All for Glory of Jesus Christ

Tuhan dan Doraemon

Minggu lalu saya sempat menonton film Doraemon. Film ini adalah film yang sudah ada dari sejak bertahun-tahun yang lalu. Ketika menonton ternyata masih tetap sama. Nobita selalu merengek, Doraemon akhirnya ‘membantu’ dengan memberikan alat ajaibnya. Kalau Doraemon tidak membantu, Nobita akan pundung (Bahasa Sunda dari marah)

Saya memberikan tanda kutip pada kata membantu karena memang dalam film tersebut sering terjadi pada akhirnya bantuan dari Doraemon malah jadi bumerang yang menjatuhkan Nobita. Pada akhirnya justru dengan adanya bantuan itu Nobita malah mendapatkan masalah.

Ketika menonton film itu, saya berpikir. Betapa seringnya manusia menganggap Tuhan sebagai Doraemon. Ketika ada masalah, merengek kepada Tuhan. Meminta Tuhan memberikan solusi instan. Ketika Tuhan tidak segera memberikan bantuan, sering kali manusia jadi pundung.

Untungnya Tuhan bukan Doraemon. Ia tahu hal yang terbaik untuk manusia. Kadang-kadang Tuhan biarkan manusia pundung supaya manusia itu sadar bahwa hal yang dimintanya bukan hal yang terbaik.

Kalau manusia jadi bandel, kadang-kadang Tuhan izinkan manusia mengalami hal yang diinginkannya. Manusia kadang berpikir bahwa hal itu adalah hal yang terbaik, tetapi Tuhan tahu lebih baik daripada manusia.

Saat sudah tersandung, barulah manusia berpikir bahwa yang dimintanya adalah keliru. Kekeliruan manusia pun bisa dijadikan Tuhan suatu hal yang baik.

Seorang manusia yang tidak pernah keliru, sering kali menjadi sombong dan berpikir dirinya yang hebat. Ketika ia mengalami keliru, tersandung, dan jatuh; saat itulah kesombongannya dihancurkan dan kalau ia sadar, ia akan mengalami perubahan yang positif.

Seperti Doraemon yang seringkali memberikan bantuan yang instan kepada Nobita, Tuhan juga seringkali memberikan mujizat kepada manusia. Tujuan Tuhan adalah untuk mengetuk dan membuka hati manusia untuk bisa mengerti kasih dan kuasa Tuhan.

Hanya saja kemudian Tuhan tidak selalu bekerja denngan cara yang sama. Tuhan juga bisa berdiam diri dan seolah-olah tidak mendengarkan permohonan manusia. Padahal Ia tahu dan mendengarkan semua permohonan manusia. Itu Ia lakukan untuk membuat manusia dewasa. Ia ingin manusia mencintai diri-Nya, bukan hanya berkat-Nya.

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, untuk inspirasi yang Tuhan berikan lewat film Doraemon. Seringkali aku bertindak seperti Nobita yang merengek meminta sesuatu dan ketika Tuhan tidak memberikannya, aku sering pundung.

Tetapi aku bersyukur kepada-Mu, Tuhan, karena Engkau begitu sabar menghadapiku. Bantu aku menjadi seorang yang sungguh-sungguh dewasa, Tuhan. Sehingga dalam setiap hal yang Tuhan sudah rancangkan bagiku, aku tidak lagi memikirkan kehendakku yang paling baik, karena memang kehendakku bukanlah yang paling baik. Hanya kehendak-Mu yang paling baik, karena Engkau adalah yang Maha Baik dan Maha Tahu.

Berdoa juga, Tuhan, buat setiap orang yang membaca artikel ini. Bantulah kami semua untuk bisa menjadi orang-orang yang ikut kehendak-Mu, yang mencintai-Mu, bukan berkat-Mu. Apapun boleh terjadi, tetapi asalkan kami memiliki Engkau, kami memiliki segalanya.

Terima kasih, Tuhan, buat kasih-Mu yang teramat dalam. Terutama lewat mujizat dan pengorbanan-Mu yang terbesar dalam diri Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Bantulah kami supaya setiap hari kami sungguh bisa menjadi seorang yang sungguh-sungguh meneladani Kristus, menjadi seperti Kristus, menjadi Kristus-kristus kecil, menjadi seorang Kristen. Karena Kristen bukanlah agama, tetapi Kristen berarti menjadi seperti Engkau, Yesus.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: