All for Glory of Jesus Christ

I am Beautiful

Sebenarnya hal ini sudah lama sekali ingin saya tuliskan, tetapi lagi-lagi kesibukan menghalangi saya untuk menuliskannya. Hari ini saya sedang ingin relaksasi sambil menuliskan beberapa artikel sebelum saya akan mulai sibuk lagi dengan berbagai hal yang harus saya kerjakan yang sudah menumpuk.

Bayangan tentang pekerjaan yang sudah mengantri ini sejenak harus saya singkirkan dulu hahaha. Ya, memang pekerjaan itu tidak ada habis-habisnya, sama seperti berkat Tuhan yang tidak ada habisnya dan selalu baru setiap hari hahaha. Tapi tidak masalah, saya yakin akan dapat mengerjakannya setelah pikiran saya lebih riang.

Sebelum membaca lebih jauh, saya harus memberikan peringatan ini. Kalau Anda tidak tahan dengan segala hal yang berbau narsis (mencintai diri) lebih baik Anda berhenti membaca sekarang juga, karena saya tidak mau bertanggung jawab kalau Anda ingin (maaf) muntah saat membaca di tengah-tengah hahahaha.

Dari judulnya Anda pasti sudah bisa menebak hal yang ingin saya ceritakan hahaha. Jadi ceritanya begini. Beberapa minggu lalu, saya berjalan-jalan di satu pertokoan favorit saya. Ketika sedang berjalan-jalan saya mendengar lagu yang mengalun adalah:

“You’re beautiful, you’re beautiful, you’re beautiful to me.”

Ketika mendengar lagu tersebut, saya berkata dalam hati:

“Yes, I am, yes I am, yes I know that.”

Huahahhaha, narsis sekali ya saya? Tapi memang narsis pada porsi yang tepat itu sehat dan sangat diperlukan, tahukah Anda mengapa? Karena mencintai diri sendiri adalah salah satu syarat bagi Anda untuk dapat mencintai dan dicintai oleh orang lain.

Bagaimana seseorang bisa memberi kalau dirinya sendiri tidak memiliki? Bagaimana bisa mengasihi dan dikasihi kalau dirinya sendiri tidak mengasihi diri sendiri? Tuhan sendiri memandang kita semua begitu indahnya.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27)

“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.” (Kejadian 1:31)

Baca baik-baik pada Kejadian 1:27 itu saya menggarisbawahi kata “menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah”. Kita semua sebagai manusia diciptakan Tuhan menurut gambar Allah sendiri. Jadi sudah jelas kita luar biasa cantik dan tampan.

Seperti kata seorang teman saya:

“Some people are born pretty, the rest are born handsome” – Ronny
(“Sejumlah orang dilahirkan cantik, sisanya dilahirkan tampan”)

Apalagi Tuhan setelah menciptakan manusia melihat bahwa manusia itu sungguh amat baik (Kejadian 1:31). Jadi apa alasannya kita melihat bahwa diri kita itu sebaliknya dari yang Tuhan katakan?

Penyebabnya adalah rusaknya citra diri manusia. Rusaknya citra diri ini biasanya disebabkan oleh luka masa kecil atau masa remaja. Penolakan dari orang tua, teman-teman, dan orang-orang terdekat, pemberian label yang buruk atas diri seseorang, kedua hal itu biasanya yang berperan luar biasa besar untuk merusak citra diri seseorang.

Ada begitu banyak orang yang mempercayai kebohongan yang disebarkan si jahat untuk percaya bahwa dirinya itu buruk rupa, bodoh, tidak dapat melakukan apapun. Padahal sesungguhnya manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang segambar dengan diri-Nya.

Dulu saya memandang diri saya juga buruk rupa, padahal sesungguhnya saya sangat cantik (hahahaha, saya merasa ada yang (maaf) sudah mau muntah di sini). Saya sekitar 10 tahun lalu akhirnya mengetahui penyebabnya.

Ibu saya dengan refleks di suatu siang mengatakan bahwa mereka itu dulu hanya berencana punya 3 anak saja. Jadi setelah lahir kakak saya, mereka tidak berencana punya anak lagi. Jadi mereka menggunakan alat kontrasepsi.

Ternyata setelah 3 tahun sejak kakak saya lahir, saya pun hadir di rahim ibu saya hahahaha. Yah, begitulah, bahkan sebelum lahir saya sudah menunjukkan sifat keras kepala saya yang tidak mau dihalangi oleh alat kontrasepsi hahahaha.

Bukan, saya bercanda hahahaha. Maksud saya, rencana Tuhan itu terlalu besar untuk dihalangi oleh rencana dan usaha manusia. Ketika orang tua saya mengetahui bahwa saya sudah ada, mereka berharap bahwa saya adalah laki-laki karena mereka sudah memiliki 2 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki.

Tapi memang dasar saya keras kepala (ups, maksud saya rencana Tuhan memang terlalu besar untuk diatur oleh kehendak manusia), saya pun terlahir sebagai perempuan. Ah puji Tuhan! Untung saya tidak terlahir sebagai laki-laki. Anda tahu mengapa? Karena kalau saya terlahir sebagai laki-laki, tentu saja saya tidak akan secantik ini hahahahha, tapi tentu saja saya akan tampan sekali hahahaha.

Hal itu ternyata menjadi sumber tertolak dan rasa rendah diri yang begitu besar dalam diri saya. Saya nyaris selalu menjadi juara kelas. Rata-rata saya menjadi juara 1 atau 2. Bisa dibilang saya dikenal orang sebagai seorang anak yang pintar dari sejak saya di sekolah dasar.

Hanya saja, saya selalu merasa kesepian dan rendah diri saat itu. Saya sering berpikir kalau saja saya bisa seperti si A yang cantik, seperti si B yang populer, dan seterusnya. Padahal saat itu saja, sejumlah teman saya kagum pada saya dan ingin menjadi seperti saya.

Ya, memang tidak mudah untuk memulihkan citra diri yang rusak. Tapi 10 tahun lalu, pertama kali dalam hidup saya Tuhan sungguh-sungguh hadir secara nyata dan memulihkan hidup saya, memulihkan gambar diri saya. Sungguh benar perkataan Firman Tuhan bahwa:

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Saat Yesus menyentuh hidup saya, hidup saya berubah. Saya ingat sekali waktu itu sulit sekali untuk mengatakan dan menyadari bahwa saya ini cantik. Seorang hamba Tuhan membantu saya untuk memulihkan gambar diri, berkata

“Coba lihat cermin dan katakan bahwa: “Saya cantik.”“

Saya ingat sekali waktu itu saya mengelak untuk mengatakan diri saya cantik dan bertanya:

“Apakah saya boleh mengatakan yang lainnya, selain cantik?”

Sulit sekali bagi saya untuk menerima diri saya cantik. Padahal sejak saya duduk di bangku sekolah dasar dulu, ada seorang teman yang mengatakan bahwa ada seorang anak laki-laki yang menyukai saya dan mengatakan kurang lebih bahwa saya cantik hahahaha.

Penerimaan diri dan pemulihan gambar diri adalah sesuatu yang sangat penting terjadi. Dalam diri kita tersimpan begitu banyak potensi yang menunggu untuk ditemukan dan diasah. Potensi ini akan terus tersembunyi dan bahkan tidak diketahui, jika kita berpikir dengan pola pikir yang keliru: dengan penolakan dan gambar diri yang rusak.

Semua orang di dunia ini boleh saja mengatakan kita cantik dan tampan, tapi kalau diri kita sendiri tidak mempercayainya maka itulah yang terjadi. Hal yang kita percayai itulah yang terjadi dalam hidup kita.

Penerimaan diri dan pemulihan gambar diri dimulai dari mengampuni. Setiap orang dan hal yang membuat kita tertolak dan memiliki gambaran diri yang rusak, itu harus kita ampuni. Panduan singkat untuk itu sudah pernah saya tuliskan dalam artikel “For the Love of Myself”. Silakan mengacu ke sana untuk pembahasannya.

Kalau Anda bertanya kepada saya, bagaimana sekarang efeknya terhadap saya sekarang ini? Ehem, yah begitulah saya merasa cantik, pintar, baik, hebat, dan luar biasa! Huahahhahaa.

Walaupun ada satu hal yang membuat saya agak penasaran mengenai diri saya, apakah itu? Satu hal itu adalah ada sejumlah orang (kalau tidak mau dikatakan banyak orang) yang mengatakan bahwa saya itu di luar sangat perempuan tapi di dalam sangat laki-laki hahahaha.

Saya tidak tahu hal itu apakah bersumber dari keinginan orang tua saya yang ingin punya anak laki-laki, atau memang itulah desain unik Tuhan untuk saya. Hal yang pasti saya bersyukur untuk keunikan saya itu.

Yah kalau Anda cukup mengenal saya, di luar (secara fisik) saya memang perempuan sekali. Saya jelas cantik sekali hahahaha. Saya sekarang suka sekali menggunakan rok. Saya juga suka menggunakan anting-anting dalam berbagai bentuk. Saya juga menggunakan gelang kaki dan kalung. Yah benar-benar seperti perempuan umumnya.

Hanya saja di dalam (secara jiwa) saya mirip sekali dengan laki-laki, maksudnya saya lebih dominan dalam hal logika daripada perasaan. Saya kalau membeli barang itu terutama lebih melihat fungsinya daripada lucu bentuknya, kecuali kalau itu untuk aksesoris yang membutuhkan masalah bentuk. Kalau saya berbelanja; kalau saya melihat suatu barang, suka, dan harganya menurut saya sesuai dengan yang saya inginkan, saya tidak membutuhkan waktu lama untuk membelinya.

Selain itu saya juga orangnya tidak terlalu pintar untuk masalah multi-tasking (mengerjakan sejumlah pekerjaan pada waktu yang sama). Padahal untuk perempuan biasanya pintar sekali untuk melakukannya. Saya juga biasanya kalau sedang mengerjakan sesuatu itu relatif tidak peduli lingkungan sekitar, dalam arti saya sangat fokus kalau sudah sedang mengerjakan sesuatu dan tidak sadar ada sesuatu yang terjadi di sana. Hal ini adalah sungguh kekhasan laki-laki.

Ada banyak pengalaman lucu berkaitan masalah keunikan ini. Beberapa orang teman laki-laki yang pertama kali mengenal saya di suatu forum Kristiani di internet dan mengirimkan pesan untuk berkonsultasi atau untuk sekedar membalas komentar saya di forum tersebut, cukup banyak yang berkomentar dan menduga saya adalah seorang laki-laki, lalu juga mengira saya berumur sudah agak lanjut.

Ketika saya tanyakan kepada mereka alasan mereka menduga demikian, mereka rata-rata menjawab bahwa penuturan saya sangat logis dan sistematis. Sangat khas pria! Hahahaha. Tapi untungnya sejumlah teman juga mengatakan bahwa saya sangat keibuan. Ah puji Tuhan, jadi saya bukannya tidak normal hahahahaa.

Saya bersyukur bahwa saya diciptakan begitu unik oleh Tuhan, dalam segala yang ada pada diri saya. Segala hal itu memang dirancangkan Tuhan khusus untuk saya. Setiap orang itu adalah ciptaan yang unik, tidak ada 2 orang yang sama sekalipun kembar. Itu sebabnya bersyukurlah bahwa Tuhan menciptakan diri Anda begitu cantik/tampan, pintar, baik, berbakat, hebat, dan luar biasa!

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menciptakan diriku begitu sempurna. Aku bersyukur karena aku begitu cantik, pintar, baik, hebat, dan luar biasa. Segala hal yang Tuhan berikan dalam diriku adalah rancangan-Mu yang sempurna. Terima kasih, Tuhan.

Tuhan, bila ada orang yang membaca artikel ini dan merasa mereka jelek, bodoh, jahat, sial, dan segala hal yang buruk lainnya, biarlah kasih-Mu yang menjamah mereka dan mengubah mereka menjadi baru ya, Tuhan. Biarlah kesadaran masuk ke dalam diri mereka dan membuat mereka mengerti bahwa mereka Engkau ciptakan sebagai orang-orang yang rupawan (cantik/tampan), pintar, baik, hebat, dan luar biasa.

Aku berdoa untuk pemulihan setiap orang yang tertolak dan setiap gambar diri yang rusak. Biarlah setiap orang bisa bangkit dan menerima dirinya sebagaimana Engkau menerima diri kami. Biarlah setiap orang bisa mencintai dirinya karena memang kami diciptakan Engkau dengan sangat luar biasa.

Terima kasih, Tuhan, buat kebaikan-Mu yang tak pernah habis dalam hidup kami. Kami hidup sebagai gambar-Mu di dunia ini untuk membawa kemuliaan bagi nama-Mu.

Amin.

Comments on: "I am Beautiful" (2)

  1. gue banget sih…..gue juga ga bisa melakukan banyak hal sekaligus… klo fokus suka lupa ama linkungan sekitar… (mungkin dikira autis)…. lebih melihat fungsi suatu benda,daripada kelucuan bentuk nya… gambar diri juga rusak (dlm proses pemulihan.. i hope) beberapa orang bilang gue kaku, bahkan seperti tidak ada….(karena tidak banyak bicara dan merespon) beberapa orang lain (sahabat2 terutama) malah bilang gue orang nya lucu…. emang sih gue yg di kantor dan gue yang di linkungan sahabat… beda… klo di kantor fokus ke kerjaan bgt… gue pengen deh jalanin hidup gue tanpa ada cap apapun…. just be my selft… as the way God
    made me…

    • Masalah cap dari orang lain, sebenarnya mungkin setiap orang juga bisa saja diberi cap apapun oleh orang lain. Asalkan kita bisa tetap melihat diri kita seperti Tuhan memandang kita, cap apapun yang orang lain berikan semestinya tidak akan mengganggu kita. Terima kasih sudah berkunjung. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: