All for Glory of Jesus Christ

Finally!

Hari ini saya berjalan dengan sahabat saya di salah satu pertokoan. Setelah beberapa lama kami tidak berjalan-jalan bersama karena ia sedang sakit, akhirnya bisa bertemu lagi dengannya. Senang sekali rasanya.

Sahabat saya ini adalah sahabat saya dari sekitar 8 – 9 tahun lalu. Ia adalah orang yang bisa dikatakan mengenal saya dengan cukup baik. Ia seorang sahabat yang luar biasa. Saya tahu bahwa saat saya mengalami sesuatu yang buruk, ia akan ada untuk mendukung, menghibur, dan menguatkan saya. Saat saya mengalami hal yang baik, ia ikut bergembira bersama saya.

Ia sungguh sahabat yang luar biasa. Itu sebabnya setelah beberapa lama tidak bertemu dengannya dan akhirnya hari ini bisa berjalan-jalan dengannya, saya sangat senang.

Setelah selesai makan bersama, kami berjalan-jalan di satu toko tertentu. Tiba-tiba mata saya tertuju pada satu barang yang saya sudah lama inginkan. Saya menginginkan barang itu dari tahun lalu. Sudah berbulan-bulan lalu saya menginginkan barang tersebut. Tetapi setiap kali saya melihat barang itu, saya selalu tidak menemukan ukuran yang sesuai.

Terakhir kali saya melihat barang tersebut, saya melihat hanya ada 2 unit saja barang itu dengan ukuran yang sama. Beberapa kali saya melihat barang tersebut pada kesempatan yang berbeda-beda dalam rentang waktu sekian bulan, ternyata juga jumlahnya berkisar 2 unit saja.

Hari ini saya melihat ada sekitar 6 unit barang itu. Terkejut juga saya. Karena sebelumnya saya sudah berulang kali menanyakan kepada penjaga tokonya mengenai barang tersebut, setiap kali saya mendapatkan jawaban yang sama, yaitu barangnya tidak ada lagi yang lain. Hanya tersedia yang ada di sana saja.

Begitu saya memeriksa ukurannya, ternyata ada 1 unit barang dengan ukuran berbeda. Ketika saya coba, ukurannya pas sekali! Ah, senang sekali! Barang ini benar-benar saya sudah inginkan dari lama sekali dan akhirnya saya bisa mendapatkannya juga.

Begitu saya mencoba dan mendapati bahwa barang tersebut berukuran pas sekali dengan yang saya butuhkan, tiba-tiba ada semacam firasat bahwa barang itu merupakan simbolisasi dari sesuatu yang saya butuhkan dalam hidup ini. Sesuatu yang sudah saya cari dari lama, sesuatu yang saya sudah inginkan begitu lama, namun belum saya temukan.

Saya tidak bisa memberikan suatu bukti apapun, tapi sedikit banyak saya cukup yakin hal itu berkaitan dengan kebutuhan saya akan pasangan hidup. Peristiwa patah hati yang berturut-turut saya alami membuat saya sudah menyerah untuk berpikir tentang pasangan hidup.

Akan tetapi anehnya, ada sejumlah sahabat saya dari Worldprayr yang tiba-tiba mendoakan saya untuk masalah itu. Hal yang menarik adalah mereka mendoakan secara serentak tanpa mereka saling menghubungi satu dengan lainnya.

Hal yang lebih menarik lagi, mereka mendoakan pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria yang saya inginkan. Padahal saya tidak pernah bercerita tentang kriteria pasangan hidup yang saya butuhkan. Saya tersenyum-senyum juga membaca hal-hal yang mereka doakan untuk saya, karena mereka menginginkan pria terbaik untuk saya. Saya hanya bisa mengaminkan hal itu karena itu juga yang saya doakan. Itu juga yang didoakan dan dinubuatkan oleh beberapa orang beberapa tahun yang lalu.

Ya, saya bersyukur memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa ini. Walaupun belum melihat kenyataannya, saya menerima dengan iman bahwa saya telah menerima pasangan hidup saya. Siapa orangnya? Saya juga tidak tahu.

Pencarian dan usaha saya sekian lama sangat melelahkan dan mengecewakan. Itu sebabnya saya sudah tidak mau mencari lagi. Kalau memang Tuhan ingin memberikan saya pasangan hidup, saya yakin Ia lebih mengerti caranya untuk mendatangkan pasangan hidup saya itu. Kalau bangkit dari kematian saja Ia sanggup, mendatangkan pasangan hidup buat saya pasti itu sangat mudah bagi-Nya.

Lagipula, Tuhanlah yang membawa Hawa kepada Adam. Jadi, saya tinggal menunggu saat Tuhan membawa saya kepada pasangan hidup saya. Lebih lagi, Adamlah yang menyadari bahwa Hawalah pasangan hidupnya ketika Tuhan membawanya ke hadapan Adam:

“Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” (Kejadian 2:23)

Tidak ada perkara yang sulit dan mustahil bagi-Nya. Walaupun saya belum mendapatkan hal yang saya sudah doakan begitu lama, saya tetap percaya entah bagaimanapun caranya, Ia sanggup menyediakan hal yang saya butuhkan, tepat pada waktunya, tepat dengan yang saya minta, bahkan lebih baik dari yang saya minta.

Bagi Anda yang memiliki masalah yang sama dengan saya, mari kita sama-sama berdoa dan beriman bahwa Tuhan sanggup untuk mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita. Seperti saya, mungkin Anda juga sudah sangat lelah dengan masalah pasangan hidup ini. Seperti saya, mungkin Anda juga sudah sampai titik putus asa tengan masalahh pasangan hidup ini.

Hanya saja, di tengah segala keterbatasan yang kita alami, saya ingin kita semua tetap beriman bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sanggup mengatasi segala masalah. Ia adalah Allah yang luar biasa, yang jauh lebih besar dari apapun juga.

Kalaupun ini adalah waktunya bagi kita untuk menunggu, biarlah kita menunggu dengan sabar. Kalaupun ini adalah waktunya bagi kita untuk bertindak, biarlah kita bertindak seturut kehendak Tuhan. Apapun itu, saya sungguh percaya bahwa hidup kita adalah bukan lagi hidup karena melihat tapi hidup karena percaya. Tetap beriman, tetap berserah, sambil terus lakukan yang terbaik yang harus kita lakukan.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: