dan menaruh harapannya kepada-Mu selalu dapat mengandalkan Engkau dalam segala hal. Aku percaya bahwa Engkau tidak pernah tinggalkan anak-anak-Mu, karena Engkaulah Immanuel: Allah beserta kita. Segala hormat, pujian, syukur, dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan.

Amin.

(PS:
Thanks to Ko Hendra for your reminder and encouragement. It inspires me to write this article. Thank you, Ko. God bless you more).

Iklan

Comments on: "Harga 1 Jiwa" (2)

  1. Bersyukur sekali kalau apa yang saya tulis bisa jadi berkat buat kamu San….apalagi saya tiap hari dapat renungan pagi kamu dan notesnya….it’s encourage me more than you think loh….God Bless You…keep up the good work Sis…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: