All for Glory of Jesus Christ

Akhir-akhir ini ada begitu banyak masalah yang terjadi dalam hidup saya. Saya tidak akan menyebutkan satu per satu, tapi intinya memang ada cukup banyak masalah. Yah, dalam hidup memang normal ada banyak masalah, tetapi memang ketika sejumlah besar masalah datang bersamaan itu cukup membuat saya lelah.

Masalah yang ada ditambah dengan banyaknya beban dan tuntutan pekerjaan dan pelayanan, hal itu membuat saya sangat lelah dan frustasi. Memang ketika kita sudah sibuk dengan segala hal dan banyaknya tuntutan dan harapan terhadap kita, sedikit banyak hal itu membuat beban tambahan dalam hidup kita.

Kemarin saya sengaja berjalan sendirian di kampus dan akhirnya menemukan satu tempat favorit baru saya. Saya sebut tempat itu sebagai tempat istimewa. Itu adalah satu tempat makan yang lokasinya sedikit agak jauh dari kampus. Tempatnya tenang, nyaman, bersih, dan tidak terlalu ramai. Ada lagu yang diputar di sana juga dan lagunya juga tenang.

Saya kemarin memesan es krim dan mulai merenung sendirian. Sudah lama sekali saya tidak melakukannya. Saya sendiri tidak mengerti tapi memang cara saya untuk melepas stres ada beberapa cara, yaitu mulai dari: makan, tidur, menangis, menulis, merenung, bercerita pada seorang teman, sampai ke berdoa dan menyembah Tuhan dalam nyanyian.

Makan es krim sambil merenung ini bahkan dulu seperti sudah refleks saja. Ketika saya memiliki kekasih dulu, setiap kali saya bertengkar dengannya saya langsung pergi membeli es krim dan merenung di sana. Ah, waktu berlalu begitu cepatnya. Tidak terasa sekian tahun sudah berlalu dan saya tak sangka kemarin saya kembali ke pola yang sama.

Beban segala macam masalah, tuntutan, dan harapan yang ada ke diri saya membuat saya mencari es krim dan merenung di satu tempat istimewa yang baru saya temukan itu. Sambil makan, sambil saya merenung dan meneteskan air mata. Saat itu sepi sekali, jadi saya dapat dengan tenang menangis hahahaha.

Setelah selesai dengan satu mangkuk es krim, saya membuka buku menu lagi. Salah satu keistimewaan lain dari tempat istimewa saya itu yang membuat saya sangat terkesan adalah menunya yang customize. Maksudnya customize itu adalah makanan yang disajikan dapat dipilih sesuai dengan pilihan elemen makanan yang kita inginkan.

Jadi untuk es krim saya bisa memilih jumlah scoop es krim yang saya inginkan dan rasanya. Untuk makanan yang lain, khususnya makanan kegemaran saya: mie, saya bisa memilih jenis mienya, isi mienya, varian mienya, cara disajikannya. Tempat istimewa dengan sajian istimewa!

Setelah selesai dengan es krim, saya beralih lagi ke minuman lain. Saya memilih es sarang burung. Sambil minum es sarang burung, sambil saya merenung dan menangis lagi. Hahahaha, benar-benar kemarin itu saya tidak mengerti kog bisa-bisanya saya mudah sekali menangis.

Baru setengah jalan saya minum es sarang burung itu, saya lalu meminta mie. Akhirnya ketika mulai memakan mie, berhentilah saya merenung hahahaha. Rasa mienya memang luar biasa! Karena saya penggemar mie, saya sudah mencoba relatif cukup banyak mie di berbagai tempat. Tapi mie di tempat istimewa saya memang istimewa dan unik, ketika memakannya saya merasa sedikit lebih baik.

Hal yang membuat saya tersentak, ketika saya sedang asyik memakan mie tiba-tiba saya mendapati sesuatu hal yang aneh. Jamur dalam mie saya setelah saya amati dengan seksama, ternyata berbentuk seperti ular.

Saya tidak mengada-ada! Saya kaget sekali waktu saya menyadari hal itu. Jamurnya seperti pada umumnya dipotong bulat memipih, tapi pada jamur itu ada sayatan memanjang pada jamurnya sehingga membentuk seperti kepala ular yang sedang berdiri. Lebih menariknya yang membuat saya sampai menyadari bahwa bentuk jamur itu seperti ular adalah di ujung sayatan memanjang itu ada satu titik hitam yang semula saya pikir adalah semacam kotoran saja.

Karena penasaran, saya mencoba meraih titik hitam itu dengan sendok saya. Ternyata itu bukan kotoran, tapi memang titik hitam yang menempel pada jamurnya. Seketika saya terdiam dan memperhatikan jamur itu dengan lebih seksama.

Seketika itu juga dalam pemikiran saya timbul kata-kata:

”Servant, serendipity, serpent.”

Kaitan ketiga kata-kata itu adalah memang ketiganya dalam Bahasa Inggris, memiliki suku kata yang agak mirip-mirip. “Servant” artinya pelayan atau hamba. “Serendipity” artinya adalah kebetulan. “Serpent” artinya adalah ular.

Seketika saya tahu hal yang Tuhan mau ungkapkan. “Servant” adalah lambang saya. “Serendipity” adalah kebetulan. “Serpent” adalah lambang dari Iblis. Kalau saya mau merangkai makna dengan 3 kata itu, hal yang dapat saya tuliskan adalah:

“When servant do his work, there is no serendipity happened (since there is no coincidence in God) but God’s plan and God’s will. However, the Serpent is not happy with that and want to disturb the servant with His evil illusion.”

Jika diterjemahkan artinya adalah:

“Pada saat seorang hamba melakukan tugasnya, tidak ada kebetulan yang terjadi (karena memang tidak pernah ada kebetulan di dalam Tuhan), tetapi rencana dan kehendak Tuhanlah yang terjadi. Akan tetapi, sang Ular tidak senang dengan hal itu dan ingin mengganggu hamba itu dengan ilusi jahatnya.”

Seketika saya tahu itu adalah peringatan dari Tuhan. Berbagai masalah yang ada belakangan ini sedikit banyak membuat saya lelah sekali. Kalau saya melayani orang-orang, saya harus cukup kuat dan dalam kondisi yang sehat secara mental dan emosional untuk dapat membantu mereka.

Memang saya tidak dapat melayani dengan kekuatan dan hikmat saya sendiri tapi harus dengan kekuatan dan hikmat dari Tuhan. Hanya saja orang sakit dan orang luka tidak dapat melayani orang sakit dan orang luka lainnya.

Sungguh bukan kebetulan segala hal yang terjadi pada saya. Belakangan ini saya sedang menangani sejumlah orang yang memang sedang terlibat dalam berbagai masalah. Saat mendapatkan diri dalam masalah, kecenderungan orang (termasuk saya) adalah jatuh dalam self-pity (rasa mengasihani diri).

Self-pity ini bukannya membuat persoalan selesai, tapi membuat persoalan jadi bertambah runyam. Saya sempat kesal dan gemas sekali ketika menangani beberapa orang yang punya self-pity yang cukup besar.

Bahkan pada tanggal 3 Desember 2010 saya sempat menulis demikian di dinding facebook saya:

“Self-pity is a poison which destroys faster than any weapon in the world. Make sure you arise and pray when self-pity is attacking!”

Jika diterjemahkan artinya adalah:

“Sikap mengasihani diri sendiri adalah suatu racun yang menghancurkan lebih cepat daripada senjata apapun di dunia ini. Pastikan Anda bangkit dan berdoa saat sikap mengasihani diri sendiri itu menyerang diri Anda!”

Setelah makan dan merasa agak baikan, saya berhenti merenung dan mengasihani diri sendiri. Ketika malam hari, ternyata terjadi lagi sesuatu yang membuat saya kembali ingin menangis hahahaa. Tapi kembali saya diingatkan mengenai jamur berbentuk ular tersebut, puji Tuhan!

Memang setiap kejadian dan masalah itu dapat saja terjadi dalam hidup kita. Tetapi sikap kita dalam memandang dan menghadapi masalah itulah yang terpenting, bukan masalah itu sendiri.

Saya sangat bersyukur memiliki kakak laki-laki, teman-teman di World Prayr, dan teman-teman yang selalu mendukung, menyemangati, dan membantu saya untuk terus bangkit dan bersemangat. Berlama-lama dalam self-pity ini sungguh menyebalkan dan saya tidak mau merasa sebal dengan diri saya sendiri hahahaha.

Jadi, saya hanya dapat mengatakan ini pada diri saya sendiri:

”Arise! You are more than a winner!” (“Bangkit! Kamu lebih dari pemenang!”)

Segala persoalan dan beban boleh datang dalam hidup saya, tapi saya tahu bersama Tuhan saya akan dapat menanggung segala perkara! Bila Anda mengalami berbagai persoalan, ketahuilah bahwa Anda tidak pernah sendiri menghadapinya. Jangan jatuh dalam self-pity, tapi ketahuilah bahwa Tuhan mengasihi Anda dan selalu mendukung Anda dalam menghadapi masalah Anda.

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, untuk semua hal yang Tuhan berikan dalam hidupku. Aku tidak mau berlarut-larut dalam sikap mengasihani diri sendiri karena Engkau tidak menyukai hal itu. Aku mau bersukacita dan bersorak mengingat semua kebaikan-Mu yang teramat banyak dalam hidupku.

Dalam setiap apapun yang terjadi dalam hidupku, seluruhnya adalah kebaikan semata dan aku bersyukur buat setiap hal yang Tuhan berikan dalam hidupku. Aku tahu akan semakin kuat, semakin berhikmat, dan semakin mantap menapaki jalan-jalan di hidupku karena tangan-Mu yang menopang aku. Setiap rencana-Mu indah pada waktunya dan aku siap untuk menggenapi setiap rencana-Mu.

Bantu aku, Tuhan, untuk lebih dalam lagi masuk dalam setiap rencana-Mu. Bantu aku untuk fokus pada setiap rencana-Mu, Tuhan. Segala hal yang mencoba membuat aku masuk ke dalam rasa mengasihan diri, biarlah itu lalu dalam nama-Mu.

Kalau ada orang yang membaca artikel ini dan sedang berlarut-larut dalam rasa mengasihani diri sendiri, sentak mereka agar mereka bangkit, Tuhan. Karena dalam hidup ini memang pada akhirnya juga akan tergantung pada keputusan kami untuk menjalaninya, selain juga ditentukan oleh kehendak-Mu.

Itu sebabnya kami mau bangkit dan tidak mau menjadi orang yang kalah terus, ya Tuhan, karena kami tahu identitas kami di dalam Engkau: kami adalah lebih dari pemenang karena Engkau yang ada di dalam kami membuat kami menjadi lebih dari pemenang!

Terima kasih, Tuhan, buat setiap kebaikan-Mu. Kami dapat bersorak-sorak di dalam Engkau dan kami tahu hidup kami sungguh aman di dalam rencana-Mu.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: