All for Glory of Jesus Christ

Hakikat Seorang Pembelajar

Sudah dari beberapa minggu lalu saya ingin menuliskan hal ini. Tetapi lagi-lagi kesibukan dan kesibukan selalu menghadang hahahah, yah harap dimengerti. Tapi saya sangat bahagia saat sedang sibuk, apalagi kalau sudah berhasil menyelesaikan banyak target yang harus diselesaikan. Kepuasannya berlipat kali ganda!

Pertama kali saya terinspirasi untuk menuliskan hal ini ketika saya melakukan suatu kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan komputer di tempat kerja saya. Orang-orang yang datang untuk belajar komputer tersebut memiliki penguasaan yang sangat beragam. Mulai dari yang sudah cukup mahir sampai yang belum pernah memegang komputer sama sekali.

Mereka rata-rata adalah orang-orang yang relatif lebih tua usianya dari saya. Ketika saya perhatikan satu per satu, ternyata saya menemukan sejumlah hal yang menarik yang saya pikir perlu saya bagikan di sini.

Hakikat seorang pembelajar saya temukan di antara bapak dan ibu yang hadir di sana, yaitu:
1. Tidak malu bertanya.
2. Tidak segan mencoba.
3. Ketika gagal, tidak putus asa dan terus mencoba.
4. Setelah menguasai sesuatu, bersemangat untuk mencoba hal yang lainnya.

Saya sungguh merasa senang sekali setelah pelatihan tersebut. Melihat orang-orang yang walaupun dari segi usia sudah agak lambat untuk menerima suatu materi baru, tetapi mereka tetap antusias untuk belajar. Cukup banyak orang yang usianya sudah agak tua yang berpikir bahwa belajar itu hanya untuk yang muda saja.

Memang kalau usia sudah semakin bertambah, kecepatan untuk berpikir dan menangkap suatu hal yang baru memang berkurang. Hanya saja bukan berarti usia bertambah lalu tidak bisa menguasai hal yang baru.

Sungguh-sungguh sangat menyenangkan melihat semangat mereka untuk belajar! Kemarin saya berjumpa dengan salah seorang mantan murid les privat yang saya ajar ketika ia berada di kelas 1 SMU (sebut saja C). Berarti itu adalah sedikitnya sekitar 6 tahun lalu. Ia ternyata kemarin menempuh sidang skrips dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan.

Saya masih ingat dengan jelas ketika mengajar C saat itu. Ia saat itu belajar les privat ditemani dengan 2 orang temannya. Mereka cukup rajin belajar. Ketika saya berikan soal-soal untuk berlatih, mereka kerjakan perlahan-lahan.

Yah, walaupun kadang-kadang mereka menawar untuk mengerjakan hanya sebagian saja dari jumlah soal yang saya minta, tapi mereka benar-benar mengerjakannya. Ternyata sekarang C sudah lulus. Rasanya terharu sekali saya melihat dia lulus dengan hasil yang baik walaupun saya tidak dekat dengannya.

Saya teringat lagi akan seorang kenalan dari sebuah forum. Ia pernah berkonsultasi dengan saya mengenai rencana studinya. Ia sudah bekerja di suatu perusahaan namun keinginannya untuk berkuliah lagi begitu besar.

Itu sebabnya, ia mencari informasi untuk kembali studi. Walaupun dari segi keuangan ia merasa kesulitan, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus belajar. Sungguh sangat mengagumkan!

Saya juga teringat cerita ayah saya ketika ia kecil. Ayah saya bercerita saat kecil sekolahnya jauh sekali dari rumahnya. Ayah saya berjalan kaki ke sekolah. Saat hujan, hanya menggunakan daun pisang untuk menjadi penutup kepala.

Ada lagi cerita seorang mahasiswa yang keluarganya kurang mampu, namun ia begitu bersemangat untuk kuliah. Ia bahkan berpikir untuk bekerja paruh waktu untuk bisa membantu keluarganya juga.

Saya sungguh terharu melihat perjuangan orang-orang yang begitu besar hasratnya untuk belajar! Di tengah kekurangan mereka, mereka tetap berjuang keras untuk bisa belajar. Saya percaya mereka inilah orang-orang yang akan menjadi orang-orang sukses di masa depan.

Di sisi lain, ketika saya melihat orang-orang yang penuh kecukupan, bahkan berlebih, namun tidak memiliki semangat untuk belajar. Mereka memiliki semua fasilitas yang dibutuhkan, tetapi justru dengan adanya begitu banyak fasilitas mereka tidak bisa memanfaatkannya dengan baik.

Saya sungguh sedih dan prihatin melihat dua fenomena yang begitu bertolak belakang ini. Di satu sisi, ada yang begitu ingin belajar tapi tidak memiliki cukup uang untuk kuliah atau sekolah. Di sisi yang lain, ada yang memiliki cukup atau bahkan banyak uang untuk kuliah atau sekolah, tapi tidak ingin belajar. Ah, betapa ironisnya!

Bukan hanya di kuliah atau sekolah saja, di tempat kerja, di usaha pribadi, di kehidupan, kita semua harus terus belajar. Saat kita berhenti belajar, itulah saat kematian datang. Kematian bukan dalam arti fisik tidak bernafas lagi, tapi kematian dalam arti tidak adanya lagi kemajuan dan perubahan.

Jika kita MAU, selalu ada hal yang BISA kita pelajari setiap harinya. Seperti moto yang saya sukai:

“Everyday is a new beginning.”

Atau

“Setiap hari adalah awal yang baru.”

Ya, setiap hari adalah awal yang baru untuk kita bisa belajar hal yang baru. Setiap hari adalah pembelajaran yang berharga yang Tuhan sudah siapkan bagi kita. Pertanyaannya adalah:

MAU-kah kita terus belajar?”

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, untuk orang-orang yang penuh dengan semangat belajar yang aku temui. Mereka adalah orang-orang yang penuh kegigihan. Aku percaya mereka akan menjadi orang-orang sukses di masa yang akan datang.

Tetapi aku juga prihatin, Tuhan. Melihat adanya orang-orang yang tidak mau belajar walaupun memiliki banyak fasilitas. Kiranya Tuhan yang ubahkan hati mereka untuk MAU berpikir secara panjang, bukan hanya berpikir dalam jangka pendek saja. Karena belajar bukan hanya untuk sekedar mencari gelar atau kebanggan, belajar adalah satu bentuk untuk mengubah diri dan hidup juga.

Tuhan, bantu kami untuk menjadi orang-orang yang terus MAU belajar. Belajar dan belajar terus, belajar mengenai apapun juga, terutama belajar mengenai kehidupan. Karena sesungguhnya Engkau senantiasa siap dan rindu untuk mengajar kami, biarlah kami memiliki hati yang terbuka dan peka untuk menerima ajaran-Mu.

Terima kasih, ya Tuhan, untuk senantiasa menjadi guru kami. Biarlah kami selalu menjadi murid-Mu yang dapat menyenangkan dan memuliakan Engkau dalam setiap hal yang kami lakukan.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: