All for Glory of Jesus Christ

Palsu

Beberapa hari yang lalu saya menyadari sesuatu. Di dompet uang logam saya, ternyata saya menemukan satu uang logam yang mirip sekali dengan uang logam 1000 rupiah. Jadi bentuknya itu di bagian tengah berwarna emas, di pingirnya berwarna perak. Persis sekali dengan uang 1000 rupiah yang dulu pernah dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Saya menemukan uang tersebut ketika saya sedang menyiapkan uang untuk membayar ongkos Angkot yang saya naiki. Saya sempat terbengong-bengong beberapa saat karena saya sama sekali tidak menyadari waktu saya mendapatkan uang tersebut.

Bisa jadi saya mendapatkan uang tersebut saat saya mendapatkan kembalian ongkos Angkot. Kemungkinan lainnya saya mendapatkan uang tersebut saat saya berbelanja di pusat perbelanjaan. Tapi kelihatannya, kemungkinan pertama jauh lebih besar.

Setelah saya menyadari uang tersebut, saya berpikir. Uang tersebut bukanlah mata uang yang dapat dibelanjakan di Indonesia. Saya pun tidak tahu dengan persis asal negara mata uang tersebut. Jadi sudah jelas mata uang tersebut tidak dapat digunakan di Indonesia.

Tiba-tiba saja tadi pagi saya teringat akan mata uang ini dan teringat akan satu ayat:

”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21)

Saya cukup banyak mendengar cerita dari begitu banyak orang tentang hidup orang Kristen yang kelihatannya sangat religius, segala sesuatu berbau Tuhan, memakai salib, melayani di sana-sini, bahkan luar biasa ‘kudus’-nya karena setiap kali berbicara pasti mengucapkan ungkapan-ungkapan rohani. Itu baik, tidak ada yang salah dengan hal itu. Hanya saja ternyata sayangnya yang bersangkutan hidupnya tidak lebih benar dari hidup orang-orang lainnya.

Memang sesungguhnya tidak ada orang benar.

“seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10)

”Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.” (1 Korintus 6:11)

Hanya oleh nama Tuhan Yesus Kristus dan di dalam Roh Kudus, kita dibenarkan. Setelah kita dibenarkan dan dilayakkan, panggilan kita adalah untuk hidup benar.

Permasalahannya adalah sayang sekali ada (kalau tidak mau disebut sebagai banyak) orang yang telah dibenarkan, hidup dengan sesuka hatinya. Akibatnya orang lain yang melihat hal tersebut, merasa terkecoh. Inilah yang disebut sebagai batu sandungan.

Kekristenan itu haruslah murni, bukan palsu, bukan sepuhan. Jika tidak, maka hanya akan menjadi bahan cibiran orang lain. Kekristenan itu haruslah menyentuh jiwa dan mengubah hidup orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus itu. Jika tidak, maka kekristenan tidak ada bedanya sebagai simbol dan status agamawi belaka.

Mungkin orang lain bisa ditipu oleh topeng, polesan, dan tampilan-tampilan religius, tetapi Tuhan tidak bisa ditipu. Itu sebabnya Ia mengecam dengan keras para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang penuh kepalsuan.

Hanya jika kita terus berpegang pada firman-Nya dan hidup dalam keintiman dengan Tuhanlah, maka kita bisa hidup benar dan tanpa kepalsuan. Dengan usaha kita sendiri, maka kita tidak akan bisa. Hanya dengan kekuatan Tuhan kita akan dapat melakukan hal tersebut. Karena Roh Kudus ada di dalam kita, kita akan dimampukan untuk melakukan segala perkara

Doaku hari ini: terima kasih, Tuhan, untuk inspirasi yang Tuhan berikan. Ini juga merupakan bentuk peringatan dari Tuhan untukku supaya hidup benar dan tidak ada kepalsuan. Tuhan, hanya oleh kuasa Roh-Mu yang ada di dalam aku, aku akan sanggup berjalan terus tanpa menjadi goyah dan terus hidup dalam kebenaran-Mu. Jagailah langkahku senantiasa untuk senantiasa terus hidup benar tanpa kepalsuan.

Untuk setiap orang yang membaca artikel ini, pimpinlah mereka semua supaya hidup mereka senantiasa benar dan tanpa kepalsuan. Itulah panggilan kami sebagai anak-anak-Mu, untuk menjadi terang dan garam. Jika kami hidup benar dan tanpa kepalsuan, maka kami akan dapat bersinar dan memberi rasa di tengah dunia ini. Jika kami hidup benar dan tanpa kepalsuan, maka kami bisa menjadi saksi-saksi-Mu yang efektif.

Bantu kami senantiasa ya, Tuhan, untuk senantiasa membentengi diri kami dengan firman-Mu, sehingga kami hanya memikirkan hal-hal yang benar. Dengan demikian, kami juga akan dapat berpikir, berkata-kata, dan bertindak hal yang benar pula. Bantu kami senantiasa untuk mengerti kebenaran firman-Mu dan melakukan-Nya tanpa kecuali, Tuhan.

Terima kasih, Tuhan, buat setiap kebaikan-Mu dalam hidup kami. Setiap hal yang terjadi dan Kau izinkan dalam hidup kami adalah kebaikan semata bagi kami.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: