All for Glory of Jesus Christ

Kasih yang Terindah

Beberapa waktu terakhir ini saya berada dalam kondisi yang tidak sepenuhnya sukacita. Ya begitulah namanya juga anak muda, biasanya masalahnya tidak jauh dari masalah hati. Kemarin saya banyak merenung dan saya mendapati bahwa setiap orang memiliki area rawan serangan.

Bagi orang tua, area rawan serangan bagi mereka adalah anak-anaknya. Bagi pasangan, area rawan serangan bagi mereka adalah pasangannya. Faktor keuangan, kesehatan, pekerjaan, studi, teman, dan pasangan hidup; itu termasuk area rawan serangan bagi banyak orang.

Saya menyadari hal ini ketika saya berkomunikasi dengan sejumlah teman padaberbagai kesempatan terpisah dengan menggunakan berbagai media yang berbeda. Setiap orang mempunyai titik lemah yang kalau tidak dilindungi dengan baik akan dapat membawa ke arah kejatuhan.

Itu sebabnya ketika beberapa hari lalu saya membaca di renungan harian yang ditulis oleh Rick Warren, saya sangat setuju bahwa setiap orang perlu memiliki orang-orang yang dapat mendampingi dan mendukung. Lebih penting lagi bahwa saat mengalami serangan, kita tidak berlarut-larut di dalamnya.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan itu luar biasa baik. Kasih-Nya sangat luar biasa dalam kehidupan saya. Ia memberikan begitu banyak orang yang mendukung saya. Hari ini saya menyadari sesuatu hal. Ada 2 orang yang selalu mendukung saya setiap hari walau tanpa kata-kata.

Kedua orang tersebut adalah orang tua saya. Dari mereka saya belajar mengenai kasih tanpa perlu berkata-kata. Kasih mereka itu selalu mengalir setiap hari dan setiap saat tanpa henti. Tidak dengan kata-kata tapi dengan perbuatan dan doa.

Ketika saya pikirkan, saya mendapati beberapa hal yang saya renungkan. Jika memang ini juga yang sedang Anda alami saat ini, hal ini dapat menjadi bahan perenungan kita bersama:
1. Apakah kasih saya pada seseorang menjadi lebih besar daripada kasih saya pada Tuhan?
2. Apakah saya sudah mengasihi dengan tulus dan tidak diwarnai oleh keegoisan semata?
3. Apakah kasih saya menghalangi untuk maksimal dalam hal-hal yang harus saya lakukan?

Kasih yang terindah itu tidak akan pernah melebihi kasih kepada Tuhan. Kasih yang terindah itu selalu akan tulus dan tidak diwarnai oleh keegoisan semata. Kasih yang terindah justru akan mendorong dan menggali potensi untuk mencapai maksimal dalam segala hal yang harus kita lakukan.

Ketika kasih berubah menjadi keinginan untuk memiliki, ketiga hal itu berubah. Dimensi kasih yang luas menjadi terlalu sempit. Tidak ada salahnya dengan keinginan untuk memiliki. Hanya saja kalau berlebihan pada akhirnya memang akan menenggelamkan, apalagi kalau keinginan itu adalah untuk memiliki orang yang seharusnya tidak diinginkan.

Saya menyadari bahwa inilah saatnya saya mengembalikan fokus saya pada fokus yang seharusnya. Bukan pada rasa ingin memiliki, tetapi pada rasa ingin memberkati. Bukan pada rasa sedih karena orang yang saya sukai menganggap saya sebagai sahabatnya dan bukan sebagai orang istimewanya, tetapi rasa sukacita karena sebagai sahabat saya bisa mendukungnya terus. Bukan menyesali ketika dua tahun lalu saya pertama kali mengenalnya, tetapi bersyukur bahwa dengan mengenal dirinya Tuhan mengizinkan saya untuk menyentuh kehidupannya dan ia menyentuh kehidupan saya.

Lebih-lebih lagi, saya menyadari bahwa saya harus mengembalikan fokus saya untuk mencintai Tuhan lebih dari segalanya. Mengasihi keluarga dan teman-teman saya, menjadi maksimal dalam pekerjaan dan pelayanan saya, dan terus melakukan yang terbaik walaupun dikecam dan ditolak.

Kasih yang terindah pertama-tama memang hanya saya dapatkan dari Tuhan. Setelah itu dari orang tua, keluarga, dan teman-teman saya. Tapi saya percaya, Tuhan akan memberikan kasih yang terindah itu juga dari seseorang yang memang sempurna untuk saya. Sempurna bukan berarti tanpa kelemahan, tapi dalam kelemahannya itu bersama-sama kami dapat mengandalkan Tuhan lebih lagi dalam hidup kami.

Siapa orangnya? Masih menjadi misteri Illahi, tapi saya percaya Tuhan hanya memberikan yang terbaik bagi saya. Kalau Anda juga sedang bergumul untuk masalah pasangan hidup ini, jangan kuatir. Tuhan tahu kebutuhan Anda. Ia tidak tinggal diam dan Ia pasti menyediakan yang Anda butuhkan tepat pada waktunya.

Menunggu memang tidak menyenangkan tetapi dalam proses menunggu kita akan menjadi lebih dewasa untuk mengerti rencana Tuhan yang terindah dalam hidup kita. Ia tidak pernah terburu-buru, tetapi juga tidak pernah terlambat. Ia selalu menyediakan tepat pada waktunya, karena Ia adalah Allah yang tak pernah lupa dan tak pernah lalai.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: