All for Glory of Jesus Christ

Hari kemarin, Selasa 27 Oktober 2010 penyerahan hadiah “Lomba Berhadiah Voucher Google Adwords Senilai Rp 400.000,00″ telah dilakukan. Pemenang lomba tersebut: Amelia Regina, menemui saya ditemani dengan seorang temannya untuk menjadi saksi bahwa penyerahan hadiah tersebut telah dilakukan.

Bersamaan dengan itu, penandatanganan surat pernyataan untuk memberikan izin kepada saya berkaitan dengan publikasi karyanya secara sebagian atau seluruhnya juga telah diberikan. Dengan catatan bahwa hak cipta penulisan tetap di tangan penulis yang bersangkutan.

Berikut ini adalah tulisan yang dikirimkan oleh Amelia Regina. Judulnya adalah “Pengalaman”.

“Saya adalah seorang mahasiswi tingkat akhir di suatu perguruan tinggi swasta di kota Bandung. Suatu hari saya dan dua orang teman saya pergi untuk makan siang setelah selesai mengerjakan tugas kelompok kami.

Pada saat hendak pulang, tiba-tiba seorang ibu dan anak kecil mendekati kami. Ibu tersebut membawa satu buah kantong hitam yang kami tidak tahu isinya. Pada mulanya kami berpikir ibu tersebut tersesat.

Ternyata dugaan kami salah. Beliau ternyata hendak menjual kantong hitam bawaannya itu. Kantong tersebut berisi pakaian yang hendak dijualnya seharga 50 ribu rupiah. Untuk membayar tunggakan iuran sekolah anaknya yang di SMA, begitu kata si ibu.

Kami sesaat terdiam. Saya tidak tahu yang ada di pikiran dua teman saya yang lain. Hal yang jelas, di otak saya terbersit pertanyaan apakah si ibu bohong atau tidak (sinetron mode on)?

Sesaat kemudian kami memutuskan untuk memberikan uang tersebut pada si ibu. Tetapi tak seorangpun dari kami yang membawa uang lebih dari 10 ribu rupiah pada saat itu. Akhirnya kami meminta ibu tersebut menunggu sebentar karena kami harus pergi ke ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk mengambil sejumlah uang.

Dalam perjalanan ke ATM, kami bertiga berbincang. Ternyata kedua teman saya juga berpikiran sama, mempertanyakan kejujuran si ibu. Hal ini mungkin disebabkan karena sudah sering terjadi penipuan dengan cara meminta pertolongan seperti ini.

Tetapi saat itu seorang teman saya berkata:

“Saya tidak peduli ibu itu mau menipu atau tidak, yang jelas niat kita baik.”

Akhirnya kami kembali lagi ke tempat si ibu dengan membawa uang 50 ribu rupiah. Teman saya memberikan uang tersebut dan mengatakan bahwa kami tidak akan mengambil baju di dalam kantong itu. Uang tersebut diberikan secara cuma-cuma. Ibu tersebut menangis sambil berterimakasih kepada kami dan kemudian ia pulang bersama anaknya yang masih kecil.

Kami bertiga pun melanjutkan perjalanan pulang sambil terdiam. Beberapa saat kemudian kami tersenyum. Kami menyakini bahwa kami telah melakukan hal yang benar. Mudah-mudahan uang tersebut dapat berguna bagi ibu dan anaknya.

Melihat si ibu yang menangis, saya jadi teringat akan mama saya di rumah. Mama saya tentu saja akan melakukan apapun agar saya dan adik-adik bisa mendapat pendidikan yang layak.

Mama saya selalu mengatakan:

“Bersyukurlah kamu karena papa dan mama masih sanggup menyekolahkan kamu dan adik-adik. Masih banyak sekali orang di luar sana yang hanya bermimpi untuk sekolah.”

Setelah kejadian itu saya menyesal sekali telah berpikiran buruk terhadap ibu tadi. Jika dipikir lagi, apalah arti 50 ribu bagi saya ataupun kedua teman saya. Semua kebutuhan kami masih dapat terpenuhi walaupun uang jajan kami berkurang sedikit. Tetapi bagi si ibu, uang 50 ribu sangat berarti.

Hari itu saya beryukur telah melewati jalan tempat ibu tersebut memanggil kami. Saya diingatkan kembali betapa negatif dan dangkalnya pikiran saya selama ini. Lebih dari itu, tentu saja saja belajar untuk lebih mensyukuri hal yang saya miliki sekarang dan belajar untuk berbagi dari kelebihan yang saya miliki.”

Saya sangat bergembira karena melihat adanya orang yang memiliki kesediaan hati untuk menolong orang lain yang bahkan tidak dikenalnya. Tidak semua orang memiliki hati yang sebaik dan setulus itu. Berbuat baik pada orang yang dapat membalas kebaikan kita, semua orang dapat melakukannya. Berbuat baik pada orang yang tidak dapat membalasnya, maka Tuhan yang akan membalas kebaikannya.

“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7

Hadiah lomba ini sebenarnya tidak bisa menjadi pengganti dari ketulusan hati Regina dan kedua orang temannya, tetapi saya berharap bahwa hal ini akan menginspirasi dan mendorong diri dan kedua orrang temannya untuk bisa terus berbuat baik.

“Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.” (1 Timotius 6:18)

Amelia Regina dan kedua orang temannya (berdasarkan informasi yang saya dapatkan adalah bernama: Tiara dan Karlina) telah menjadi pelaku dalam 1 Timotius 6:18. Saya berdoa semoga akan lebih banyak lagi orang yang mau dan tergerak untuk terus berbuat baik yang sungguh-sungguh berlandaskan kemurahan dan ketulusan hati.

Silakan tunggu lomba-lomba sejenis berikutnya. Terus pantau facebook, twitter, dan blog saya untuk informasi selanjutnya.

Tuhan memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: