All for Glory of Jesus Christ

Topeng

Hari ini saya melihat iklan acara anak-anak yang akan diadakan di gereja saya. Acaranya adalah mengenai pesta topeng. Di sana setiap anak akan diberikan topeng yang terbuat dari coklat. Menarik sekali konsepnya!

Hal yang lebih menarik perhatian saya adalah tadi ditayangkan video mengenai film kartun. Film tersebut menggambarkan seseorang yang dalam keadaan yang sedih, marah, kecewa; lalu ia mengenakan topeng senang dan bahagia untuk pergi ke tempat kerja.

Ternyata, di tempat kerja ia bertemu dengan orang-orang lain yang juga mengenakan topeng yang sama. Semua orang terlihat senang dan bahagia. Ketika sendiri saja di tempat kerja, orang ini merenung. Karena topengnya itu merupakan beban, ia melepaskan topengnya itu. Setelah melepakan topengnya, ia terlihat lebih lega.

Saya suka sekali dengan ide cerita iklan acara anak-anak tersebut. Sebagai anak-anak, banyak anak terpaksa memakai topeng karena orang tua mengharapkan mereka selalu ceria, selalu baik, selalu hebat, dan seterusnya. Secara natural, anak-anak selalu menganggap orang tua mereka sebagai pahlawannya.

Anak-anak begitu ingin mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari orang tuanya. Jika orang tua terus-menerus meminta anak-anak ini menjadi orang lain, itu juga yang akan anak-anak ini lakukan. Itulah sumber rasa tertolak dalam diri anak-anak yang akan dibawanya terus sampai ia besar nanti.

Saya sudah banyak sekali menemui orang yang memakai topeng selama hidup saya. Saya juga pernah menjadi orang yang memakai topeng tersebut. Rasanya begitu melelahkan. Saya memakai topeng dengan harapan orang akan dapat menyukai diri saya, berharap orang akan dapat menerima saya.

Hanya saja itu tidak pernah terjadi. Saya semakin frustasi dan akhirnya menyerah. Ketika saya berjumpa dengan Yesus, saya menerima kasih-Nya yang sempurna yang menerima saya apa adanya. Ia mengasihi saya walaupun saya bukan orang yang sempurna. Ia tidak menuntut diri saya menjadi orang lain. Ia menganggap saya sebagai seseorang yang indah dan sangat berharga di mata-Nya.

Begitu banyak orang yang terluka yang saya jumpai yang memakai berbagai macam topeng. Ada topeng rasa bahagia, rasa tak peduli, rasa percaya diri, dan lain-lain. Semua topeng dikenakan karena merasa jika dirinya menampilkan dirinya sendiri terdapat kekuatiran dan ketakutan untuk ditolak oleh orang lain.

Hanya saja tanpa menjadi diri sendiri, tidak akan mungkin seseorang bisa bahagia. Topeng yang sesekali digunakan bisa menjadi candu yang membius. Sekali demi sekali lama-lama menjadi kebiasaan untuk menggunakannya. Akhirnya, seseorang bisa mencapai suatu titik saat ia bertanya-tanya mengenai jati dirinya yang sesungguhnya.

Jika ketika membaca artikel ini dan Anda merasa itulah yang terjadi pada diri Anda, saya yakin ini bukan suatu kebetulan. Tuhan ingin berbicara secara pribadi dengan Anda untuk dapat menanggalkan topeng yang Anda kenakan.

Ketahuilah bahwa diri Anda itu diciptakan begitu baik adanya, segambar dan secitra dengan Allah. Bahkan lebih dari itu, Anda itu sangat berharga! Begitu berharganya Anda sampai-sampai Allah sendiri rela untuk mengambil rupa seorang manusia, mengosongkan diri, dan bahkan mati demi Anda. Anda sangat berharga!

Tanggalkan topeng yang Anda kenakan saat ini juga! Tidak pernah ada manusia yang sempurna. Tidak pernah ada manusia yang selalu senang. Tidak apa-apa untuk merasa sedih. Tidak apa-apa untuk merasa marah. Tidak apa-apa untuk merasa kecewa. Tidak apap-apa untuk menjadi diri sendiri.

Datanglah pada Tuhan dan mintalah pemulihan dari-Nya. Saat Anda datang kepada Yesus dengan hati terbuka meminta pemulihan kepada-Nya; Anda akan mendapati bahwa kasih-Nya yang sempurna akan membasuh semua luka Anda dan menjadikan Anda manusia yang baru.

Doaku hari ini: Tuhan, begitu banyak orang yang mengenakan topeng. Topeng merepresentasikan rasa luka, rasa tak berdaya, dan rasa ketakutan untuk ditolak. Topeng sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri yang satu-satunya mereka ketahui.

Tuhan, ketika mereka mengenakan topeng itu, mereka merasa aman, tetapi aman yang semu. Mereka bertanya-tanya dalam hati mereka, apakah ada orang yang mengasihi mereka jika orang tahu mereka yang sesungguhnya? Apakah ada orang yang dapat menerima apa adanya? Ketika bertanya, mereka semakin takut untuk menunjukkan diri mereka yang sesungguhnya. Mereka terpuruk semakin dalam di tengah ketidakberdayaan.

Tuhan, Engkaulah jawaban bagi mereka. Jamahlah mereka, Tuhan. Pulihkan mereka. Berikan mereka kesempatan untuk berjumpa dengan-Mu, Yesus. Karena perjumpaan dengan-Mu adalah sesuatu yang akan mengubah hidup mereka, hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.

Aku berdoa buat semua orang yang membaca artikel ini dan berada dalam tekanan yang begitu besar untuk memakai topeng. Biarlah kekuatan dari-Mu yang memampukan mereka untuk bertahan dan tetap menjadi diri mereka sendiri apapun resikonya. Karena hanya dengan menjadi diri sendiri, barulah damai dan sukacita sejati itu dapat dirasakan.

Terima kasih, Tuhan, buat kasih-Mu yang sempurna yang dapat mengubahkan hati dan hidup kami. Aku telah selesai berdoa, tetapi aku percaya Engkau masih terus bekerja mengubahkan hati dan hidup kami.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: