All for Glory of Jesus Christ

Di tengah deadline pengumpulan nilai yang sudah mendekat, saya mencoba mencuri waktu untuk menuliskan hal ini. Dua atau tiga minggu terakhir ini benar-benar minggu yang melelahkan bagi saya. Bukan masalah fisik, tapi masalah mental.

Berbagai macam permasalahan yang ada membuat saya sangat lelah. Belum lagi berbagai kesibukan yang ada membuat saya benar-benar tidak sanggup lagi.

Hal yang menarik beberapa waktu sebelum saya mengalami hal ini, saya mendapatkan edifikasi (perenungan dan firman) yang dibagikan oleh pemimpin saya di World Prayr, yaitu Pastor Pat Badstibner. Judulnya adalah “Prunning Process” atau proses pemangkasan. Edifikasi tersebut ditulis oleh K.P. Yohannan. Untuk lebih lengkapnya dapat Anda baca di link berikut ini.

Lebih menarik lagi, pada Hari Sabtu setelah saya membaca tentang “Prunning Process” tersebut, pemimpin Youth Care Cell di gereja saya membagikan hal yang mirip dengan hal itu, yaitu tentang berbuah. Saya sungguh yakin bahwa ini bukanlah kebetulan karena memang di dalam Tuhan tidak pernah ada kebetulan.

Dapat saya ceritakan secara singkat dijelaskan dalam “Prunning Process” bahwa proses pemangkasan yang terjadi itu adalah setelah kita berbuah banyak. Dijelaskan lebih lanjut bahwa proses pemangkasan hal yang memang harus dihilangkan dalam hidup kita biasanya membuat kita mengalami kesepian yang hebat, kondisi emosional, dan rasa sakit. Lebih lanjut lagi, pemangkasan tersebut bahkan menciptakan suatu kekeringan dalam kondisi spiritual kita.

Dipangkas memang tidak enak, tapi justru saat dipangkas tersebut itulah saat kita belajar untuk bisa bertumbuh dengan lebih baik lagi. Bila hal-hal yang seharusnya dihilangkan dalam hidup kita itu dibiarkan, pada akhirnya hal tersebut akan mengganggu pertumbuhan kita.

Dituliskan di sana bahwa pada masa ini, kita bisa berdoa tapi jawaban doa tidak kunjung datang. Kita berpuasa tapi situasi kita tetap sama. Kita bertobat untuk setiap dosa kita, tetapi jawaban tetap tidak kunjung datang. Kita merasa kalah dan takut, akhirnya kita berkesimpulan ada sesuatu yang salah dengan kehidupan spiritual kita.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa masa pemangkasan ini merupakan masa kritis yang sering digunakan iblis untuk menipu kita. Ia ingin membuat kita percaya bahwa kita telah kehilangan karunia Tuhan dan harus berhenti melayani Tuhan.

Lebih lanjut, iblis bisa menipu kita untuk menciptakan suatu kehidupan spiritual palsu untuk memberikan kompensasi pada hal yang kita kira sudah hilang. Tujuannya supaya tidak ada yang akan menyadari bahwa hadirat Tuhan meninggalkan kita, seperti yang Musa lakukan dengan menutupi wajahnya ketika cahaya kemuliaan Tuhan tidak lagi bersinar di wajahnya.

Luar biasa menarik edifikasi “Pruning Process” ini. Saya sangat terberkati karenanya. Lebih menarik lagi, karena saat saya membacanya itu adalah saat saya mengalami proses tersebut.

Berbagai masalah yang ada membuat saya sangat lelah. Sekian tahun lalu saya menghentikan pelayanan saya dalam pengiriman sms setiap harinya kepada sejumlah teman saya, karena 1 orang yang salah paham dengan saya. Ia menuliskan sejumlah hal yang sangat menyakitkan.

Dari hal yang ia tuliskan, saya bisa menangkap bahwa yang bersangkutan menyimpan sakit hati dan kepahitan yang belum disembuhkan. Itu sebabnya ketika saya menuliskan sesuatu yang sama sekali tidak bermaksud untuk menghakimi dirinya, ia langsung bereaksi dengan sangat reaktif seketika itu juga.

Cukup lama saya menghentikan pelayanan untuk mengirimkan sms itu karena saya merasa terluka karena hal itu. Bermaksud baik ternyata diterima tidak baik, malahan niat baik saya digunakan untuk melukai saya.

Sampai satu titik ketika salah seorang anak rohani saya setelah sekian lama tidak berkomunikasi dengan saya, tiba-tiba ia menghubungi saya dan meminta saya mendoakan dia. Saat itu saya sangat tersentak dan saat itu saya merasa itulah teguran dari Tuhan.

Sebenarnya sebutan anak atau adik rohani ini hanyalah sebutan semata untuk orang-orang yang saya pikir perlu saya jaga dan saya perhatikan. Biasanya terjadinya juga sangat natural. Jadi tidak dengan sengaja saya pilih orang-orangnya atau orang-orangnya dengan tidak sengaja memilih saya. Biasanya saya menganggap orang-orang yang secara konstan konseling dengan saya untuk berbagai hal, itu saya anggap anak rohani saya.

Saya tidak pernah merasa bahwa Tuhan secara formal memerintahkan kepada saya menjadi penjaga dari sejumlah orang. Tetapi ketika saat itu anak rohani saya pada tengah malam mengirimkan sms kepada saya, itu secara tidak langsung membuat saya merasa bahwa Tuhan sedang menegur saya.

Setiap orang yang sudah menerima Kristus dalam hidupnya adalah anak-anak Allah. Itu sebabnya setiap orang yang sudah menjadi anak-anak Allah itu bukan lagi hidup untuk dirinya sendiri. Setiap orang harus menjaga orang lainnya. Setiap orang harus memperhatikan orang lainnya.

Itu sebabnya saya sangat tertegur ketika melihat anak rohani saya terpuruk. Saya merasa salah satunya karena saya menghentikan pengiriman sms setiap harinya. Saya tidak tahu tingkat pengaruh pengiriman sms itu. Tetapi dari sejumlah kecil orang yang sempat menuliskan komentar mereka kepada saya, saya mendapati ternyata hal sepele yang saya lakukan itu ternyata berpengaruh relatif cukup besar bagi sejumlah orang.

Kembali ke cerita saya di awal. Akhir-akhir ini karena tekanan berbagai hal, saya sempat bermaksud untuk menghentikan lagi pengiriman pesan lewat sms, instant messenger, pesan lewat satu perangkat komunikasi lainnya, dan juga di facebook.

Walaupun Tuhan yang luar biasa memberi saya kehormatan untuk melakukan ini dan itu, saya hanya manusia biasa yang juga bisa lelah, bisa frustasi, bisa terluka. Ketika niat baik saya terus-menerus disalahpahami dan ditolak, saya sungguh merasakan ketiga hal itu.

Puncaknya dua hari kemarin. Saya sudah tidak tahan lagi dan saya menangis di hadapan Tuhan. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya sangat lelah dan saya sudah tidak tahan lagi. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya sudah melakukan segala hal yang saya bisa tapi rasanya semua sia-sia. Saya mengatakan kepada Tuhan bahwa saya sudah tidak mau lagi melakukannya, saya ingin berhenti.

Tapi Tuhan memang baik, Ia sungguh teramat baik. Ketika saya menangis, Ia mengingatkan kepada saya orang-orang yang terberkati dengan pelayanan saya. Ia mengingatkan kepada saya untuk fokus pada orang-orang tersebut.

Lebih lagi, Ia memberkati saya dengan sejumlah teman yang sangat mendukung saya. Mereka mendengarkan, mendukung, dan menguatkan saya untuk terus melayani. Saya sungguh bersyukur untuk anugerah Tuhan dalam bentuk teman-teman ini.

Hari ini saya sudah berencana dari 2 hari lalu untuk tidak hadir dalam Youth Care Cell karena memang deadline pengumpulan nilai tugas yang sudah sangat dekat. Hal ini sangat membuat saya frustasi. Itu sebabnya saya sudah mengatakan kepada pemimpin Care Cell tersebut bahwa saya tidak akan datang.

Tapi ternyata ketika 1,5 – 2 jam sebelum jadwal Care Cell dimulai, saya tiba-tiba teringat bahwa saya mengundang beberapa orang untuk datang. Saya berpikir bahwa kalau saya tidak datang padahal saya mengundang beberapa orang untuk datang, sepertinya itu sungguh sangat tidak baik. Masa orang yang mengundang malah tidak datang?

Selain itu, saya juga berpikir kalaupun saya di rumah, saya juga masih kurang bersemangat untuk memeriksa tugas-tugas yang ada karena merasa sangat lelah pada hari sebelumnya. Saya pikir pasti tidak ada bedanya kalau saya datang atau tidak datang. Jadi saya putuskan untuk datang.

Ketika saya datang ternyata hanya sedikit sekali yang datang, tapi saya sungguh tidak menyesal. Lawatan Tuhan sungguh dahsyat pada hari ini. Segala lelah, luka, frustasi, dan rasa kecewa, semuanya hilang.

Saya cukup kaget ketika datang ternyata pemimpin Care Cell meminta saya menjadi pemimpin pujian (Worship Leader/WL). Dulu saya sudah cukup sering menjadi WL di kelompok sel di gereja lama saya karena saya dulu memang menjadi salah satu pemimpin di sana, walaupun saya memang belum terbiasa dengan memberikan kode-kode penggantian bait-bait lagu hahaha. Biasanya saya hanya memberikan kode lewat kata-kata.

Hal yang membuat kaget karena memang saya ditunjuk tanpa persiapan. Tapi ternyata memang Tuhan beracara dengan luar biasa, lagu-lagu yang saya dan pemimpin Care Cell siapkan sebelumnya ternyata berubah total menjadi lagu lain yang tidak kami siapkan sebelumnya hahaha. Walaupun tidak sedih, air mata mengalir dengan deras ketika kami menyembah Tuhan.

Saya merasa sungguh dihibur dengan luar biasa oleh Tuhan. Ketika menyembah, rasanya lepas sekali dan rasa damai yang luar biasa menggantikan semua rasa lelah yang masih tersisa.

Lebih menarik lagi, saat kami selesai dengan acara tersebut ternyata di hadapan kami ada sekotak brownis coklat. Saya tidak tahu orang yang meletakkan kue tersebut di sana karena memang sangat fokus dengan penyembahan.

Seingat saya, di awal kami memulai acara persekutuan tersebut tidak ada kue itu di sana. Bisa jadi ada yang meletakkannya di sana saat kami sedang menyembah dan tidak terdengar sama sekali hahaha.

Jadi untuk menutup acara persekutuan tersebut, saya, pemimpin Youth Care cell, dan satu orang koordinator di gereja memakan brownis coklat tersebut. Ah nikmatnya!

Saya bersyukur untuk kekuatan, penghiburan, dan sukacita yang sempurna dari Tuhan. Itulah yang memampukan saya untuk terus berjalan. Pagi tadi saya menuliskan dalam facebook saya status berikut:

“With You I can do everything and anything! I shall mount up with wings as eagles, I shall run, and not be weary, I shall walk, and not faint (Isaiah 40:31). Praise the Lord! In You, I found all of the answers and everything I need.”

Jika diterjemahkan adalah sebagai berikut:

”Dengan-Mu aku dapat melakukan segala hal dan apapun itu! Aku akan naik terbang dengan kekuatan sayap seperti rajawali; aku akan berlari dan tidak menjadi lesu, aku akan berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31). Puji Tuhan! Di dalam-Mu, aku menemukan semua jawaban dan segala hal yang aku butuhkan.”

Ternyata Tuhan benar menjawab status saya dengan sempurna tepat seperti yang saya tulis. Sungguh Ia adalah Allah yang mendengar dan menjawab doa. Ia Allah yang tidak terbatas. Ia adalah Allah yang modern, buktinya Ia mendengar doa yang saya tuliskan lewat facebook saya hahaha.

Doaku hari ini: Tuhan, sungguh Engkau adalah Allahku yang hebat. Engkaulah kekuatanku, penghiburku, dan sukacitaku. Memiliki Engkau berarti aku memiliki segalanya. Terima kasih, Tuhan, buat setiap hal yang Tuhan sudah berikan di dalam hidupku.

Dalam kesempatan ini, aku mau bersyukur buat setiap orang yang sudah Tuhan berikan di sekelilingku untuk mendidik, menegur, menghibur, mendukung, dan memperhatikanku. Merekalah malaikat-malaikat penjagaku yang Tuhan berikan bagiku.

Berkati mereka lebih lagi ya, Tuhan. Pakai mereka lebih lagi. Buat mereka masuk lebih dalam lagi dalam rencana-Mu.

Aku juga bersyukur buat setiap orang yang membuat aku sungguh harus bersandar kepada-Mu. Untuk orang-orang yang menyakitiku, menghakimiku, dan membenci aku. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau mengizinkan mereka masuk dalam hidupku untuk memangkas aku lebih lagi supaya aku makin bertumbuh dalam hikmat dan pengertian yang benar akan Engkau, supaya aku bisa memahami hati-Mu.

Berkatilah mereka lebih lagi ya, Tuhan. Bila mereka melakukan hal itu dengan sengaja, ampunilah mereka ya, Tuhan, karena mereka tidak tahu hal yang mereka perbuat. Bila mereka melakukan itu tidak dengan sengaja, berarti itulah hal yang Engkau izinkan terjadi untuk membuat aku bertumbuh. Aku bersyukur bagi keberadaan mereka yang akan mempertajam dan membuat aku melesat lebih jauh lagi.

Pujian dan sanjungan bisa melenakan aku. Aku yakin itu sebabnya Kau tempatkan orang-orang ini di dalam hidupku untuk membuat aku ingat bahwa semua yang terjadi dalam hidupku hanyalah karena perkenanan dan berkat-Mu semata. Pimpin mereka pribadi lepas pribadi untuk mengerti kehendak-Mu dalam hidup mereka lebih lagi, ya Tuhan.

Bantu aku untuk sungguh-sungguh memiliki hati-Mu, Tuhan. Sehingga ketika aku dilukai, aku tidak menjadi benci, tetapi semakin mengasihi. Bantu aku untuk melihat hati mereka. Kalau Engkau mau menjamah mereka melalui aku, maka aku mau, Tuhan.

Untuk segala sesuatu harus ada harga yang harus dibayar. Kalau memang air mata dan hatiku yang harus jadi harganya, walaupun itu tidak ringan dan sebenarnya aku pun tidak terlalu menginginkan itu, kalau itu yang Engkau minta, aku siap memberikannya, Tuhan. Biarlah ini menjadi salib yang aku pikul demi Engkau.

Kalau ada orang yang membaca artikel ini juga mengalami rasa lelah, frustasi, dan luka, biarlah Engkau yang menjamah, menguatkan, dan menghibur mereka, Tuhan. Aku percaya segala sesuatunya itu mudah bagi-Mu. Aku percaya bahwa Engkau akan menjadi kekuatan, penghiburan, dan sukacita bagi mereka.

Biarlah doaku menjadi doa mereka juga. Biarlah seluruh kerinduanku menjadi kerinduan mereka juga. Terutama biarlah kami semua memiliki hati-Mu, biarlah kami semua memiliki kerinduan-Mu. Biarlah kami semua bertumbuh menjadi semakin serupa dengan-Mu setiap hari.

Dengan demikian, orang yang berjumpa dengan kami dapat mengalami perjumpaan dengan Engkau. Dengan demikian, orang yang berjumpa dengan kami dapat mengalami perubahan dalam hidupnya karena Engkau yang telah menyentuh hati dan hidup mereka lewat hati dan hidup kami.

Karena sesungguhnya hidup kami bukanlah milik kami lagi, tetapi milik-Mu yang hidup di dalam kami. Perbuatlah apapun juga yang Engkau mau di dalam diri kami dan kami akan taat.

Terpujilah Engkau, Bapa, dalam diri Putra-Mu Yesus, dan dalam persekutuan Roh Kudus dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Sungguh Engkaulah yang layak menerima segala pujian, penyembahan, dan hormat kami sampai selama-lamanya.

Amin.

(PS: Thank you for all of you who have listened, support, and advise me to keep doing my ministry. You know who you are. You are my angels from God. Thank you and God bless you more.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: