All for Glory of Jesus Christ

Kantung Plastik dan Dosa

Sekian bulan lalu saya pulang dari berjalan-jalan dari satu pusat pertokoan. Saat itu saya pulang membawa barang belanjaan. Hari itu sehabis hujan lebat. Jalanan basah dan sedikit tergenang di beberapa bagian.

Saya membawa barang belanjaan saya dalam kantung plastik putih yang diberikan oleh pihak penjual. Saya memasukkan juga payung dan sejumlah barang bawaan saya yang lain ke dalam plastik itu.

Ketika saya sedang berjalan mendekati rumah, tiba-tiba saja kantung plastik itu jatuh. Ternyata salah satu pegangan kantung plastik itu putus. Tanpa pikir panjang saya segera mengambilnya dalam posisi menyangga.

Sekitar satu menit setelahnya saya baru menyadari sesuatu. Tangan saya menjadi kotor karena saya menyangga kantung plastik tersebut. Di kantung plastik tersebut menempel sejumlah tanah yang diendapkan olej air hujan. Tak heran tangan saya menjadi kotor!

Ketika saya selesai menyeka tangan saya dengan tissue, saat itu tiba-tiba dalam pikiran saya timbul kata-kata:

“Begitu juga dengan dosa.”

Setelah saya pikirkan, kantung plastik putih adalah gambaran diri kita. Saat kita datang pada Tuhan untuk mengaku segala dosa kita dan meminta pengampunan dosa, Ia menghapus semua dosa kita dan membuat hidup kita menjadi baru: kudus, putih.

Dalam perjalanan hidup kita, beban berat yang kita tanggung (dalam hal kantung plastik saya adalah payung dan beberapa barang bawaan lainnya) dapat melemahkan kita jika kita tidak memiliki cara pandang yang benar terhadap masalah. Segala sesuatu yang dapat melemahkan kita, dapat membuat kita lebih mudah jatuh (seperti pegangan kantung plastik saya yang putus).

Saat kita jatuh, kalau kita sadar dan datang pada Tuhan, walau tetap ada konsekuensi yang harus kita tanggung, setidaknya tidak akan separah saat kita tidak sadar. Saat kita tidak sadar (seperti saya yang tidak sadar bahwa kantung plastik saya terkena tanah hasil endapan air hujan), konsekuensinya akan semakin panjang.

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)

Jika kita bermain-main dengan dosa, hati-hatilah, karena seperti yang pada awal ayat Roma 6:23 tuliskan, “upah dosa ialah maut”. Selalu ada harga yang harus dibayar, selalu ada konsekuensi yang harus ditanggung saat kita berbuat dosa.

Tetapi puji Tuhan, walaupun ada konsekuensi yang harus kita bayar, dalam bagian selanjutnya pada Roma 6:23 disebutkan bahwa “tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Lebih lanjut disebutkan bahwa:

“Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18)

Puji Tuhan, setiap kita dapat datang kepada-Nya tanpa rasa takut karena Ia adalah Maha Pengampun walaupun juga Maha adil. Walaupun ada konsekuensi tindakan yang harus kita tanggung, damai yang melebihi akal itulah yang Tuhan anugerahkan bagi kita semua, para pendosa yang mau datang pada-Nya.

Doaku hari ini: terima kasih untuk inspirasi yang lagi-lagi Tuhan berikan. Bantulah aku untuk selalu mawas diri dan tidak jatuh terseret arus dosa, tapi untuk hidup senantiasa pada rencana dan kehendak-Mu, Tuhan. Jika aku jatuh dalam dosa, bantu aku untuk segera sadar dan bertobat ya, Tuhan.

Berdoa juga buat setiap orang yang membaca artikel ini. Bantu mereka untuk selalu hidup benar sesuai kehendak-Mu. Jika ada di antara mereka yang sedang berada dalam dosa dan tidak sadar, sadarkan mereka, Tuhan. Jika ada yang sudah sadar akan kondisi mereka, namun merasa tidak layak untuk mendekat ke tahta Maha Kudus-Mu untuk meminta pengampunan, bukakan hati mereka, Tuhan.

Bantulah kami semua untuk senantiasa hidup kudus dan tak bercacat cela, karena Engkau kudus dan tak bercacat cela. Bantu kami untuk hidup jujur, setia, adil, benar, dan penuh kasih; karena begitulah Engkau, ya Tuhan.

Biarlah kami hidup untuk sepenuhnya hanya bagi-Mu, hanya untuk-Mu, hanya demi kemuliaan nama-Mu. Itulah alasan kami hidup. Itulah alasan kami diciptakan.

Terima kasih ya, Yesus, berkat pengorbanan-Mu, kami dapat hidup. Berkat pengorbanan-Mu, kami dapat hidup yang baru. Bantulah kami untuk bisa menghormati pengorbanan-Mu dengan senantiasa berpegang pada firman-Mu dan tidak menyia-nyiakan keselamatan yang telah Engkau berikan.

Hanya kepada-Mu, segala doa ini dinaikkan, karena kami tahu, Engkau mendengar dan menjawab doa kami, sesuai kehendak-Mu. Terjadilah sesuai kehendak-Mu, karena kehendak-Mu adalah yang terbaik. Terima kasih, Yesus.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: