All for Glory of Jesus Christ

Menjadi Pria Sejati

Artikel kedua saya untuk hari ini saya ambil dari artikel yang berjudul “365 days of love: Day 284 ~ The 5 Pillars of Manhood: How Men should Love & Respect Women” yang ditulis oleh Jaeson. Sebenarnya saya sudah menuliskannya dalam bentuk status di facebook saya. Hanya saja kemudian salah seorang sahabat saya memberikan masukan untuk menuliskannya dalam bentuk yang lain. Alasannya karena status facebook mudah hilang karena adanya status lain yang lebih baru.

Saya pikir idenya baik sekali. Jadi saya akan tuliskan berikut ini hal-hal yang saya dapatkan dan saya terjemahkan dari artikel di atas itu, selain kata-kata pengantar yang saya tuliskan sendiri. Selamat membaca!

Apakah Anda seorang pria? Apakah Anda sedang menyukai seorang wanita? Wanita pada umumnya mencari pria sejati. Seperti apakah pria sejati itu?

Jika Anda seorang pria yang sedang menyukai seorang wanita atau kalaupun Anda saat ini tidak sedang menyukai manapun, sangat penting bagi Anda menjadi pria sejati.

Ada 5 elemen yang membuat Anda layak untuk mengatakan diri Anda adalah pria sejati (LPPIC):

1. L-ead (memimpin).

2. P-rotect (melindungi).

3. P-rovide (menyediakan kebutuhan).

4. I-ntegrity (memiliki integritas).

5. C-ourage (memiliki keberanian).

Berikut ini penjelasan per butir untuk masing-masing elemen. Untuk mudahnya saya buat negasi (lawannya) dari bukan pria sejati untuk menantang Anda para pria berintrospeksi:

1.    L-ead (memimpin).

  • Anda bukan pria sejati jika pasangan Anda harus terus membuat keputusan untuk Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak mengenal Tuhan dan diri Anda sendiri dengan baik.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak mempunyai inisiatif.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda seorang pengecut.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak memberikan standar yang dapat diikuti orang lain, baik secara spiritual, emosional, mental, dan fisik.

2.    P-rotect (melindungi).

  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak melindungi pasangan Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda hanya mementingkan diri sendiri.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak memikirkan keselamatan dan keamanan pasangan Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda bermain-main dengan perasaan dan hati seorang wanita.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak menyatakan minat dan arah dari hubungan yang Anda inginkan dari awal.

3.    P-rovide (menyediakan kebutuhan).

  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak menyediakan kebutuhan pasangan Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda malas bekerja.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda menganggap wanita sebagai mainan, trofi, atau barang berharga.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda murahan.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak mau berkorban.

4.    I-ntegrity (memiliki integritas).

  • Anda bukan pria sejati jika kata-kata Anda tidak bisa dipercaya.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak memegang janji Anda dengan teguh.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda hanya bisa mengatakan sesuatu tapi tidak melakukannya.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak bersungguh-sungguh dengan kata-kata Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda memasuki suatu hubungan tanpa tahu hal yang Anda inginkan.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda ingin memasuki suatu hubungan tanpa niatan untuk menikah.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak mengetahui pimpinan Tuhan dalam kehidupan Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak mencintai dan menghargai pasangan Anda.

5.   C-ourage (memiliki keberanian).

  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak berani mengambil risiko.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak memiliki keberanian melakukan hal yang mustahil.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda pengecut, penakut, dan takut akan kegagalan.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda terpenjara oleh pemikiran Anda sendiri dan hal yang orang lain pikirkan tentang Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda selalu ingin menjadi people pleaser, bukannya God pleaser (orang yang ingin menyenangkan orang lain, tetapi bukan menyenangkan Tuhan).
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak bisa mengarahkan pasangan Anda untuk semakin dekat dengan Tuhan.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda takut ketika menghadapi suatu tantangan dan mundur ketika menghadapi tantangan.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak mempercayai bahwa Tuhan sanggup menuntun Anda mengalahkan segala tantangan.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak berani untuk mengikuti Tuhan dalam menghadapi segala sesuatunya.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak hidup dalam kehormatan, keberanian, dan kebenaran.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda mengharapkan pasangan Anda untuk melayani Anda, bukan Anda yang melayani pasangan Anda.
  • Anda bukan pria sejati jika Anda tidak dapat membuat pasangan Anda berada dalam kepenuhan kemuliaan dan rencana Tuhan.

Silakan bagikan artikel ini kepada para pria yang Anda kenal, terutama pada para pria yang Anda pikir sangat membutuhkan artikel ini.

“Menjadi laki-laki itu adalah karena dilahirkan, tetapi menjadi pria sejati adalah pilihan dan usaha”.

Ingat: LPPIC! Para pria, selamat menjadi pria sejati! Jadi apakah Anda pria sejati? Jika ya, SELAMAT! Kalau ya, saya tidak keberatan untuk berkenalan dengan Anda. Jika belum, selamat belajar untuk menjadi pria sejati!

Amin.

(PS:

Thanks for Yani Herawati for your great idea. It is truly a great idea! Thank you. God bless you).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: