All for Glory of Jesus Christ

Penghiburan dari Tuhan

Beberapa hari ini saya mengalami sejumlah hal yang membuat saya sempat kecil hati dan sedih. Setelah beralih dari telepon genggam ke perangkat baru komunikasi yang membuat saya terhubung dengan lebih banyak orang secara lebih mudah, saya menambahkan lebih banyak orang untuk saya kirimi sms dan pesan setiap harinya.

Dulu sekian tahun yang lalu, saya mulai mengirimkan sms berisi kata-kata motivasi, inspirasi, atau renungan. Setelah sekian lama seperti yang saya pernah ceritakan sebelumnya, saya sekian bulan terakhir ini mulai mengirimkan variasi isi sms. Tahun lalu saya menuliskan mengenai kesaksian.

Pada satu bulan terakhir ini saya juga mengirimkan informasi mengenai penggalangan dana untuk korban Merapi yang saya dan Norma (teman saya) lakukan dan juga informasi mengenai seorang anak rohani saya yang melaju ke putaran final suatu acara pencarian bakat tertentu. Satu minggu terakhir ini saya juga mengirimkan informasi mengenai lowongan kerja yang saya dapatkan.

Alasan saya adalah kalau memang informasi-informasi tersebut bisa membantu orang lain, ya mengapa tidak saya kirimkan? Tetapi ternyata saya salah.

Tidak semua orang menyambut baik hal yang saya lakukan. Ada yang merasa keberatan, ada yang merasa terganggu, bahkan dulu ada yang sempat marah-marah karena merasa saya menyindirnya. Padahal saya tidak sedang dan tidak senang menyindir orang. Saya lebih suka menegur secara langsung. Bukan apa-apa, saya melihat sindiran itu lebih bersifat menghancurkan daripada membangun. Lagipula alamat orang yang ditujukannya juga tidak jelas jika dilakukan dalam bentuk sindiran.

Saya mengirimkan renungan tersebut berdasarkan hal yang saya dapat. Jadi sifatnya adalah umum. Kalau ada yang merasa tersindir, yah mungkin yang bersangkutan sedang ada masalah dengan hal tersebut. Bahkan ketika saya memaksudkan sesuatu sebagai bentuk dukungan, ada orang yang menganggapnya sebagai bentuk penghinaan. Ah ah ah, betapa kompleksnya manusia ini.

Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki preferensinya (kesukaannya) sendiri-sendiri. Setiap orang memiliki pemahamannya sendiri-sendiri. Setiap orang memiliki pandangannya sendiri-sendiri. Saya juga sudah sangat memahami bahwa saya tidak akan pernah bisa menyenangkan semua pihak, karena itu sangat mustahil bahkan Tuhan pun tidak melakukannya.

Walaupun begitu, tidak urung hal itu membuat saya kecewa dan sedih. Rasanya saya hanya ingin menolong, tetapi ternyata tidak semua orang menerima dengan baik hal itu. Padahal informasi tersebut tidak bayar, gratis diterima setiap hari di telepon genggam masing-masing, dan saya harus membayar setiap bulannya untuk melakukan itu. Saya juga tidak mendapatkan keuntungan apapun dari pengiriman sms yang ada.

Sedikit banyak hal itu menyakitkan juga. Ketika niat baik saya tidak diterima dengan baik, itu menyakitkan. Tetapi memang saya tidak pernah bisa memaksakan hal yang saya pikir kepada orang lain. Seperti kotbah yang disampaikan kemarin, kebutuhan setiap orang berbeda-beda.

Pagi ini ketika saya membaca renungan pagi, saya mendapatkan suatu penghiburan yang besar. Di sana dituliskan judulnya adalah “Discouraged Servants” yang ditulis berdasarkan kisah di Alkitab, yaitu Markus 14:1-9.

Di Markus 14:1-9 diceritakan tentang Maria yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Lalu ada orang yang menganggap hal tersebut sebagai pemborosan.

“Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu.” (Markus 14:4-5)

Tetapi ternyata Tuhan menjawab lain:

“Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”” (Markus 14:6-9)

Ada satu bagian dari renungan pagi ini yang membuat saya menangis:

“Are you frustrated because of what you can’t do, and critical of what you can? Are the murmurings of others drowning our God’s “well done”? Rest for a while at Jesus’ feet and gain Mary’s understanding. Then rise up and do what you can, knowing that He will be pleased.”

Itu adalah sungguh penghiburan yang besar sekali dari Tuhan lewat renungan pagi ini. Ketika setiap kita berusaha melakukan yang terbaik sekalipun dan bahkan itu tidak pernah cukup untuk memuaskan semua orang, ternyata Tuhan melihat hal itu. Ia mengetahui hati setiap kita. Saat kita melakukan sesuatu demi kemuliaan nama-Nya, bukan untuk mencari keuntungan pribadi, Ia berkenan kepada kita.

Penutup dari renungan hari ini bahkan lebih lagi menguatkan saya:

“When you give your all, your little is a lot.”

Puji Tuhan, sungguh Ia sungguh luar biasa baik! Ketika saya sakit, Ia penyembuh saya. Ketika saya bekerja, Ia mendampingi dan memberikan saya ide-ide baru. Ketika saya bersukacita, Ia turut bersukacita bersama saya. Ketika saya sedih, Ia menghibur saya. Lebih dari itu, saya diajar untuk lebih lagi berhikmat dan bukan hanya bersandar pada perasaan dan pemikiran saya semata.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Apakah hari-hari ini Anda sudah melakukan semua hal yang terbaik yang Anda bisa lakukan, namun itupun tidak pernah cukup untuk bisa memuaskan semua orang? Tuhan mengetahui hati Anda dan itu lebih dari cukup. Tidak usah mencari perkenanan dari manusia, karena Anda akan terus kecewa. Cukup mencari perkenanan dari Tuhan semata, tapi tetaplah menggunakan hikmat Tuhan dalam setiap hal yang Anda lakukan.

Apakah Anda sudah melakukan hal yang baik tapi niat baik Anda tidak diterima dengan baik, malah Anda disalahpahami, dicibir, dihina, diolok-olok, dan dibenci? Tuhan tahu hati Anda, teruslah berbuat baik. Ia pun mengalami hal yang sama. Jangan pernah berhenti berbuat baik.

Doaku hari ini: Terima kasih, ya, Tuhan, untuk penghiburan-Mu. Terima kasih, terutama karena Engkau begitu mengasihiku. Tuhan, apapun yang kukatakan atau tidak kukatakan, apapun yang kulakukan atau tidak kulakukan, biarlah itu semua adalah dari, untuk, dan demi kemuliaan nama-Mu. Biarlah setiap tawa dan tangisku sekalipun adalah untuk kemuliaan-Mu. Biarlah lewat setiap kejadian baik maupun buruk di dalam hidupku, semuanya hanya demi kemuliaan nama-Mu.

Tuhan, jika ada yang membaca artikel ini merasa bahwa setiap hal baik yang mereka lakukan untuk menyenangkan hati-Mu ternyata disalahpahami, dicibir, dan direndahkan orang, biarlah penghiburan-Mu meliputi hati mereka. Ajar kami semua untuk masuk lebih dalam lagi dalam rencana-Mu. Berikan kami kekuatan untuk memikul salib kami setiap hari demi kemuliaan nama-Mu.

Penghiburan-Mu menguatkan kami untuk terus melakukan yang terbaik dalam setiap hal yang kami lakukan. Berikan kami hikmat untuk kami memberikan hal yang dibutuhkan setiap orang tepat pada waktunya, tepat pada tempatnya, tepat pada situasinya, sehingga dengan demikian kami bisa sungguh menjadi garam dan terang, menjadi saksi-saksi-Mu yang efektif di dunia ini.

Terima kasih, Tuhan, untuk didikan-Mu bagi kami semua. Didik, ajar, bahkan kalau perlu hajar kami, Tuhan, supaya kami sungguh tumbuh menjadi orang-orang yang bukan hanya melakukan yang terbaik, tapi menjadi orang yang melakukan hal yang berkenan dan yang sempurna di hadapan-Mu.

Amin.

Iklan

Comments on: "Penghiburan dari Tuhan" (4)

  1. Roberta (Ing-ing) said:

    Seorang teman Ing pernah cerita juga masalah seperti ini. Dia banyak membantu orang, tapi tidak seorang pun menganggap itu sebagai bantuan, malah ada yang menganggap itu sebagai hinaan bahkan menambah kesulitan. Ing lantas memposisikan ing sebagai orang itu. Jika Ing berpikir sama seperti dulu, mungkin Ing akan melakukan hal yang sama. Merasa terganggu, bahkan mungkin ingin marah karena merasa kok apa yang diberikan menghina atau memojokkan. Tapi sewaktu Ing berpikir lebih positif, Ing menangkap 1 hal baik dari itu semua. Sudah pasti Tuhan menggunakan Santi untuk menjawab doa yang kita tunggu-tunggu. Itu sudah pasti. Tapi anyway. Ing selama ini terus terang merasa terberkati dengan kata-kata yang Santi kirim. Bahkan kalau ga dikirim, kok seperti ada yang hilang. Beberapa kali memang apa yang Santi tulis dan kirim itu adalah jawaban Tuhan atas doa2 Ing.

    Satu yang temen Ing bilang waktu dia menerima hal seperti Santi. Tuhan Yesus waktu dulu juga dihina dan dicaci, tapi Tuhan tetap berkarya, DIA tetap pada tujuan awalnya meskipun banyak orang yang tidak suka dan tidak terima. Kenapa kali ini kita harus menyerah? Kita punya Tuhan yang dapat menguatkan kita. Mungkin 1 atau 2 orang tidak suka, tapi Tuhan jauh lebih tau bahwa masih banyak orang yang membutuhkan kita. Mungkin kali ini mereka tidak terima, tapi sudah pasti satu waktu mereka akan ingat apa yang pernah Santi bagikan untuk mereka. Terus berkarya ya San.

    Tuhan Yesus memberkati 🙂

    • Ing, thank you ya. Bener-bener lagi banyak masalah akhir-akhir ini. Dukungan dan share dari Ing tentang temen Ing itu bener-bener menguatkan aku :). Iya, tetap akan berkarya :). Makasih banget! Tuhan memberkati 🙂

  2. syalom….
    Sangat menghibur n menguatkn hati,aku mlh punya pnglmn yg lbh buruk karena bkn hanya kata2 yg kuterima tpi smpai pkln,bahkan namaku jadi rusak krn dituduh menghancurkn rumah tangga mereka,mrkpun smp melprkn kpd pemerintah,,,,hanya karena aku sering sms ayat2 FirTu, kata2 motivasi…tapi yg kutahu… ‘usahaku dalam Tuhan takkan pernah sia-sia’
    JLU

    • Hi Jeannet,

      Saya juga pernah mengalami hal yang agak mirip, tetapi teman saya kemudian mengatakan kepada saya bahwa dia minta maaf untuk tidak mengirimkan sms lagi karena istrinya cemburu. Sejak itu tidak saya kirimkan lagi. Kelihatannya memang pengiriman Firman Tuhan dan kata-kata motivasi ini memang perlu tepat sasaran. Kalau memang ternyata tidak tepat sasaran, besar kemungkinan masalah yang timbul. Jadi ya memang di sana kesulitannya tapi ya pasti ada yang merasakan manfaatnya juga kan. Jadi dikirimkan saja pada yang memang mendapatkan manfaatnya :). Saya juga begitu kog sekarang. Toh kalau memaksakan mengirim pada yang tidak mau menerima, jadi sia-sia. Jadi lebih baik fokus pada yang memang mau menerimanya. Jbu too.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: