All for Glory of Jesus Christ

Sebelumnya pada artikel “Urapan dan Manifestasi Roh Kudus
saya sudah menceritakan mengenai urapan dan manifestasi Roh Kudus yang dahsyat di gereja baru saya. Kali ini saya akan menceritakannya lagi.

Jadi minggu ini seperti biasa saya datang ke gereja untuk ibadah. Lalu seperti minggu lalu, saya merasakan urapan dan manifestasi Roh Kudus yang luar biasa. Seperti minggu-minggu lalu, saya merasakan badan saya bergerak sendiri. Seperti minggu lalu, air mata saya jatuh dengan sendirinya. Padahal saya tidak sedang sedih. Walaupun minggu lalu saya merasakan hal itu, tetap saja bukan hal yang biasa bagi saya.

Lalu setelah kotbah, ada sejumlah orang yang memberikan kesaksiannya. Satu di antaranya bercerita bahwa ia dipanggil Tuhan untuk melayani di gereja saya tersebut padahal sebelumnya di gereja lain.

Saya ketika mendengar hal itu, saya berpikir:

“Kog sama, ya?”

Lebih jauh lagi, orang tersebut menuturkan bahwa sekarang ia dipanggil Tuhan untuk melayani di gereja lain. Saat mendengar hal itu, saya juga tertegun. Karena memang kalau hal yang saya dapatkan tahun lalu itu memang dari Tuhan, Tuhan ingin saya melayani di gereja lain tahun depan. Saya sedang menunggu waktu-Nya.

Lebih heran lagi ketika saya mendengar bahwa orang yang bersangkutan suka menuliskan kotbah dari penatua di sana dan menambahkannya. Saya lagi-lagi berpikir:

“Kog sama lagi, ya?”

Ah, ah, ah, terlalu banyak kesamaan. Saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah bekerja dalam kebetulan. Saya percaya bahwa sekali lagi saya tidak keliru mengambil keputusan untuk pindah ke gereja baru saya ini. Sekali lagi saya merasa mendapatkan konfirmasi mengenai hal itu.

Kedua ada seorang teman SMU saya yang ternyata menjadi salah seorang pemimpin kaum muda di sana yang mendapatkan visi dari Tuhan untuk melakukan kegerakan di antara kaum muda. Disampaikan berbagai banyak hal oleh teman saya itu.

Ketika ia menyampaikan bahwa kekurangan orang, saya berpikir bisa jadi inilah alasan Tuhan menyuruh saya untuk ke gereja baru saya. Dari awal memang pemikiran spontan yang timbul untuk ke gereja tersebut bukanlah pemikiran saya. Karena sekejap saja, tahu-tahu timbul pikiran itu.

Sebelumnya saya merasa mendapatkan misi temporer untuk membentuk pemimpin masa depan tapi belum jelas bentuknya. Kelihatannya bisa jadi saya harus membentuk pemimpin masa depan lewat kegerakan kaum muda tersebut. Yah, saya masih harus terus berdoa. Kalau memang itu yang Tuhan mau, saya tentu saja siap untuk melakukannya.

Kemudian dikatakan bahwa akan diberikan pengurapan bagi kaum muda di sana. Kemudian seseorang meminta saya, teman saya, dan adiknya untuk maju juga. Kelihatannya semua orang muda yang hadir dalam ibadah itu diminta maju ke depan.

Setelah berdoa dan diberikan pengurapan, tiba-tiba penatua di sana menumpangkan tangan di atas kepala saya dan memberikan pengurapan. Ternyata seketika saya rebah!

Saat saya membuka mata, saya sebenarnya agak kaget juga karena saya tidak menyangka akan rebah. Memang dari kegiatan pemuridan “Dasar Kekristenan” yang saya ikuti di gereja lama, saya mendapatkan pengertian bahwa rebah merupakan salah satu bentuk manifestasi Roh Kudus ketika Ia bekerja untuk menjamah seseorang.

Saya sekejap teringat peristiwa tahun lalu, tepat sebelum saya dan keluarga berangkat ke Eropa. Saya waktu itu berpikir bahwa kalau berjalan-jalan ada besar kemungkinan akan jarang mendapatkan kesempatan untuk beribadah ke gereja. Itulah sebabnya saya pertama kali dalam 6 tahun saya beribadah di gereja lama saya, saya datang dalam acara doa pada hari Rabu pagi yang disebut sebagai “Doa Oasis”.

Saat diminta bagi yang memiliki pergumulan dan beban doa untuk maju supaya bisa didoakan, saya tetap duduk bersila di tempat semula dan diam. Yah, alasannya sederhana. Saya saat itu merasa tidak ada hal yang sedang saya gumulkan. Apalagi saya sedang sangat bersuka cita karena Tuhan lewat kakak perempuan dan kakak ipar saya memberikan saya kesempatan untuk jalan-jalan ke Eropa.

Jadi, karena pujian sedang dikumandangkan, saya tetap ikut memuji Tuhan dengan posisi yang sama. Ketika saya mengangkat tangan, tiba-tiba tangan saya bergerak dengan sendirinya.

Lalu ada seorang ibu yang mendekati saya. Tiba-tiba ia menumpangkan tangannya di atas kepala saya dan saya pun rebah seketika. Sebenarnya kalau mau dipikirkan secara logika, posisi duduk bersila itu cukup kokoh. Tetapi hanya dengan penumpangan tangan, sekejap saja saya bisa rebah. Memang Roh Kudus kalau sudah bekerja itu sungguh luar biasa!

Logika manusia tidak akan pernah bisa mengerti hal itu. Itu sebabnya kalau kita ingin mengerti Tuhan dan cara kerja Tuhan hanya lewat logika kita, akan sangat sulit untuk bisa mencapainya.

Dua kejadian yang sama, pada tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, pada posisi tubuh yang berbeda, dengan orang yang berbeda, tapi keduanya sama-sama menumpangkan tangan pada atas kepala saya padahal saya sama sekali tidak memintanya, dan hasilnya sama: saya rebah!

Setelah itupun dalam kedua kejadian terpisah itu, ketika saya mencoba untuk bangun, badan saya terasa lemas sekali. Memang dibahas dalam pelajaran pemuridan di gereja lama saya bahwa setelah rebah memang akan terasa tidak bertenaga.

Saya saat ini sedang merenung. Apakah tujuan Tuhan dengan semua ini? Apakah memang Ia sedang mempersiapkan saya untuk sesuatu yang begitu besar di masa yang akan datang?

Ya, 10 tahun lalu Ia memang sudah mengatakan kepada saya bahwa saya akan menjadi penuai jutaan jiwa. Tahun lalu Tuhan sudah mengatakan suatu hal yang sangat spesifik kepada saya. Hanya saja saya tidak tahu apakah benar untuk itu Ia mengurapi saya pada hari ini?

Apapun itu, saya bersyukur untuk urapan dan manifestasi Roh Kudus yang terjadi pada diri saya. Walaupun saya tidak mengerti rencana persis Tuhan, saya hanya bisa mengatakan “Ya” untuk setiap hal yang Ia minta.

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, buat urapan dan manifestasimu bagiku pada hari ini. Aku percaya apapun juga yang Tuhan sediakan bagiku, aku akan melangkah untuk melakukannya.

Sebesar apapun itu, aku percaya bahwa Engkau menyertaiku. Penyertaan-Mu itulah yang akan memampukan aku melakukan apapun, bahkan hal yang mustahil sekalipun. Aku percaya dan menerimanya dengan iman, Tuhan.

Tuhan, aku berdoa urapan itu juga melanda setiap orang di gereja baruku, di gereja lamaku, di seluruh gereja, ke semua anak-Mu, Tuhan. Supaya sungguh kegerakan dahsyat-Mu terjadi di semua tempat.

Supaya akhirnya sungguh semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku, bahwa Engkau, Yesus, adalah Tuhan. Aku percaya itulah kerinduan-Mu, supaya Engkau dan kami manusia menjadi satu. Terjadilah kehendak-Mu, Tuhan, di atas muka bumi ini.

Kalau Kau mau pakai setiap kami untuk menjadi alat-Mu dalam setiap hal yang Engkau mau lakukan di atas bumi ini; kami siap, Tuhan. Menjadi alat-Mu adalah kehormatan bagi kami dan kami MAU, Tuhan.

Terima kasih, Roh Kudus, buat pekerjaan-Mu. Kami menantikan hal yang lebih dahsyat lagi, kegerakan yang lebih dahsyat lagi, supaya bisa memberkati lebih banyak orang. Dengan demikian, nama-Mu akan dimuliakan dengan lebih lagi, ya Tuhan.

Anak-Mu telah selesai berdoa, tapi aku percaya Engkau masih terus bekerja. Bekerjalah dengan sebebas-bebasnya, ya, Tuhan. Terima kasih, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Amin.

Comments on: "Lagi, Urapan dan Manifestasi Roh Kudus" (2)

  1. Saya senang dengan kesaksian ini. Tuhan mengurapi orang percaya untuk menjadi saksi-Nya. Akan lebih baik jika kesaksian disertai referensi ayat-ayat Alkitab, supaya pembaca tidak hanya mendengar kisah Anda, tetapi juga mengenal Alkitab melalui Anda. Shalom!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: