All for Glory of Jesus Christ

4 Pria Istimewaku

Seorang pemimpin saya di salah satu lembaga pelayanan membagikan mengenai orang yang berpengaruh dalam hidupnya. Ia meminta kami juga untuk membagikan mengenai orang yang berpengaruh dalam hidup kami. Inilah yang akan saya tuliskan: 4 orang pria paling istimewa dalam hidup saya.

Angka 4 dalam budaya Cina dipercayai sebagai angka sial. Mengapa demikian? Karena pelafalan angka 4 dalam Bahasa Mandarin itu sama dengan pelafalan kata “mati”. Jadi bagi orang Cina yang memegang teguh budayanya, angka 4 itu sama dengan angka 13 bagi orang-orang dari Amerika atau Eropa, karena 13 juga dipercayai sebagai angka sial bagi orang-orang dari Amerika atau Eropa.

Tapi bagi saya, angka 4 menunjukkan angka kehidupan karena terdapat 4 orang pria yang sangat istimewa dalam hidup saya. Inilah 4 orang pria yang sungguh-sungguh berarti dan sangat istimewa untuk membuat saya hidup:

1. Pria pertama adalah ayah saya.

Ayah saya adalah orang yang sangat luar biasa. Ia memang tidak sempurna, tapi ia adalah ayah yang luar biasa.

Ia mencintai istrinya dan juga anak-anaknya. Ia adalah pemberi pengaruh terbesar dalam hidup saya. Dalam kehidupan rohani, ayah saya mungkin dalam pandangan orang-orang tidak termasuk rohani. Tetapi nilai-nilai yang diajarkannya, sesungguhnya merupakan nilai-nilai rohani.

Ia selalu mengajarkan mengenai kedisiplinan, kerja keras, tepat waktu, melakukan apapun yang bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, dan menjaga kehormatan nama baik. Ayah saya selalu berkata:

“Jadi orang boleh miskin, tapi nama baik harus tetap dijaga.”

Ia memberi saya nama belakang “Erawaty”. “Waty” itu adalah gambaran seorang perempuan. Sementara “Era” itu berasal dari Bahasa Sunda (Bahasa Daerah di Indonesia) yang artinya adalah malu. Jadi “Erawaty” artinya seorang anak perempuan yang tahu malu.

Ayah saya memberikan nama belakang itu kepada semua anak perempuannya. Ia memiliki harapan bahwa kami bisa menjadi orang-orang yang tidak memalukan keluarga dan bisa menjaga nama baik kami masing-masing.

Ia adalah teladan seorang ayah yang tidak mementingkan diri sendiri. Ayah saya mungkin memiliki karakter keras, namun ia sadar akan hal itu dan ia bisa menerima kritik dan masukan yang saya berikan.

Ia adalah ayah, mentor, guru, sekaligus kakak dan teman bagi saya. Saya bisa bercerita apapun kepada ayah saya. Bahkan saat ia tidak setuju dengan pendapat saya, ia tidak memaksakan pendapatnya. Ia selalu mendukung saya.

Saya bisa menjadi saya yang saat ini salah satunya karena cinta dan didikan dari ayah saya. Saya bersyukur bahwa saya belajar mengenai Kasih Bapa pertama-tama dari ayah saya.

2. Pria kedua adalah kakak laki-laki saya.

Saya hanya mempunyai seorang kakak laki-laki. Kakak laki-laki saya adalah orang kedua yang sangat istimewa dalam hidup saya.

Ia adalah seorang ayah dan suami yang baik. Peranannya terutama dalam hidup saya adalah ia luar biasa membantu saya, terutama ketika saya berada dalam titik terbawah dalam hidup saya.

Tidak banyak orang yang tahu, bahkan keluarga saya pun tidak tahu, bahwa saya pernah mencoba bunuh diri beberapa kali. Saya saat itu merasa sangat putus asa karena orang-orang di sekitar saya tidak mengerti, menolak, dan membenci saya. Saya merasa sangat kesepian. Hidup saya saat itu tidak ada tujuan dan mati rasanya adalah pilihan yang paling baik.

Saya sudah meminum salah satu obat serangga saat itu. Saya juga meminum salah satu obat beracun yang seharusnya tidak untuk diminum. Saya juga meminum obat untuk mengatasi sakit tertentu dalam dosis tinggi.

Saya bersyukur pada Tuhan bahwa Tuhan memberikan saya rasa takut mati yang begitu besar ketika saya meminum berbagai hal yang tidak seharusnya itu. Itu sebabnya saya hanya minum dalam dosis rendah.

Saya masih ingat dengan jelas perasaan kecewa ketika bangun keesokan paginya saat itu dan menyadari bahwa saya masih hidup. Saya sungguh bersyukur bahwa saya masih hidup hahahaha.

Waktu itu kakak saya memberikan saya tuntunan untuk membaca Alkitab setiap hari. Ia juga meminjamkan kepada saya banyak kaset kotbah untuk saya baca setiap harinya. Saya membaca Alkitab saya dan mendengarkan kaset kotbah itu setiap harinya.

Dari sana, saya mulai merasakan pemulihan dari Tuhan. Perlahan saya merasakan bahwa hidup saya memiliki arti dan saya mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Sesudah itupun, tahun demi tahun berlalu. Karena kami masing-masing sibuk, kami tidak sering berjumpa. Tapi saat kami berjumpa, kami bisa saling berbagi hal yang kami dapatkan.

Walaupun saya sering kesal karena kakak saya menyampaikan masukannya kepada saya dengan keras, saya mendapati bahwa hal yang ia katakan memang benar. Itu membuat saya menjadi bertumbuh menjadi orang yang lebih baik.

Saya bersyukur Tuhan memberikan saya seorang kakak laki-laki yang sungguh luar biasa bagi saya. Berkat dialah, saya pertama kali mengenal Tuhan secara sungguh-sungguh dan bukan hanya sekedar tradisi.

3. Pria ketiga adalah Bapak Bambang Widjaja.

Saya pertama kali bertemu dengan beliau di salah satu gereja yang dihadiri oleh kakak laki-laki dan kakak ipar saya ketika itu. Ketika datang pertama kali, pembicaranya adalah Bapak Bambang Widjaja. Ia adalah salah seorang penatua di gereja tersebut.

Dalam menyampaikan kotbahnya, ia selalu berkotbah dengan sistematis, rinci, dan mudah dimengerti. Saya tidak pernah mengenal beliau secara pribadi, tetapi kotbah-kotbahnya selama 7 tahun saya bergereja di sana memperlengkapi, mengubah, dan mempersiapkan saya dalam berbagai aspek kehidupan saya.

Walaupun sekarang karena arahan Tuhan saya tidak lagi bergereja di sana, saya menyempatkan diri mendengarkan siaran radio dengan pembicaranya adalah Pak Bambang. Setiap pagi adalah saat saya belajar dan belajar darinya.

Saya menganggap beliau sebagai salah seorang spritual mentor saya. Saya bersyukur Tuhan menempatkan saya di gereja beliau, sehingga saya bisa bertumbuh dan bisa menjadi saya yang sekarang ini.

4. Pria keempat adalah Rick Warren.

Saya sama sekali tidak mengenal beliau secara pribadi. Hanya saja sekian tahun lalu, kakak perempuan saya memberikan saya buku yang ditulis oleh beliau, yaitu “Purpose Driven Life”. Dari sana pertama kali saya mengenal nama itu.

Tahun lalu, seorang sahabat yang baru pertama kali saya kenal, menyebut mengenai renungan harian yang ditulis oleh Rick Warren. Sahabat saya menjelaskan bahwa untuk mendapatkannya itu gratis dan saya pun segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan renungan harian itu.

Renungan harian tersebut ternyata benar-benar cocok sekali dengan hal yang saya alami. Berbagai macam pergumulan saya, dijawab dengan tepat. Bahkan ketika saya mulai menulis, ada saat-saat ketika hal yang saya tuliskan itu kemudian ternyata mirip dengan yang beliau tuliskan.

Hal itu membuat saya merasa mendapatkan konfirmasi dari Tuhan bahwa inilah yang memang harus saya lakukan. Lewat tulisan-tulisan beliau, hidup saya terus diubahkan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Saya bersyukur untuk hadirnya 4 pria istimewa ini dalam hidup saya. Saya percaya Anda juga memiliki orang-orang yang istimewa yang mengubah hidup Anda. Silakan berbagi dengan saya :).

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, untuk 4 orang pria istimewa dalam hidup saya: ayahku, kakak laki-lakiku, Pak Bambang Widjaja, dan Rick Warren. Mereka semua adalah orang-orang yang istimewa dan mengubahkan hidupku dengan luar biasa.

Berkati mereka semua dalam setiap hal yang mereka lakukan sehingga mereka sungguh menjadi perpanjangan tanganmu untuk menyentuh hidup orang-orang lainnya. Terima kasih, Tuhan, buat kasih-Mu dan didikan-Mu kepadaku lewat mereka.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: