All for Glory of Jesus Christ

Tuhan sungguh adalah Allah yang luar biasa! Ketika Ia berfirman, sungguh hal yang dikatakan-Nya itu terjadi. Dalam perjalanan saya mengikut Tuhan, ada banyak fase yang saya jalani.

Mulai dari fase tahu, kenal, makin dalam kenal, jatuh cinta, dan sungguh-sungguh terpikat oleh-Nya. Semakin hari saya semakin dalam mencintai-Nya karena memang Ia terbukti sebagai Pribadi yang luar biasa. Tidak percaya?

Memang Anda harus mengalami dulu untuk bisa percaya. Kalau Anda sudah mengalaminya, pasti Anda akan melakukan seperti yang lagu ini katakan:

“Jatuh bangun aku mengejarmu.”

Hahahahah, yah lagu itu memang ditujukan untuk manusia, tapi saya menemukan bahwa saat mengalami Dia, mengejar-Nya itu adalah hal yang begitu mengasyikkan.

Mulai Februari tahun lalu, Ia mendorong saya untuk menulis. Awalnya saya ragu-ragu. Saya berpikir hal apa yang harus saya tulis? Lebih lagi saya berpikir, bagaimana kalau saya tidak bisa melakukan hal yang saya tulis?

Tapi ternyata seiring waktu berjalan, saya mendapati bahwa Ia adalah Jehova Jireh, Allah yang mencukupkan, Allah yang menyediakan. Ia memberikan ide-ide yang bahkan kalau setelah sekian lama saya kembali untuk membacanya, saya jadi terpana sendiri.

Karena saya tahu, jika hanya berdasarkan hikmat saya sendiri tidak mungkin untuk menuliskan hal itu. Segala kemuliaan bagi Tuhan. Dengan menulis, Tuhan mengajar saya untuk masuk lebih dalam lagi untuk mengenal-Nya, mengalami Dia, dan jatuh cinta dengan sepenuh hati kepada-Nya. Ia mengubah hidup saya.

Menulis bisa jadi telah menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup saya. Puji Tuhan berkat saran seorang teman untuk memakai perangkat komunikasi baru, sekarang saya bisa menulis di manapun dan kapanpun saya sempat dan mau.

Tuhan memberikan begitu banyak hal luar biasa dalam hidup saya. Semua hal yang terjadi dalam hidup saya sungguh adalah rencana indah Tuhan.

Saya baru menyadari 1 hal akhir-akhir ini. Ternyata semakin dalam saya jatuh cinta kepada-Nya, semakin saya jatuh cinta pada diri sendiri. Hahahaha. Ya, saya merasa semakin mengenal diri saya sendiri dan satu hal yang saya cukup terkejut tapi senang adalah saya baru menyadari dan menemukan 2 hal tentang diri saya.

Apakah itu? Pertama adalah confidence (kepercayaan diri)! Ya saya baru menyadari ternyata confidence level saya meningkat sangat drastis.

Selama ini saya enggan untuk mengunjungi toko yang ekslusif karena saya kuatir tidak bisa membayar. Jadi kalau hanya melihat-lihat saja dan tidak membeli, saya merasa sangat tidak enak.

Jadi selama ini saya menghindari masuk toko-toko tersebut. Tetapi sekarang berbeda, saya dengan percaya diri masuk saja ke toko-toko tersebut, melihat-lihat, dan kalau tidak mau membeli ya keluar.

Kepercayaan diri yang saya rasakan ini membuka dunia dan pintu baru yang selama ini saya pikir tertutup bagi saya. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Hanya saja saya terlalu takut, enggan, malu, dan tidak percaya diri untuk memasukinya. Segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan.

Dulu saya pernah berpikir kalau saya buruk rupa. Setelah itu, saya juga pernah berpikir kalau saya jelek ya tidak, cantik sekali juga tidak. Ya lumayan lah. Sekarang saya merasa cantik sekali. Saya tidak membandingkan diri lagi dengan orang lain dan berharap kalau saya menjadi seperti orang lain.

Tidak! Itu masa lalu. Saya sekarang dapat dengan bahagia memandang cermin dan mengatakan:

“How beautiful I am.” (“Betapa cantiknya saya.”)

, karena saya tahu Tuhan menciptakan saya begitu indahnya untuk tujuan yang mulia.

Hal kedua baru saya sadari kemarin saat saya dalam perjalanan pulang dari tempat kerja saya. Ketika dalam Angkot (Angkutan Kota), saya tiba-tiba teringat masa kecil saya.

Saya ingat saat itu saya berada di TK (Taman Kanak-kanak). Saya ingat saat itu saya dengan teman-teman saya main masak-masakan. Jadi ceritanya kami membuat rujak, lalu berjualan rujak tersebut.

Saya masih ingat saat saya menumbuk batu bata yang dianggap sebagai gula merah. Saya juga ingat memasukkan sobekan daun ke dalam tumbukan batu bata tersebut dan menambahkan air minum dari botol minum yang saya bawa. Lalu saya ingat untuk mengambil daun yang lebih lebar dan lidi untuk menyematnya.

Setelah “rujak” selesai dibuat, saya masukkan ke daun pembungkusnya dan disemat dengan lidi. Lalu ada teman yang jadi pembelinya, ia membayar “rujak” tersebut dengan … daun lagi tentunya hahahah.

Setelah itu saya teringat masa SD (Sekolah Dasar) saya. Saya teringat dulu saya membuat skenario drama “Putri Salju”, menjadi sutradaranya, dan melatih drama tersebut. Walaupun drama tersebut tidak jadi dipentaskan, saya jadi teringat beberapa hal.

Selain itu juga saya ingat saya ikut dalam pementasan seni yang melibatkan menyanyi lagu daerah dan menari. Begitu juga saya ingat kegiatan-kegiatan diskusi kelompok yang ada.

Kesamaan semuanya itu setelah saya ingat-ingat lagi adalah saya selalu menjadi pemimpinnya. Setelah saya ingat-ingat ternyata ada beberapa faktor yang membuat saya setelah bertahun-tahun berselang enggan menjadi pemimpin.

Ada sejumlah teman dan guru yang mengomentari saya dengan negatif ketika saya sedang memimpin. Saya juga masih ingat bahwa lebih aman untuk menjadi pengikut daripada menjadi pemimpin. Tugas pengikut hanya perlu mengikuti yang diminta oleh pemimpin, sementara tugas pemimpin adalah mengarahkan dan mengatur agar seluruh pengikut melakukan tugasnya sehingga tujuan bersama dapat tercapai.

Dalam proses itu, pemimpin yang dominan mempunyai resiko yang sangat besar untuk dibenci. Setelah saya pikir-pikir, rasa ingin disukai, diterima, dan tidak ingin dibenci itulah yang membuat saya berangsur-angsur surut sebagai pemimpin.

Selama bertahun-tahun, setiap kali saya tes kepribadian saya selalu mendapati kalau kepribadian saya adalah melankolis plegmatis. Di bawah sadar, saya ternyata menekan kepribadian saya yang koleris agar dapat diterima oleh orang lain. Penjelasan mengenai 4 tipe kepribadian ini telah saya tuliskan dalam “Personality Plus”.

Ternyata saya tidak bahagia. Ya jelas, bagaimana bisa bahagia kalau saya menekan kepribadian saya sendiri secara tidak sadar?

Saya baru menyadari bahwa kepribadian saya kolerik karena baru-baru ini saya mendapat kesempatan untuk membantu penyelenggaraan suatu event di tempat kerja saya. Di sana ternyata kepribadian kolerik saya keluar 100% dan saya sangat bahagia saat saya mengatur setiap orang untuk berlangsungnya acara tersebut.

Lebih lanjut ketika saya membantu pengaturan asisten di tempat kerja saya. Saya mendapati bahwa saat saya memimpin dan juga belajar mendelegasikan, itulah saat yang sangat mengasyikkan.

Bahkan di satu lembaga pelayanan yang saya saat ini terlibat di dalamnya: World Prayr. Saya mendapati bahwa saat saya memimpin dan mendelegasikan tugas di sana, itulah saat-saat yang sangat menyenangkan bagi saya.

Ah, ternyata selama ini saya memakai topeng plegmatis untuk dapat diterima oleh orang lain. Hal ini baru saja saya sadari.

Puji Tuhan, karena Ia yang menyingkapkan semua ini dan membuat saya semakin mengerti diri saya. Saat saya lebih dalam mengenal-Nya, dunia dan cakrawala saya berubah. It’s a brand new world and horizon!

Saya sekarang dalam perjalanan ke Jakarta untuk bertemu sejumlah teman di sana. Bahkan dalam waktu dekat saya akan ke Surabaya juga untuk mengunjungi kakak, keponakan, dan teman-teman saya di sana. Saya sangat bersemangat dan tidak sabar menantikannya!

Jika melihat diri saya yang lama, saya tidak akan pernah pergi karena saya tahu Ibu saya akan menghalangi saya untuk pergi. Sekarang pun Ibu saya tidak setuju, tapi untungnya Ayah saya mendukung dan menyemangati saya untuk pergi.

Sekarang saya bukan lagi saya yang dulu. Saya siap untuk mengepakkan sayap saya dan terbang ke manapun! Saya siap terbang menembus langit sekalipun kalau memang itu yang Tuhan minta karena memang saya siap mengatakan “ya” untuk apapun yang Dia minta.

Tidak ada hal yang terlalu sukar saat Tuhan bekerja. Saat ini Ia juga begitu rindu untuk membuka dunia dan cakrawala baru bagi Anda. Pertanyaannya adalah:

“Maukah Anda?”

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, buat dunia dan cakrawala baru yang Tuhan bukakan bagiku. Pimpinlah aku untuk masuk lebih dalam lagi dalam rencana-Mu.

Tuhan, untuk setiap orang yamg membaca artikel ini, biarlah Tuhan bukakan juga dunia dan cakrawala baru bagi mereka. Sungguh di dalam Engkau tak pernah ada yang sukar dan mustahil. Hal yang kami perlu lakukan hanyalah mau dengan sepenuh hati untuk mengikuti kehendak-Mu.

Terima kasih, Tuhan, untuk kesempatan yang begitu luar biasa untuk memasuki dunia dan cakrawala baru ini. Tapi terutama aku ingin masuk lebih dalam lagi di dalam rencana-Mu, di dalam hati-Mu, dan biarlah ini jadi kerinduan kami semua.

Segala pujian, hormat, pengagungan, dan kemuliaan hanya bagi Engkau. Hanya Engkau, Yesus, yang layak untuk menerimanya sampai selama-lamanya.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: