All for Glory of Jesus Christ

Hari ini seperti biasa saya ke gereja saya yang baru. Ternyata hari ini bukan hari yang biasa. Mengapa saya katakan demikian? Karena hari ini tidak ada kotbah huahahahaha.

Begini, jadi memang hadirat Tuhan luar biasa kuat saat kebaktian tadi pagi. Saya merasakan sekali kebaktian tadi pagi benar-benar tidak biasa karena Roh Kudus bekerja dengan sangat dahsyat.

Dalam doa dan puji serta penyembahan, tahu-tahu saja air mata saya mengalir dengan deras. Padahal saya tidak sedang sedih sama sekali, malah sedang sangat bersukacita karena Tuhan bekerja dengan sangat luar biasa dalam hidup saya. Tapi memang saya sedang capek sekali secara fisik. Ketika air mata mengalir dengan deras, terasa suatu damai yang luar biasa. Kelelahan yang ada terasa hilang begitu saja.

Dua minggu terakhir ini saya memang sangat sibuk karena saya mengikuti pelatihan suatu perangkat lunak di tempat kerja saya dari pagi sampai sore hari selama 4 hari terakhir. Hal itu ditambah dengan kesibukan saya untuk memeriksa berkas-berkas ujian dan tugas-tugas para mahasiswa.

Belum lagi dengan pelayanan saya di Worldprayr dan pelayanan-pelayanan pribadi lainnya yang saya lakukan setiap harinya. Benar-benar saya lelah sekali!

Belum lagi ada 2 pelayanan tambahan yang sudah ditawarkan kepada saya oleh dua orang pemimpin rohani di atas saya yang sekarang ini sedang saya doakan. Salah satunya (sebut saja pelayanan X) bisa saya kerjakan karena tidak terlalu memakan waktu. Hanya saja saya sedang berdoa dan menunggu supaya kondisi yang kondusif tercipta dulu untuk melakukan pelayanan tersebut.

Pelayanan yang satunya lagi (sebut saja pelayanan Y) saya masih doakan. Memang saya sudah terbiasa dengan pelayanan Y ini dari sejak lama. Hanya saja, saya tidak tahu saya harus melakukannya atau tidak mengingat sudah bertumpuk-tumpuknya hal yang harus saya lakukan.

Hanya saja memang harga 1 jiwa itu sangat penting. Saya sedang berdoa, kalau memang Tuhan menginginkan saya melakukannya, supaya Ia memberikan saya kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengatur waktu saya.

Ibadah tadi pagi membuat saya menjadi semakin yakin bahwa keputusan saya untuk pindah gereja memang bukan keputusan salah. Bukan juga keputusan yang emosional. Urapan Roh Kudus yang dahsyat terjadi di gereja tersebut dan begitu banyak orang dijamah Tuhan.

Saya yakin gereja baru saya ini akan mengalami perubahan yang drastis ke arah yang positif karena atmosfir perubahan itu dari minggu ke minggu itu terasa sekali. Saya sangat bersyukur dan bersukacita karenanya.

Selama 4 kali saya beribadah di sana (sampai pagi tadi) badan saya bergerak dengan sendirinya. Badan saya bergerak bukan karena saya menggerakan badan mengikuti ritma musik, tapi bergerak dengan sendirinya.

Sekitar 10 tahun lalu seorang teman saya pernah membagikan kepada saya bahwa manifestasi Roh Kudus itu salah satunya adalah badan yang bergerak sendiri. Katanya bila pergerakannya itu bersifat berputar, berarti itu adalah manifestasi keberanian. Jadi jika mendapatkan manifestasi seperti itu, berarti Roh Kudus melakukan impartasi kuasa yang memungkinkan orang tersebut menjadi begitu berani untuk mengabarkan Kristus.

Hmm karena masih katanya, saya juga tidak tahu persis benar begitu atau tidak. Hanya saja yang dulu saya dapatkan dalam proses pemuridan di gereja lama saya, manifestasi Roh Kudus itu memang bisa bermacam-macam. Bisa rebah, bisa mengeluarkan air mata, bisa menari, dan lain-lain. Hanya saja cirinya adalah sifatnya teratur dan sopan, karena Roh Kudus adalah Pribadi yang sopan, Pribadi Tuhan sendiri.

Setelah pujian dan penyembahan dilanjutkan dengan melepaskan pengurapan profetik kepada anak-anak sekolah minggu. Aduhhh, lucu sekali melihat anak-anak itu! Pada saat itu saya merasa teman saya kelihatannya terpanggil untuk melayani anak-anak tersebut. Lebih lagi, ketika lawatan Roh Kudus terjadi dengan begitu dahsyat, saya sangat yakin teman saya dilawat dengan luar biasa.

Pagi tadi karena Roh Kudus bekerja dengan dahsyat membuat pembicara yang seharusnya berkotbah jadi tidak jadi berkotbah padahal bahan kotbah sudah dipersiapkan. Pastor Yohanes Sudarmadji (Ps. Yosi) akhirnya membagikan sejumlah informasi berkaitan dengan anak-anak.

Sebelumnya Ps. Yosi menjelaskan bahwa memang kalau mengalir oleh Roh Kudus itu terasa enak sekali. Hanya saja bukan berarti mengalir itu malas dan tidak mempersiapkan apapun. Tetap harus disiapkan strategi, kotbah, dll; hanya saja kalau Roh Kudus yang memimpin, kita harus ikuti pimpinan-Nya.

Saya setuju sekali dengan pendapat beliau. Memang kalau Roh Kudus yang memimpin, pasti hasilnya luar biasa!

Ps. Yosi menjelaskan mengenai jangan sampai orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menonton film-film yang tidak bermutu. Hal yang menarik adalah hal yang sama sudah pernah saya bahas dalam artikel saya yang berjudul “Kelalaian Orang Tua”.

Lebih lanjut lagi ketika Ps. Yosi menjelaskan bahwa tim pujian dan penyembahan merasa mendapatkan rhema mengenai negara. Sementara Ps. Yosi mendapatkan rhema mengenai generasi. Ketika itu saya tersentak.

Seperti yang saya sudah pernah tuliskan di “What a Day!”, saya merasa mendapatkan misi temporer untuk mencetak pemimpin masa depan. Jadi semua itu saling terkait! Saya menjadi semakin yakin bahwa Tuhan memimpin saya baik di tempat kerja maupun di gereja baru saya ini untuk melakukan sesuatu yang besar di sana.

Saya masih merindukan dan mencintai gereja lama saya. Yah, bagaimana tidak? Saya mengalami lahir baru, dibabtis, bertumbuh di sana selama 7 tahun. Saya menganggap seorang penatua di sana sebagai salah seorang mentor spiritual saya.

Tapi saya tahu, Tuhan menginginkan saya untuk melakukan sesuatu di gereja baru saya. Untuk itu, seperti Maria, ibu Yesus, berkata, “Aku ini hanya hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”, itu juga yang saya dapat katakan pada Tuhan.

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, untuk semua kepercayaan yang Tuhan berikan kepadaku. Bersama dengan kepercayaan yang besar yang Engkau berikan, terdapat tanggung jawab yang besar juga untuk menangani, mengatur, dan melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya.

Berikanlah aku kesehatan, kekuatan, dan hikmat untuk bisa melaksanakan semuanya, Tuhan. Terlebih lagi, jagalah hatiku, agar sungguh kasih, hikmat, dan kerendahan hati yang 12 tahun lalu aku mintakan kepada-Mu dalam suatu retreat itu, sungguh tetap tinggal dalam aku dan menjadi semakin besar setiap harinya. Dengan demikian nama-Mu akan lebih dimuliakan lagi melalui hidupku.

Aku berdoa Tuhan untuk berbagai pelayanan yang masih aku pikirkan. Biarlah Engkau yang mendorong aku untuk memutuskan yang terbaik. Biarlah apapun juga keputusanku itu sungguhlah kehendak-Mu, Tuhan. Pimpinlah langkahku dan hatiku, Tuhan, dalam setiap apapun yang harus aku perbuat.

Berdoa juga, Tuhan, untuk berbagai hal di masa depan yang Tuhan telah bukakan bagiku. Apapun itu, aku siap Tuhan. Apapun harganya, aku siap, Tuhan. Aku tidak akan menoleh lagi ke belakang, Tuhan, karena Kau katakan bahwa orang yang menoleh ke belakang tidak layak bagi-Mu. Aku siap meninggalkan apapun juga demi Engkau, Tuhan. Ini janjiku dan aku tak akan menyesal.

Tuhan, aku berdoa untuk gereja lamaku. Aku sungguh-sungguh merindukan gereja lamaku. Aku sungguh-sungguh mencintai gereja lamaku. Berkatilah seluruh penatua di sana, para pemimpin, dan para jemaat di sana, Tuhan. Biarlah Tuhan bergerak lebih lagi di sana, sehingga nama-Mu semakin dimuliakan lewat setiap anggota tubuh Kristus di sana.

Tuhan, aku berdoa untuk gereja baruku. Aku tahu Engkau sedang melakukan kegerakan-Mu di tempat ini. Berikan para penatua di gereja baruku ini kepekaan untuk mengetahui hal yang Engkau mau ya, Tuhan. Berikan para pemimpin di gereja baruku ini hati yang mau bergerak mengikuti pimpinan-Mu, apapun juga harganya. Berikan para jemaat di sana hati yang terbuka untuk meresponi panggilan-Mu. Hancurkan setiap penghalang yang mencoba menghalangi mereka untuk datang melayani.

Berikan kepada setiap kami di gereja baru ini hati seorang hamba, bukan hati seorang pemimpin. Karena seorang pemimpin belum tentu memiliki hati seorang hamba, tapi hati seorang hamba jika ia MAU, ia bisa memiliki hati seorang pemimpin. Berikan kepada setiap kami kerendahan hati, kemauan untuk terus dibentuk, untuk menjadi seperti yang Engkau mau, apapun harganya.

Berikan kepada setiap kami di gereja baru ini hati yang sungguh-sungguh mencintai Engkau, lebih dari apapun. Lebih dari harta, kedudukan, kekuasaan, pengaruh, pasangan hidup, anak, keluarga, teman, pekerjaan, pelayanan, hobi, apapun juga, Tuhan. Berikan kami hati yang sungguh lapar dan haus akan Engkau, akan firman-Mu, akan kebenaran-Mu. Dengan demikian, aku percaya bahwa sesuatu yang besar sudah menanti kami di depan. Aku percaya gereja ini akan bertumbuh pesat dan memberkati kota kami.

Aku sudah selesai berdoa, ya Tuhan, tapi aku percaya Roh Kudus-Mu sedang dan masih terus akan bekerja: menjamah dan mengurapi kami, memperlengkapi kami, dan membentuk kami menjadi seperti yang Kau mau: menjadi seperti Engkau, Kristus. Terima kasih, Yesus, untuk segalanya.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: