All for Glory of Jesus Christ

Program “Dari Hati untuk Merapi” Tahap 2 sudah cukup lama berlalu. Memang kesibukan saya dan Nurma sebelum Natal dalam pekerjaan dan juga dalam pelayanan kami masing-masing menyebabkan pengumpulan dana tahap 2 ini kurang maksimal. Setidaknya saya cukup lega karena akhirnya program ini dapat ditutup dan dapat kami pertanggungjawabkan dengan baik.

Jika dibandingkan dengan tahap 1 yang cukup sukses secara nominal pengumpulan dana, tahap 2 memang kurang sukses karena hanya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 537.102,00. Pada tahap 1 jumlahnya sampai mencapai Rp 10.134.100,00.

Saya pribadi hanya berpikir bahwa program pengumpulan dana ini sebagai bentuk kepedulian yang datang dari hati. Itu sebabnya bahkan kalaupun hanya 1 orang yang tergerak untuk menolong, bahkan kalau jumlah dana yang terkumpul sangat sedikit pun, bagi saya tetap saja program ini sukses.

Hati yang tergerak adalah sesuatu yang indah. Ketika seseorang mau membantu orang lain yang membutuhkan dengan sesuatu yang dimilikinya, itu sangat indah. Kalau kita melihat hanya ke dalam diri kita, kebutuhan dan kepentingan kita sendiri, maka akan sulit sekali bagi kita untuk menolong orang lain.

Mengapa demikian? Karena kecenderungan manusia adalah memikirkan diri sendiri, bahwa kepentingan dan kebutuhannya yang lebih utama dibandingkan kepentingan dan kebutuhan orang lain. Saya sangat bersyukur bahwa di tengah situasi ekonomi dengan harga-harga barang yang meningkat, ternyata masih ada orang-orang yang cukup peduli dengan kondisi orang lain.

Saya sendiri cukup berbesar hati karena ada 2 orang mahasiswa dari tempat saya bekerja yang sukarela memberikan bantuan (1 orang di tahap 1, 1 orang lagi di tahap 2). Salah satunya bahkan memberikan bantuan hanya karena yang bersangkutan melihat pengumuman yang saya tempelkan di papan pengumuman.

Kalau kita memberi pada orang yang dapat membalas kembali kebaikan kita, maka hal itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Tetapi kalau kita memberi kepada orang yang tidak dapat membalas kembali kebaikan kita, hal itu jauh lebih sulit dilakukan.

Komentar dua orang mahasiswa ini ketika saya berterima kasih untuk sumbangannya bagi korban Merapi kurang lebih demikian:

“Mereka jauh lebih membutuhkan, Bu.” (komentar mahasiswa pertama).

“Bisa memberi itu menyenangkan. Saya melihat bahwa pada saat saya banyak memberi kepada orang lain, saat itu juga Tuhan banyak memberi kepada saya walaupun bukan dalam bentuk materi.” (komentar mahasiswa kedua).

Sungguh saya sangat terharu dan bersyukur ternyata dua orang mahasiswa ini memiliki hati yang besar. Saya bersyukur bahwa ternyata bukan hanya masalah pemikiran yang cerdas yang bisa dimiliki oleh para mahasiswa ini, tetapi juga hati yang peduli akan persoalan orang lain.

Saya hanya berpikir, jika saja semua mahasiswa seperti itu, mau peduli akan persoalan orang lain dan tidak hanya memikirkan masalahnya sendiri, saya cukup yakin bahwa bangsa kita ini akan menjadi bangsa yang sungguh luar biasa maju.

Permasalahan bangsa kita ini adalah terlalu banyak orang yang hanya peduli akan permasalahannya sendiri, akan kepentingan kelompok dan golongannya, dibandingkan dengan kepentingan orang banyak. Seperti ditulis dalam Alkitab:

“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” (Yakobus 3:16)

Saya berdoa semoga akan lebih banyak lahir generasi-generasi penerus bangsa yang memiliki hati yang tulus dan tergerak untuk melihat kebutuhan orang-orang lain di sekitarnya. Orang pintar sudah banyak sekali ada di bangsa kita, tapi orang-orang yang tulus dan tidak egois tidak terlalu banyak ditemukan.

Saya berdoa supaya semakin hari negara kita ini bisa lahir orang-orang yang sungguh-sungguh peduli dengan bangsanya. Dengan demikian, kondisi negara kita ini bisa sungguh-sungguh berkembang dengan pesat.

Saya pernah mendengar cerita dari mantan dosen saya ketika saya dulu berkuliah di S2. Beliau menceritakan mengenai sifat masyarakat Jepang karena beliau memang kuliah di Jepang.

Masyarakat Jepang itu memiliki budaya yang sangat kuat sosialisasinya. Jadi mereka memiliki budaya malu yang sangat besar dan rasa komunalitas (kebersamaan) mereka juga sangat besar. Jadi kalau satu rumah itu bersih, rumah-rumah lain di sekitarya juga mengikuti. Begitupun dalam satu daerah, mereka memiliki rasa kebersamaan yang sangat kuat.

Saya berpikir memang hal tersebut sangat benar. Dalam salah satu acara televisi yang saya terkadang tonton berkaitan dengan suatu acara kompetisi yang diadakan di Jepang, saya melihat bahwa walaupun itu kompetisi, setiap peserta saling mendukung satu dengan lainnya. Ketika satu peserta gagal, peserta lainnya ikut kecewa akan kegagalan itu.

Kepedulian akan orang lain itulah yang membuat Jepang maju dengan sangat pesat, padahal tidak memiliki sumber daya alam yang banyak, jauh sekali dibandingkan dengan negara kita yang sangat banyak memiliki sumber daya alam. Seharusnya kita bisa lebih maju dari Jepang mengingat begitu banyaknya kekayaan dan potensi yang kita miliki.

Kembali ke Program “Dari Hati untuk Merapi” (“From the Heart to Merapi”). Saya baru mendapatkan foto bukti pembelian yang dilakukan oleh Rio, sepupu Norma. Norma baru tadi pagi mengatakan kepada saya bahwa Rio sangat meminta maaf belum sempat memberikan laporan, karena tempat usahanya, yaitu Oss Café (tempat yang dijadikan base-camp pada saat Norma dan Widy melakukan distribusi barang-barang untuk korban Merapi di tahap 1) mengalami masalah berat. Jadi ada orang lain yang ingin mengambil alih usaha tersebut.

Saya sungguh salut pada Rio dalam kondisi sulit seperti itu, ia masih menyempatkan diri mengirimkan foto bukti pembelian yang sudah dilakukan. Inilah sifat bertanggung jawab dan tidak mementingkan diri sendiri yang ditunjukkannya. Saya sungguh merasa sangat terhormat bisa bekerja sama dengannya dalam program ini.

Bersama dengan Norma, Widy, dan seluruh keluarganya, beserta Rio, Andi dan para relawan lainnya di posko pengungsian, dan terutama beserta dengan seluruh donator dan simpatisan kami yang saya sebut “All Friends (AF)”, sungguh suatu kesempatan yang sangat indah bahwa bersama-sama ternyata kami bisa melakukan sesuatu untuk orang lain. Saya percaya bahwa kasih itu universal, tidak memandang suku, agama, ras, dan golongan. Kasih itu tidak diwarnai oleh kepentingan tertentu. Kasih itu tulus adanya.

Semoga program ini hanya menjadi suatu awal bagi program-program berikutnya. Jika Tuhan menggerakkan hati saya untuk bertindak, saya yakin Ia juga akan menggerakkan hati-hati yang lain utuk bertindak. Segala kemuliaan dan pujian atas keberhasilan program ini saya persembahkan hanya kepada Tuhan, karena Dialah awal dari semua ini, hanya untuk dan karena Dialah semua ini.

Doaku hari ini: Terima kasih, Tuhan, akhirnya kami bisa menyelesaikan program “Dari Hati untuk Merapi” ini dengan baik. Walaupun tidak mudah, berkat pertolongan dan penyertaan-Mu akhirnya program ini bisa ditutup juga dengan baik.

Sungguh adalah suatu kesempatan yang indah ketika aku bisa bekerja sama dengan begitu banyak pihak untuk melakukan suatu hal yang bisa membantu pihak yang lain. Terima kasih, Tuhan, untuk kesempatan yang indah ini.

Dalam kesempatan ini, aku juga mau berdoa untuk Norma dan seluruh keluarganya, juga untuk semua relawan yang telah membantu program ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga kasih karunia-Mu selalu menyertai mereka dan membimbing setiap langkah mereka.

Dalam kesempatan ini, aku mau berdoa secara khusus untuk Rio. Tuhan, Engkau mengetahui permasalahan yang dia hadapi. Engkau yang berkata bahwa “Berbahagialah orang yang murah hati karena ia akan beroleh kemurahan.” Berikan kemurahan-Mu atas dia, Tuhan, supaya ia bisa mengatasi permasalahan di tempat usahanya. Kami percaya tidak ada perkara yang terlalu sukar untuk-Mu.

Berdoa juga untuk setiap donatur dan simpatisan kami, ya Tuhan. Mereka membuat program ini berjalan dengan lancar dan sukses. Setiap dukungan dana, daya, dan doa yang mereka berikan sungguh membuat segalanya ini menjadi mungkin.

Hal yang tidak pernah kami bayangkan, itu yang Engkau sediakan bagi kami. Sungguh Engkau adalah Allah yang besar. Terima kasih, Tuhan, buat semuanya.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: