All for Glory of Jesus Christ

Saya tidak pernah menduga bahwa saya akan menuliskan hal ini. Saya memperingatkan Anda, ini akan menjadi bacaan yang sangat panjang. Jadi kalau Anda tidak mempunyai cukup waktu untuk membacanya, lebih baik berhenti sekarang juga dan nanti kembali lagi setelah Anda memiliki waktu luang yang cukup panjang hahahaha.

Sungguh di dalam Tuhan itu tidak pernah ada hal yang kebetulan. Kemarin kakak laki-laki saya baru saja mengirimkan respon begini pada saya dari message saya yang sebelumnya saya kirimkan. Padahal saya kirimkan sudah beberapa hari sebelumnya. Saya percaya bahwa ini sungguh bukan kebetulan.

Kurang lebih respon kakak saya adalah berikut:

“Saya belajar, bahwa keadaan kita baik atau tidak, doa kita dijawab atau tidak, Tuhan tuh tetap sanggaaaattt baik. Jadi kita jangan terjebak kalau kita lagi diberkati, maka Tuhan lagi berkenan sama yang kita lakukan, atau sebaliknya. karena kalau kita lagi menghadapi tantangan berarti Tuhan pengen kita naik level dan lulus ujian, dan bukan berarti doa kita dijawab sesuai kemauan kita, itu selalu dari Tuhan, kadangkala itu juga ujian iman kita. bisa ga kita tetap memuliakan Tuhan saat kita sedang diberkati juga.

Saya sering liat orang berkata saya diberkati dan jalan2 dibukain, tapi jalan yang dia pake itu kalau dilihat dari kacamata kekristenan sangat jauh dari prinsipnya. Contoh : ada orang yang mau beli barang dagangan. tanpa tanya Tuhan dia beli dalam jumlah banyak dan akhirnya dia untung. Belum berarti itu berkenan di hadapan Tuhan juga loh. Tapi bisa juga berkenan di hadapan Tuhan karena memang itu berkat yang sudah disediakan untuknya.

Maksud yang saya pengen omongin : banyak kali kita merasa kita berkenan di hadapan Tuhan kalau apa yang kita lakukan berjalan lancar dan baik dan seringkali kita merasa kita salah di hadapan Tuhan dan mencari2 kesalahan kita dan merasa Tuhan tidak berkenan atas hidup kita ketika ada masalah besar menghadang jalan kita. no….untuk selalu introspeksi kita benar/tidak di hadapan Tuhan adalah sangat perlu….tapi kalau kita melakukan segala perintah-Nya dan hidup benar di hadapan-nya maka ketika datang masalah bukan berarti kita tidak diberkati atau ditinggalkan Tuhan tapi Tuhan pengen kita melakukan sesuatu yang lebih besar atau justru malahan dengan masalah, Tuhan pengen kita menggenapi visi-Nya dalam hidup kita.”

Wow! Sungguh dahsyat bukan? Itulah kakak saya :). Respon saya terhadap yang kakak saya sampaikan kurang lebih adalah:

“Saya setuju, Ko :). Saya ga bilang bahwa kalau saya dalam masalah berarti saya ga diberkati Tuhan. Saat ini saya juga ngehadapin masalah sih. Tapi saya mencoba berpikir positif aja:).

Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Anda tahu apa yang terjadi? Setelah itu hari ini ada satu orang mahasiswa yang datang pada saya untuk konseling pribadi. Saya sungguh tidak menyangka hal tersebut. Setelah dilayani, saya berkata kepadanya:

“Jangan pernah berpikir bahwa ketika bisa merasakan hadirat Tuhan baru kita merasa Tuhan itu dekat. Saat kita tidak merasakan hadirat Tuhan pun, Ia tetap bersama kita, karena Ia adalah Immanuel, Allah beserta kita.”

Hari ini saya mendapatkan semuanya itu saling terhubung. Saya akan menceritakan cerita yang sangat panjang kepada Anda.

Cerita ini dimulai dari tahun lalu. Tepatnya 16 April 2009. Saya ingat karena memang ada sesuatu yang membuat saya jadi ingat tanggal tersebut. 16 April 2009 pada suatu siang, saya berada di rumah saya. Tepatnya di kamar saya. Ya, saya orang yang senang sekali berada di kamar saya. Kamar saya adalah istana saya.

Di kamar, saya bisa berkarya dalam berbagai bentuk dan melayani dalam berbagai bentuk. Siang itu, saya sedang berada di depan notebook saya, melihat-lihat suatu forum Kristiani yang saya menjadi moderatornya.

Tiba-tiba, saya mendengar suatu suara berkata:

“Cari beasiswa sekarang.”

Saya langsung berdebar-debar saat itu juga. Saya tahu persis itu bukan saya yang berpikir. Saya memang memiliki rencana bahwa saya ingin mencari beasiswa S3 kalau saya sudah menjadi dosen tetap selama 5 tahun dan dalam kondisi saya sudah siap. Saat itu saya sama sekali belum menjadi dosen tetap dan saya tertegun ketika mendengar suara itu.

Saya lalu bertanya kepada Tuhan:

“Kemana, Tuhan?”

Karena saya sungguh bingung dan tidak tahu harus ke mana, apalagi itu memang sungguh bukanlah rencana saya. Itu sebabnya saya bertanya kepada Tuhan.

Keesokan harinya saya membaca renungan harian yang ditulis oleh Rick Warren. Judul renungannya pada 17 April 2009 itu adalah “Every Nation: Shift From Local to Global Thinking”. Begitu saya membaca itu, saya langsung tahu bahwa Tuhan ingin saya mencari beasiswa ke luar negeri.

Padahal saya pernah berkata kepada seorang sahabat saya bahwa saya tidak ingin tinggal di luar negeri, saya ingin di Indonesia saja. Indonesia itu sangat nyaman bagi saya. Ternyata saya mendapatkan bahwa Tuhan ingin saya mencari beasiswa ke luar negeri.

Setelah itu saya berdoa lagi:

“Tepatnya ke mana, Tuhan?”

Kemudian besoknya saya pergi ke kampus seperti biasa. Saat itu saya perhatikan di jalan-jalan terdapat spanduk suatu operator telepon tertentu yang sebelumnya tidak pernah ada. Warna spanduknya putih dengan tulisannya berwarna biru. Tulisan dari spanduk tersebut adalah:

“Kangen seseorang di Australia? Sekarang tinggal telepon menggunakan …….”

Saya kaget sekali! Tapi saya berpikir, ah kebetulan. Kemudian ketika sampai di kampus hari itu untuk mengajar, saya melewati pintu depan dan saya dapati ada seorang mahasiswi sedang di depan notebook-nya dan tas notebook-nya tergeletak begitu saja di lantai.

Saya agak kesal waktu itu karena sebenarnya itu bukanlah tempat yang tepat untuk duduk apalagi ia meletakkan tas notebook-nya sembarangan. Ketika saya menunduk, saya melihat tas tersebut berwarna hitam lalu saya melihat tulisan di atas tas tersebut:

“Australia” dan disertai dengan gambar kangguru.

Saya lebih kaget lagi! Saya lalu berdoa, apakah memang Tuhan ingin saya ke Australia?

(Bersambung ke Bagian-2)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: