All for Glory of Jesus Christ

Cause and Effect

Tulisan hari ini terinsipirasi oleh kata-kata seseorang yang hari ini konseling dengan saya. Saya tidak akan menceritakan hal yang dikonselingkan oleh yang bersangkutan karena itu sifatnya rahasia. Hanya saja hal yang menarik adalah banyak orang yang mengaku anak Tuhan ternyata tidak mengerti hukum cause and effect (hukum sebab akibat). Dalam Alkitab, hukum cause and effect ini disebut sebagai hukum tabur tuai.

Banyak sekali orang yang mengaku anak Tuhan ternyata hidup dalam kesulitan dan kekurangan. Hal ini bisa terjadi karena banyak hal memang. Bisa jadi karena memang itulah hal yang terjadi sebagai ujian iman yang bersangkutan. Kalau seseorang memang sudah hidup benar, melakukan yang terbaik yang memang ia harus lakukan, tetapi tetap saja menghadapi berbagai masalah, bisa jadi memang itu ujian imannya.

Setelah sekian lama terjadi, biasanya yang bersangkutan akan semakin kuatnya kepada Tuhan, bahkan yang bersangkutan pun bisa menjadi seorang saksi Tuhan yang efektif karena telah mengalami ujian iman ketekunan dalam menghadapi masalah. Ini adalah contoh yang perlu ditiru

Tetapi dari banyak hal yang saya telusuri, seringkali hal tersebut terjadi karena keputusan yang salah dan pemahaman yang keliru akan firman Tuhan. Kemungkinan lain karena memang hal tersebut adalah sebagai konsekuensi dari kesalahan yang dilakukan.

Tidak semua peristiwa dapat dengan mudah dicari akar masalahnya. Tidak selalu kalau hasilnya buruk itu adalah akibat kesalahan atau konsekuensi akibat keputusan yang salah. Bisa juga itu adalah suatu ujian kedewasaan iman seseorang. Dalam hal ini memang kita tidak bisa dengan gegabah mengatakan suatu hal itu akibat kesalahan seseorang.

Tetapi dari sekian banyak kasus yang pernah saya telaah, kalau mau dihitung dalam persentase saya bisa katakan 95% kasus yang pernah saya tangani itu memang akibat kesalahan pengambilan keputusan yang bersangkutan. Di dalamnya ada juga diakibatkan karena pemahaman firman Tuhan yang keliru.

Sangat penting bagi kita semua untuk memiliki pemahaman firman Tuhan secara benar. Tuhan adalah Allah yang baik, tetapi juga adalah Allah yang adil. Jika kita tidak mau berusaha, tidak mau bekerja keras, tidak mau hidup dalam integritas yang benar, tidak mau melakukan bagian kita, tetapi mau mendapatkan berkat-Nya ini adalah suatu hal yang sangat keliru!

Hukum tabur tuai itu berlaku di dunia ini. Orang yang tidak menabur maka tidak akan menuai. Tuhan senantiasa ingin memberkati anak-anak-Nya, tetapi Ia tidak pernah menyukai bahkan sangat membenci pemalas.

Ada cukup banyak ayat firman Tuhan yang mengecam dengan sangat keras para pemalas. Itu sebabnya kita sebagai anak-anak-Nya harus hidup dalam kesungguhan dan penuh kerja keras. Jangan sampai kita malah jadi batu sandungan dan kecaman bagi orang lain!

Jangan berharap mendapatkan dispensasi karena kita anak Tuhan. Justru karena kita anak Tuhan, maka kita harus melakukan lebih dari yang diharapkan.

“Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” (Matius 5:41)

Melakukan lebih dari yang diharapkan, bekerja lebih keras daripada yang diharapkan, melakukan yang terbaik lebih dari yang diharapkan; itulah yang seharusnya dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Jika kita mengharapkan dispensasi karena kita anak Tuhan, itulah yang akan menyebabkan anak-anak Tuhan itu dicela dan dikecam orang.

Benar Tuhan menjanjikan begitu banyak berkat-Nya bagi kita, tetapi berkat itu bukanlah sesuatu yang harus menjadikan kita sebagai pemalas. Janji Tuhan itu haruslah membuat kita bersyukur dan terpacu untuk melakukan lebih lagi.

Sangat disayangkan kalau Tuhan sudah memberikan firman-Nya dan janji-Nya dalam Alkitab, tetapi kita tidak pernah membaca dan tidak mengimani janji-Nya. Leibh sayang lagi kalau kita membacanya, namun hanya mengambil firman yang menyenangkan hati kita saja, yang enak dan mudah saja.

Mengikut Tuhan itu tidak mudah. Mengikut Tuhan itu bukan jaminan semua pasti beres. Mengikut Tuhan itu penuh dengan tantangan.

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”. “ (Matius 16:24)

Itu sebabnya salah sekali kalau mengiming-imingi orang untuk mengikut Kristus dengan jaminan semua pasti beres, enak, dan mudah. Mengikut Kristus itu justru harus menyangkal diri, memikul salib, dan terus mengikut Dia.

Menyangkal diri berarti melawan kecenderungan manusiawi diri sendiri. Jika dalam bekerja dan usaha kecenderungan manusiawi kita ingin bekerja santai tapi gaji dan penghasilan besar, maka kita harus melawan kecenderungan kita untuk bekerja santai. Kita wajib bekerja keras!

Memikul salib berarti menanggung permasalahan dengan tekun. Jika dalam bekerja dan usaha terdapat masalah, berarti kita dapat menanggung masalah itu dengan tekun dan tidak putus asa. Memikul salib juga berarti tidak mencari jalan pintas dari masalah dengan menghalalkan segala cara.

Mengikut Yesus berarti melakukan firman-Nya dengan setia. Tuhan mengatakan hal ini dengan sangat jelas:

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

”Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21)

Kalau kita tidak pernah melakukan firman-Nya tetapi mengharapkan berkat-Nya itu berarti kita menipu diri sendiri. Kalau kita senang menipu diri sendiri, tidak heran hidup kita tidak pernah berubah selalu masuk dalam kekalahan demi kekalahan. Padahal seharusnya hidup kita itu adalah dari satu kemenangan ke kemenangan lainnya, dari satu kemuliaan ke kemuliaan lainnya.

Selalu ingat bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Ia ingin memberkati kita, bahkan Ia sudah menyediakan berkat-berkat-Nya bagi kita. Hanya saja Ia sangat mengasihi kita dan Ia melihat kapasitas kita. Jika Ia melihat kita belum siap untuk menerima berkat-berkat-Nya, maka Ia juga tidak akan memberikan berkat itu.

Siapa bilang bahwa berkat itu bukan sesuatu yang buruk? Berkat akan menjadi kutuk kalau tidak diberikan pada jumlah, waktu, dan kondisi yang tepat. Sebagai contoh yang mudah: saya sangat suka makan durian. Tetapi misalnya jika ada yang memberikan saya durian pada saat saya sedang pantang makan durian sekian bulan lalu karena dalam pengobatan, maka hal itu malah bukannya menjadi berkat bagi saya malah menjadi kutuk bagi saya.

Contoh lain: berkat kekayaan yang berlimpah. Jika memang berkat itu diberikan pada saat seseorang belum siap, bisa jadi berkat tersebut menjadi kutuk. Misalnya saja yang bersangkutan bisa jadi sombong, lupa daratan, menggunakan uang tersebut untuk hal yang tidak seharusnya, dan pada akhirnya menjauhkan yang bersangkutan dari Tuhan.

Itu sebabnya kita harus senantiasa bersyukur dalam segala hal. Berkat bukan hanya masalah harta. Jika kita bisa memiliki pekerjaan, walaupun itu bukan pekerjaan yang prestisius sekalipun, bersyukurlah dan lakukanlah yang terbaik.

Seperti yang saya pernah ceritakan di “Spirit of Excellence” ada seorang pegawai di tempat saya bekerja yang sangat luar biasa. Ia selalu bekerja keras walaupun saat itu ia belum menjadi pekerja tetap. Saat ini ia sudah menjadi pekerja tetap. Puji Tuhan!

Saya turut berbahagia untuk yang bersangkutan karena saya melihat dengan sangat jelas ketekunan, inisiatif, dan kerja keras yang bersangkutan. Bayangkan saat tidak ada yang menyuruh, pekerja tersebut berinisiatif membersihkan lantai. Saat tidak ada yang melihat, pegawai tersebut membersihkan di tempat yang lain. Pegawai tersebut merupakan seorang pegawai yang sangat layak untuk dijadikan contoh pagi pegawai-pegawai lainnya. Belum lagi kejujuran dan tenggang rasanya pada rekan-rekan kerjanya, sungguh senang sekali melihat pegawai tersebut!

Bukan masalah posisi, bukan masalah jabatan, bukan masalah besar atau kecilnya tempat usaha kita; tetapi kalau kita mau bekerja keras dan terus memberikan yang terbaik, saya sangat percaya bahwa berkat Tuhan itu mengalir dengan deras pada kita.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, buat inspirasi yang Tuhan berikan. Kiranya Tuhan membimbing orang yang memberikan saya inspirasi ini untuk sungguh-sungguh bisa mengenal kebenaran firman-Mu. Pemahaman firman Tuhan yang benar akan dapat menuntun-Nya menuju hidup yang berkemenangan, biarlah Kau yang ajar dia untuk mengerti.

Tuhan, pimpin kami semua untuk mengenal kebenaran firman-Mu dan melakukannya dengan setia setiap hari. Ajar kami semua untuk selalu bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan bersungguh-sungguh dalam setiap hal yang kami kerjakan. Buat kami sungguh-sungguh bisa menjadi garam dan terang di tempat kerja dan di tempat usaha kami, sehingga orang-orang bisa tertarik untuk menjadi anak-anak-Mu karena melihat teladan hidup kami.

Dengan demikian, tidak perlu kami berbicara panjang lebar, tetapi cukup lewat kesaksian hidup kami saja, maka orang-orang sudah tahu Tuhan dan Juru selamat kami. Itulah kesaksian yang efektif. Bantu kami untuk menjadi saksi-Mu yang efektif setiap hari, di manapun kami berada.

Bantu kami juga ya, Tuhan, untuk sungguh-sungguh menjadi pelaku firman-Mu yang setia. Bantu kami mencintai firman-Mu. Bantu kami melakukan setiap firman-Mu, bahkan yang tersulit sekalipu, karena kami mengasihi Engkau, Tuhan.

Terima kasih, Tuhan, buat kasih-Mu yang teramat besar bagi kami. Kami ingin senantiasa menghargai kasih-Mu dengan melakukan firman-Mu setiap hari dengan setia, karena Engkau adalah setia.

Amin.

Iklan

Comments on: "Cause and Effect" (2)

  1. wowww,, ngrasa amazing bgt baca artikel ini,,
    ngena bgt,,
    saya ngrasa terberkati,,
    keep sharing yh bu santy,, JBU 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: