All for Glory of Jesus Christ

Dalam perjalanan pergi maupun pulang saya ke Surabaya-Bandung, saya menggunakan kereta kelas bisnis. Alasan saya ada dua. Pertama karena memang saya tidak terlalu tahan AC (Air Conditioner). Terkadang AC di transportasi umum terlalu dingin sehingga membuat kesehatan saya terganggu. Kedua karena alasan ekonomis. Saya tipe orang yang senantiasa berpikir kalau memang bisa mendapat harga murah untuk hasil akhir yang sama, pada akhirnya toh sama saja: mencapai tujuan juga.

Pada saat saya bepergian ke Jakarta menggunakan kereta api dengan kelas bisnis, saya tidak menemukan masalah apapun. Tapi saat saya menggunakan kereta api kelas bisnis ke Surabaya dan Bandung, ehm… ya begitulah… cukup tragis. Anda pasti sudah bisa menebak maksud saya.

Benar! Tepat 100%! Pada perjalanan pergi ke Surabaya, saya menemukan satu atau dua kecoak kecil berjalan-jalan dengan nyaman di kursi saya. Untungnya walaupun saya tidak suka dengan kecoak, belum sampai tingkat ketakutan atau ketidaksukaan ekstrim.

Jadi saya cukup menyentil mereka dan sudah selesai sampai di situ. Saya kembali dapat bernafas dengan lega melihat dan mengetahui kecoak-kecoak tersebut sudah tidak berjalan-jalan di sekitar kursi saya.

Dalam perjalanan saya pulang ke Bandung, kelihatannya ini dapat menjadi mimpi buruk bagi orang-orang yang phobia (memiliki ketakutan, kecemasan yang sangat besar) dengan kecoak. Tepat di bangku saya berseliweran 2 kecoak. Setelah saya sentilpun, datang yang lain.

Setelah saya perhatikan, mereka berseliweran juga dari dinding di samping tempat duduk saya. Saya perhatikan mungkin jumlahnya mencapai 8 kecoak. Mulai dari yang berukuran setengah sentimeter sampai yang berukuran 2 sentimeter.

Karena memperhatikan mereka begitu dekat dengan posisi saya duduk, saya berpikir cara mencegah mereka untuk tidak mengganggu saya. Cara pertama yang terpikir adalah menyemprotkan air dari semprotan air yang saya bawa. Ya, saya membawa semprotan air di tas saya supaya saya bisa tetap segar dalam perjalanan panjang.

Masalahnya saya tidak tahu cara itu efektif atau tidak. Maklum saya bukan pakar kecoak hahaha. Salah-salah bukannya kecoak itu pergi, malah bisa-bisa berlari ke saya.

Lalu barulah saya teringat untuk berdoa. Ya, memang saya tidak terlalu religius jadi cara pertama yang saya ingat tidak langsung doa. Seharusnya memang cara pertama itu dari doa dulu.

Ketika berdoa saya meminta supaya kecoak itu tidak merayapi atau tidak mendekati saya. Memang menjijikan juga kalau dirayapi kecoak-kecoak tersebut.

Jadi saya menunggu dengan berdebar-debar. Sekian lama tidak ada kecoak yang mendekat sampai akhirnya ada satu kecoak yang cukup besar dalam kumpulan kecoak kecil itu berjalan perlahan ke sandaran kursi saya. Jaraknya dengan saya mungkin sekitar 10 cm lagi. Saya terus mengamatinya dengan seksama dan saya sudah bersiap meniupnya supaya jatuh kalau ia berani mendekat lagi.

Ternyata ajaib! Perlahan, kecoak itu terdiam padahal tidak saya apa-apakan, lalu ia berbalik arah dan lari. Ajaib!

Setelah itu, saya perhatikan sekian banyak kecoak yang berseliweran itu tetap berseliweran, tetapi tidak mendekati saya apalagi merayapi saya. Puji Tuhan! Bahkan saya perhatikan dua kecoak lari bersembunyi ke logam di jendela.

Saya sungguh bersyukur bahwa Tuhan menjawab doa saya begitu cepat. Kalaupun Tuhan tidak menjawab doa saya, saya tidak akan mati tentu saja. Tapi hal yang sangat remeh seperti itupun Ia perhatikan, betapa Ia begitu baik.

Ada satu masalah yang sudah saya doakan selama 10 tahun dan belum mendapatkan jawabannya, yaitu masalah pasangan hidup. Sekian banyak kejadian yang terjadi membuat saya sudah apatis masalah pasangan hidup ini. Terlalu banyak kekecewaan membuat saya sudah malas untuk berpikir masalah pasangan hidup ini.

Saya bahkan berkata pada Tuhan kalau memang Ia menginginkan saya memiliki pasangan hidup, biarlah pasangan hidup saya yang mencintai saya lebih dulu dan biarlah dia yang mencari saya. Sungguh saya sudah lelah memikirkan masalah pasangan hidup ini.

Saya juga sempat berpikir, kalau memang Tuhan menginginkan saya melajang untuk melayani Tuhan, asalkan itu Ia beritahukan pada saya, maka saya siap. Saya tidak mau membuang-buang energi lagi untuk kekecewaan demi kekecewaan padahal seharusnya saya fokus dengan melakukan hal-hal yang lebih berguna.

Dari peristiwa dengan kecoak itu, saya merasa Tuhan sudah menyiapkan jawaban doa saya. Hanya saja kembali saya diminta bersbar menunggu. Ah betapa beratnya menunggu hal yang tidak pasti.

Hanya saja kalau memang periode waktunya sudah pasti, jelas tidak butuh iman untuk percaya pada Tuhan. Saya tidak tahu pasti, tapi saya dilatih dan diajar begitu banyak oleh Tuhan berkaitan dengan masalah kesabaran ini.

Saya cukup yakin masalah kesabaran ini akan sangat diperlukan dalam kehidupan saya ke depan. Itu sebabnya Tuhan mengajar saya terus di bagian tersebut.

Dari peristiwa kecoak itu setelah saya renungkan, selain Tuhan menjawab doa saya untuk hal terkecil sekalipun, Ia juga memberikan kecoak itu sebagai analogi dari hal yang lainnya, yaitu masalah.

Masalah yang berseliweran dalam hidup kita bisa jadi membuat kita takut. Bukan hanya takut, masalah yang ada kalau disikapi secara berlebihan dapat melumpuhkan mental kita juga.

Itu sebabnya penting bagi kita untuk tidak fokus memandangi masalah. Seperti saya yang fokus memandangi kecoak-kecoak tersebut berseliweran dan menjadi jijik melihat kecoak itu. Sama seperti saya memikirkan masalah pasangan hidup dan menjadi frustasi dan kecewa karenanya.

Tidak mudah mengabaikan kecoak-kecoak yang berseliweran di dekat saya dalam jarak kurang dari setengah meter dari kepala saya. Tidak mudah mengabaikan masalah pasangan hidup ketika saya teringat mengenai nubuatan-nubuatan yang pernah saya dapatkan berkaitan dengan hal itu.

Tetapi Tuhan sudah berbicara lewat kecoak-kecoak tersebut, saya tahu saya harus dengar dan ikuti hal yang Ia beritahukan. Saya tidak mengira ternyata Tuhan sampai menggunakan kecoak juga untuk menyampaikan pesannya. Memang Tuhan itu dahsyat. Ia bisa gunakan apapun untuk menyampaikan maksudnya.

Dari peristiwa dengan kecoak-kecoak tersebut, saya mendapatkan bahwa masalah bisa saja berseliweran silih berganti dalam hidup kita. Hanya saja saat kita bisa berfokus pada Tuhan, damai-Nya akan melingkupi kita dan membuat kita tetap tenang menghadapi segala masalah.

Memang saat kita fokus pada masalah, seolah-olah persoalannya menjadi begitu besar. Padahal kalau kita mau analisis dengan pikiran tenang dan jernih, selalu ada jalan keluar bagi setiap masalah.

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, lewat kecoak Tuhan mau berbicara kepadaku dan kepada setiap orang yang membaca artikel ini. Dalam menghadapi masalah di hidup kami, seringkali fokus kami bergeser bukan lagi pada-Mu tetapi pada masalah kami. Bantulah kami semua untuk senantiasa fokus kepada-Mu, bukan pada masalah kami.

Fokus kepada-Mu membuat cengkraman kekuatan masalah kepada kami menjadi berkurang bahkan menghilang. Fokus kepada-Mu mendatangkan damai dan sukacita. Fokus kepada-Mu membuat kami bisa menemukan jawaban atas setiap masalah kami.

Hanya Engkaulah satu-satunya yang kami perlukan dalam hidup ini. Hanya Engkaulah jawaban atas setiap masalah kami. Tuntun kami untuk semakin dalam mencintai-Mu, bukan karena menginginkan berkat-Mu atau karena menginginkan jawaban atas masalah kami, tapi menginginkan-Mu semata, mencintai-Mu dengan segenap hidup dan hati kami.

Sungguh Engkaulah Allahku yang ajaib dan hebat. Aku percaya Kau sudah menjawab doaku dan sudah memberikan yang terbaik. Aku juga percaya Kau sudah menjawab doa setiap orang yang membaca artikel ini dan memberikan yang terbaik bagi mereka.

Terima kasih, Tuhan, buat segalanya. Kami dapat tinggal tenang di dalam Engkau, mengerjakan bagian kami, dan yakin bahwa pengharapan di dalam-Mu tidak pernah sia-sia.

Amin.

Iklan

Comments on: "Kecoak, Jawaban Doa, dan Masalah" (2)

  1. takutttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: