All for Glory of Jesus Christ

Struggle for Life

Hari ini saya dalam perjalanan berlibur ke Surabaya. Ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu dan sudah saya rencanakan dari sekitar 1 bulan yang lalu.

Memang liburan adalah hal yang sangat saya butuhkan. Sejak saya mulai bekerja penuh waktu, mayoritas waktu saya habiskan untuk bekerja selain juga untuk pelayanan. Praktis saya hampir-hampir tidak memiliki waktu untuk diri sendiri.

Apalagi kemarin saya baru saja mengetahui satu hal yang sedikit banyak membuat saya terpukul, sedih, dan kesal. Benar-benar liburan ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk mengisi kembali baterai emosional saya yang telah terkuras habis.

Bagi saya, waktu kerja adalah waktu kerja. Saya akan bekerja sekeras mungkin yang saya bisa pada waktu kerja. Di luar itu, itu adalah waktu untuk saya melakukan hal yang lain selain kerja.

Saya sangat suka bekerja. Bekerja bagi saya bukan hanya sarana menghidupi diri semata atau untuk bertahan hidup, tapi juga sarana pelayanan dan aktualisasi diri. Saya menemukan kepuasan batin dalam bekerja.

Akan tetapi, saya tidak melihat bahwa seluruh hidup saya harus diisi dengan kerja. Pada waktu santai, saya akan bersantai sesantai-santainya.

Berkaitan dengan bekerja ini, banyak orang bekerja sebagai sepenuhnya upaya bertahan hidup. Dalam perjalanan saya ke Surabaya, saya melihat ada begitu banyak penjual yang menjajakan barang dagangannya. Hal yang dijual bermacam-macam. Mulai dari makanan, minuman, surat kabar, bahkan sampai baterai telepon genggam.

Saya melihat beberapa penjual bahkan tampak begitu memelas. Bahkan ada seorang ibu yang sudah tua yang menjajakan makanan di atas kereta. Ada seorang bapak yang dengan memelas menjajakan dagangannya berulang kali.

Saya kagum juga pada mereka karena mereka gigih dalam bekerja. Mencari uang halal dengan kerja keras bagi saya itu adalah hal yang baik sekali dan sangat mengagumkan.

Ada satu peristiwa lagi yang terjadi saat saya mengawali liburan ini. Seorang anak terus-menerus mengetuk jendela dan dinding kereta tempat saya duduk untuk minta uang.

Awalnya saya tidak menyadarinya. Ketika ketukan semakin kencang dan intensif, saya baru menyadarinya. Saya merasa kesal sekali.

Setelah saya pikirkan lebih lanjut, anak ini mungkin berpikir bahwa itu sarana untuk bertahan hidup. Ya, bisa jadi ia sudah bereksperimen dan menemukan bahwa memaksa adalah caranya untuk bertahan hidup.

Hidup ini memang keras. Orang yang hanya ingin santai dan enak-enak saja akan dengan sendirinya tergilas dan kalah dalam persaingan hidup. Orang yang memiliki mental seadanya itu akan tersisihkan dengan segera.

Dalam hidup ini, memang setiap orang berusaha bertahan hidup. Hanya saja cara dan usahanya berbeda-beda. Lebih sayang lagi bahkan ada pengikut Kristuspun yang memiliki mental pemalas.

Ayat favorit mereka adalah:

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2)

Betul bahwa Tuhan memang memberkati setiap anak-Nya, tetapi ada bagian yang harus dilakukan oleh setiap anak-Nya. Tuhan tidak suka orang yang malas. Tidak heran seringkali terjadi pertanyaan:

“Katanya anak Tuhan, kog hidupnya begitu-begitu saja?”

Jangan menyalahkan Tuhan ataupun iblis kalau kita tidak pernah melakukan bagian kita dan tidak mendapatkan yang dijanjikan-Nya. Di dalam dunia ini berlaku hukum tabur tuai. Orang yang bekerja keras akan menuai hasilnya. Bagi anak Tuhan terlebih lagi Tuhan berikan berkat-Nya tapi anak-anak-Nya juga harus melakukan yang terbaik.

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, buat kesempatan liburan yang Engkau beri sehingga aku bisa melihat satu lagi potret kehidupan manusia yang sedang berjuang keras untuk bertahan hidup. Berkatilah mereka ya, Tuhan, supaya dalam perjuangan mereka selalu ada berkat-Mu yang tercurah.

Tuhan, bantulah setiap anak-anak-Mu untuk sungguh menjadi terang dan garam dengan menunjukkan sikap hidup yang penuh kerja keras. Dengan demikian hidup mereka sungguh bisa memuliakan nama-Mu di tengah dunia ini.

Tempa setiap anak-Mu untuk sungguh-sungguh tidak gentar dalam setiap tantangan hidup, karena di sanalah kuasa-Mu akan dinyatakan lebih lagi. Biarlah setiap anak-Mu menjadi saksi-Mu di tempat kerja dan usaha.

Segala pujian dan hormat hanya bagi-Mu, ya Yesus. Engkaulah Tuhan kami sampai selama-lamanya.

Amin.

Iklan

Comments on: "Struggle for Life" (2)

  1. apapun yg terjadi biarlah kasih Yesus selalu di dlm kehidupan kita,dan kita dpt mnjadi saluran berkat utk mreka yg kekurangan..sehingga nama TUHAN dpt dipuji dan di muliakan..Amin..jadilah terang dunia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: