All for Glory of Jesus Christ

Mie Instan dan Dosa

Bagi Anda yang mengikuti blog saya dengan setia dan yang memang mengenal saya secara pribadi pasti tahu bahwa saya adalah penggemar berat mie. Segala jenis mie saya suka, termasuk mie instan.

Dulu saya bisa makan mie instan seminggu 3 kali. Saya sangat suka dengan mie instan karena memang rasanya yang enak dan juga kepraktisan menyiapkannya. Pada saat perut lapar, tinggal masak sebentar. Lalu, jadilah mie lezat dan panas siap untuk disantap.

Namun sejak saya mengalami pengobatan sekian bulan lalu yang mengharuskan saya berpantang begitu banyak jenis makanan, termasuk mie instan di dalamnya, saya sampai sekarang tidak pernah memakan lagi mie instan itu. Ya, satu bungkuspun tidak saya makan sejak itu sampai sekarang.

Sekian minggu lalu saya berjalan-jalan di suatu pusat pertokoan. Ketika saya sedang berjalan-jalan di supermarketnya, saya melihat bahwa telah tersedia varian baru mie instan. Varian baru tersebut merupakan jenis mie yang sangat saya sukai.

Sejenak dalam hati sempat terjadi pergolakan batin: antara ingin membeli karena saya tahu varian mie jenis tersebut yang sebelumnya saya pernah makan memang sangat enak dengan kenyataan bahwa mengonsumsi mie instan kurang baik bagi kesehatan saya.

Setelah berpikir, saya akhirnya memutuskan berlalu tanpa membeli mie instan tersebut. Beberapa hari kemudian ketika saya pergi ke supermarket lain, saya melihat varian mie tersebut juga dijual di sana.

Kembali saya terpaku dan berpikir lagi. Antara ingin mencoba dan juga kesadaran bahwa saya sudah tidak makan mie tersebut sekian lama karena alasan kesehatan. Akhirnya saya kembali berlalu tanpa membelinya.

Tepat ketika saya berlalu, satu pemikiran timbul dalam pikiran saya. Dosa pun sama seperti mie instan. Dosa itu sangat menarik dan menggiurkan.

Cukup banyak orang menyadari bahwa hal keliru yang dilakukannya itu berdosa. Hanya saja ketika dosa sudah begitu mengikat, orang cenderung untuk jatuh lagi ke dalam dosa.

Ada tiga hal yang ingin saya tekankan berkaitan dengan dosa ini. Pertama, setiap orang dapat lepas dari belenggu dosa saat ia mau datang pada Yesus. Tidak pernah ada dosa yang terlalu berat dan kotor yang tidak dapat dilepaskan dan dibersihkan oleh-Nya.

Kedua, setiap orang yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya mendapatkan kuasa untuk menang atas dosa. Lebih dari itu pengendalian diri sangat penting. Seringkali manusia menyalahkan iblis yang menggodanya untuk berbuat dosa, padahal dalam banyak sekali kesempatan manusia digoda oleh keinginannya sendiri.

“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” (Yak. 1:14)

Itu sebabnya penting sekali untuk berpegang selalu pada firman Tuhan. Pengertian yang benar akan firman Tuhan dan melakukan firman dengan setia akan membuat pikiran kita dapat membuat pertimbangan yang tegas untuk tidak berbuat dosa.

Ketiga, tidak terus memandangi dosa. Pilihlah berlalu. Jadi jangan terus-menerus memikirkan dosa tersebut. Semakin dipikirkan, semakin menggoda dosa tersebut. Sebaiknya berlalulah. Seperti Yusuf yang memilih melarikan diri dari istri Potifar yang mencoba merayunya untuk berbuat dosa, pilihan berlari untuk tidak berada dekat sumber dosa akan membuat kita aman.

Pertanyaannya: maukah Anda untuk lepas dari ikatan dosa? Maukah Anda mengendalikan diri? Maukah Anda berlalu saat dosa menggoda Anda? Pilihan ada di tangan Anda.

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, buat inspirasi yang Tuhan berikan. Sungguh setiap hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupku adalah kebaikan semata.

Tuhan pimpin kami semua untuk senantiasa mengikut Engkau dengan setia. Pada saat kami jatuh, biarlah kami dapat segera datang kepada-Mu, meminta pengampunan-Mu dan hidup dalam komitmen baru untuk tidak berbuat dosa lagi.

Pimpinlah kami juga untuk dapat mengendalikan diri dan untuk dapat berlalu saat godaan untuk berbuat dosa itu hadir. Karena sesungguhnya Roh yang ada di dalam diri kami lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini, itu sebabnya kami mampu untuk menang dari godaan dosa.

Dalam segala sesuatunya, kami hanya ingin memandang Engkau, ya, Yesus. Engkaulah teladan dan sumber inspirasi untuk kami bisa kuat dalam menjalani hidup ini. Dengan demikian, kami bisa sungguh menjadi saksi-saksi-Mu yang efektif.

Terima kasih, Yesus, buat segalanya. Terlebih lagi, terima kasih buat mati demi menebus dosa kami dan bangkit serta menang atas kematian. Itu sebabnya kami yakin dapat bangkit dan menang atas dosa juga.

Segalanya hanya bagi-Mu, karena Engkau yang layak menerima segalanya yang kami miliki.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: