All for Glory of Jesus Christ

Gift: Take It or Leave It

Ada sebuah hadiah yang terbungkus rapi. Tak lama dari itu, ada tangan yang memegang hadiah itu lalu tangan itu membalik. Hadiah itu meluncur turun, lalu hancur berkeping-keping di lantai. Coba tutup mata Anda dan bayangkan hal ini. Apa yang Anda pikirkan? Apa yang Anda rasakan?

Saya cukup yakin semua orang suka diberi hadiah. Hadiah mahal ataupun murah, hadiah besar ataupun kecil, sepertinya tidak ada yang tidak menyukai hadiah. Coba bayangkan keselamatan yang Tuhan Yesus berikan sebagai hadiah. Bayangkan hal itu adalah hadiah yang terbungkus rapi, lalu ada tangan yang memegangnya dan membalikkan tangannya sehingga hadiah itu hancur berkeping-keping.

Tuhan Yesus adalah hadiah yang dijanjikan Allah pada umat manusia. Kristus adalah jawaban bagi persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia. Hadiah yang begitu berharga, karena Yesus adalah Allah sendiri.

Hadiah setelah diberikan menjadi milik si penerima. Apakah si penerima ingin menyimpannya baik-baik, menggunakannya, memberikannya kepada orang lain, atau bahkan membuangnya. Hadiah, saat telah diberikan menjadi hak si penerima untuk melakukan apa saja terhadap hadiah itu.

Coba kita ingat-ingat, jika kita pernah menerima suatu hadiah yang begitu berharga, apakah yang kita lakukan dengan hadiah tersebut? Apakah menyimpannya baik-baik? Apakah memberikannya pada orang lain? Saya cukup yakin kita semua tidak akan membuangnya. Terlebih lagi bila hadiah itu diberikan oleh seseorang yang sangat berarti bagi kita.

Lalu, apakah yang kita lakukan dengan hadiah keselamatan kita? Apakah kita menyimpan (menjaga) hadiah keselamatan itu baik-baik? Apakah kita memberikan hadiah keselamatan itu kepada orang lain, supaya bukan hanya kita yang menikmati hadiah tersebut? Atau apakah karena kita tidak mengerti, tidak mempedulikan, atau bahkan menganggapnya sepele, remeh, dan tidak berharga sehingga dengan mudah kita membuangnya?

Hadiah keselamatan adalah hadiah yang sangat mahal yang tak mampu seorangpun untuk membayarnya. Tidak dengan segala perbuatan baik, tidak dengan segala tindakan pengendalian dan pengekangan diri, bahkan juga kalaupun sampai seorang rela mati untuk orang lainnya, tetap saja tidak cukup untuk membayar harga hadiah keselamatan.

”Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Ya, setiap kita seharusnya mati karena dosa kita. Tetapi karena kasih Allah yang begitu besar kepada kita, Ia memberikan suatu hadiah berupa karunia/anugerah keselamatan dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Berkat hadiah keselamatan itu, kita dapat hidup yang kekal! Puji Tuhan!

Setiap manusia yang seharusnya mati karena kita semua adalah orang berdosa, ternyata mendapatkan hidup yang kekal. Betapa luar biasa besar kasih Allah pada semua manusia! Kalau kita orang benar dan Kristus rela mati bagi kita, mungkin itu tidak menjadi luar biasa. Justru karena kita orang berdosa dan Kristus rela mati bagi kita, itu menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.

Demi seorang yang begitu hina dan kotor oleh dosa, Ia memberikan nyawa-Nya dengan gratis alias cuma-cuma. Hadiah yang begitu berharga diberikannya begitu saja bagi setiap orang yang mau menerimanya. Hadiah yang begitu mahal, hadiah yang tidak seorangpun sanggup membayarnya, hadiah itu yang diberikannya bagi kita.

Pertanyaannya adalah: apakah yang sudah kita lakukan dengan hadiah itu? Sudahkah kita menghargainya? Apakah kita membagikan hadiah itu kepada orang lain ataukah hanya menyimpannya sendiri? Apakah kita justru membalikkan tangan kita dan membiarkan hadiah itu hancur? Apakah kita justru menolak hadiah itu?

Semoga kita diberikan karunia untuk mengerti hadiah yang sangat berharga yang telah diberikan-Nya bagi kita. Semoga kita diberikan karunia untuk menghargai hadiah luar biasa tersebut. Semoga kita diberikan karunia untuk berhikmat dalam membagikan hadiah tersebut kepada orang lain. Semoga kita diberikan karunia untuk penuh komitmen dan setia dalam menyimpan dan merawat hadiah itu sampai pada akhir hidup kita.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: