All for Glory of Jesus Christ

Kabar Baik

Sebenarnya minggu lalu saya ingin menuliskan hal ini, tetapi sudah ada beberapa hal lain yang saya rasa harus saya tuliskan. Jadi hal ini tertunda, sampai pagi ini saya ingin menuliskan hal yang lain tapi saya teringat akan hal ini. Jadi saya akan tuliskan.

Hari ini saya mau bercerita tentang kabar baik. Kabar baik ini adalah bahwa Allah yang begitu besar, begitu mulia, begitu agung, begitu perkasa; ternyata juga adalah Allah yang begitu penuh kasih. Karena Ia adalah Tuhan, Ia memiliki sifat-sifat yang sempurna, di antaranya: penuh kasih dan adil.

Sebagai Allah yang penuh kasih, Ia tidak ingin melihat manusia ciptaan-Nya binasa. Tetapi “upah dosa ialah maut”, itu sebabnya Allah yang adalah adil, tidak bisa mengabaikan dosa yang telah diperbuat manusia. Di satu sisi, Ia begitu mengasihi manusia; di sisi lain upah dosa yang adalah maut membuat manusia yang binasa harus mati sebagai balasan atas dosa yang dilakukannya.

Karena sisi kasih dan keadilan ini harus berjalan secara bersamaan, akhirnya Allah mengambil satu jalan, yaitu memberikan diri-Nya untuk menggantikan manusia berdosa mati sebagai balasan dosa yang telah dilakukan manusia. Untuk bisa menggantikan manusia, Ia harus menjadi manusia yang sama.

Itu sebabnya, Ia yang adalah Allah yang Maha Besar, Maha Agung, Maha Mulia, Maha Kuasa; akhirnya mengambil rupa seorang manusia, mengosongkan diri-Nya yang adalah Allah, untuk menjadi sama seperti manusia, dan diberi nama Yesus. Ia mengambil rupa seorang manusia, tetapi tetap merupakan Allah. Inilah suatu misteri yang tidak pernah akan bisa dipahami oleh manusia yang mencoba memahami hal tersebut dengan nalarnya.

Saya akan beri Anda satu ilustrasi untuk direnungkan. Pernahkah Anda mencintai seseorang dengan begitu dalamnya? Begitu dalam sampai Anda rela mengorbankan begitu banyak hal yang Anda miliki demi dirinya? Sampai-sampai Anda menderita demi dirinya, hanya untuk melihat orang yang Anda kasihi bahagia?

Itulah yang Allah lakukan. Ia begitu mengasihi manusia, bahkan ketika manusia berdosa, ketika manusia menolak Dia, ketika manusia bahkan mencari dan menyembah allah (berhala) lain; Ia tetap mengasihi manusia. Kasih-Nya begitu besar sehingga tidak bisa melupakan manusia yang dikasihi-Nya, walaupun manusia itu dalam keadaan terburuk dan penuh dosa yang terkotor sekalipun. Ia tetap mengasihi manusia.

Ia yang adalah Allah, yang seharusnya tinggal dalam Surga yang megah dan indah; rela lahir di kandang domba yang bau dan kotor. Ia rela lahir sebagai bayi mungil yang tidak berdaya. Ia rela dilahirkan dari dalam rahim seorang manusia yang merupakan ciptaan-Nya, walaupun bukan dari hasil persetubuhan manusia ciptaan-Nya.

Ini adalah sesuatu yang memang sulit untuk diterima oleh nalar. Tetapi kalau Anda sudah pernah mengalami begitu mencintai seseorang sampai Anda rela untuk berkorban begitu banyak hal untuk orang itu, mungkin sedikit banyak Anda akan mengerti.

Kasih manusia itu terbatas, tapi manusia bisa melakukan dan berkorban begitu banyak hal demi orang yang dikasihinya. Sementara kasih Allah itu tidak terbatas, Ia bisa melakukan apapun untuk kita, manusia berdosa yang dikasihi-Nya.

Tidak cukup hanya dilahirkan sebagai bayi, Ia juga mengalami hidup sebagai seorang manusia biasa dalam keluarga yang miskin: keluarga tukang kayu. Ketika sudah bertambah besar dan dewasa, untuk memulai karya-Nya Ia mau merendahkan diri-Nya dengan dibabtis oleh seorang manusia ciptaan-Nya.

Dibabtis merupakan tanda disucikan, dimurnikan, dan dibersihkan dari segala dosa. Padahal Ia adalah Allah, Ia tidak berdosa. Ia suci dan murni. Tetapi Ia mau lakukan, sebagai bentuk kerendahan hati-Nya untuk menggenapi segala nubuatan yang ada tentang diri-Nya.

Ia mengajar begitu banyak orang dan menolong begitu banyak orang dengan membuat mujizat demi mujizat, untuk pada akhirnya malah dikhianati oleh seorang murid-Nya, yang menjual-Nya demi 30 keping uang perak. Murid-Nya, orang yang Ia ajar selama ini, orang yang berbagi makanan, minuman, dan tempat berteduh selama ini; orang yang Dia kasihi, ternyata mengkhianati-Nya.

Ia yang adalah Allah, harus menderita sengsara. Ia harus menjalani pemeriksaan yang panjang. Ia difitnah untuk hal yang tidak benar. Ia bahkan dihukum untuk kesalahan yang tidak Ia lakukan. Ia dipukul dan diludahi. Ia diberikan mahkota duri untuk menyakiti dan menghina-Nya. Ia disuruh memanggul beban kayu salib yang berat ke puncak suatu bukit.

Kayu salib yang merupakan lambang kehinaan saat itu, karena setiap penjahat akan dihukum dengan cara demikian. Ia yang adalah Allah sendiri, harus menjalani disalib (menjadi hina) demi menggantikan manusia berdosa. Ia yang adalah Allah sendiri, harus menerima penghinaan itu dari manusia ciptaan-Nya, manusia berdosa yang dikasihi-Nya.

Tangan dan kaki-Nya dipakukan di kayu salib. Darah pun mengalir. Ia rela untuk menderita kesakitan yang begitu luar biasa tergantung di atas kayu salib, untuk akhirnya menunaikan karya-Nya: menggantikan manusia berdosa untuk mati sebagai ganti dari dosa yang dilakukan oleh mereka.

Karena Ia adalah Allah, Ia adalah Tuhan yang penuh kuasa. Itu sebabnya, Ia berkuasa atas apapun, termasuk atas kematian. Tiga hari kemudian, Ia akhirnya bangkit, sebagai bentuk kuasa-Nya atas kematian sekalipun.

Penebusan-Nya memberikan manusia kesempatan baru untuk hidup yang kekal, hidup yang lepas dari penghukuman. Ia memberikan manusia jalan untuk mengalami kehidupan yang penuh dengan sukacita dan damai. Ia tidak menawarkan manusia hidup yang bebas masalah, tapi Ia menjanjikan bahwa Ia akan selalu bersama manusia, tidak meninggalkan manusia itu; bahkan kalaupun manusia melakukan dosa dan kejahatan. Ia tetap mengasihi manusia.

Jika hari ini Anda membaca artikel ini, saya percaya ini bukanlah suatu kebetulan. Saya percaya Ia mau berbicara secara pribadi kepada Anda. Bukalah hati Anda untuk menerima kabar baik yang Ia tawarkan. Terimalah Ia, sebagai Tuhan dan Juru Selamat Anda. Saat itu, hidup Anda tidak akan pernah sama lagi dengan hidup Anda sebelumnya.

Masalahnya adalah beranikah Anda untuk membuka hati dan menerima Dia? Beranikah Anda untuk mengalami hidup yang baru yang penuh tantangan? Beranikah Anda untuk menyerahkan kendali hidup Anda kepada-Nya, kepada Yesus, Allah yang telah memberikan nyawa-Nya sebagai ganti nyawa Anda?

Doaku hari ini: Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar, sehingga Engkau rela mengosongkan diri-Mu untuk menjadi sama seperti manusia, merendahkan diri-Mu, menderita sengsara, sampai akhirnya mati di kayu salib. Aku bersyukur untuk kuasa-Mu karena Engkau adalah Tuhan, sehingga Engkau pun bangkit dari kematian, mengalahkan alam maut sekalipun, dan memberikan kepada kami hidup yang baru: hidup bebas dari ketakutan, bebas dari kutuk, dan bebas dari jerat dosa.

Tuhan, jika ada orang yang membaca artikel ini hari ini dan belum menerima-Mu, berbicaralah secara pribadi kepada-Nya. Aku tahu bahwa Engkau mengasihi semua manusia, seburuk apapun dosa dan kesalahan yang mereka perbuat. Aku tahu bahwa Engkau ingin semua manusia bisa diselamatkan. Bantulah mereka untuk membuka hati mereka sehingga dapat menerima Engkau. Dengan demikian, mereka bisa mengalami hidup yang baru, hidup yang penuh gairah dan semangat, hidup yang telah diubahkan.

Sehingga dalam setiap masalah apapun yang mereka hadapi, mereka tahu bahwa mereka tidak pernah sendiri. Agar mereka bisa merasakan tangan kasih-Mu dan penyertaan-Mu yang tidak pernah tinggalkan mereka, jadi mereka bisa merasakan penuh pengharapan walaupun di tengah segala persoalan yang mereka hadapi.

Tuhan, bekerjalah dalam diri mereka dan ubahkan hati mereka supaya setiap orang bisa mengalami sukacita dan damai yang sempurna itu. Itu hanya akan mereka temukan dalam diri-Mu.

Aku telah selesai berdoa, tapi aku percaya Engkau masih terus berkarya. Terima kasih, Tuhan Yesus untuk segalanya.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: