All for Glory of Jesus Christ

Sudah agak lama saya tidak menuliskan pengalaman saya ketika mendaftar suatu beasiswa ke Australia ini. Saya akan lanjutkan cerita saya. Karena salah satu syarat untuk pendaftaran beasiswa ini adalah kemampuan berbahasa Inggris yang diukur dalam tes bahasa Inggris, saya juga segera mencari dan mendaftar untuk tes.

Tes ini membutuhkan biaya yang bagi saya cukup mahal. Ya cukup mahal mengingat waktu itu saya belum memiliki pekerjaan tetap. Kurang lebih biaya tes itu setara dengan penghasilan yang saya dapatkan selama 1 bulan.

Saya bukan tipe orang yang suka mengambil resiko. Sebisa mungkin saya akan menghindari resiko yang tidak perlu, tetapi kali ini saya mengambil resiko itu. Ya, saya mengikuti tes itu.

Saya sudah mempersiapkan untuk tes tersebut berbulan-bulan sebelumnya. Saya mencari bahan-bahan dari internet dan dari buku yang saya miliki juga. Pada hari H, saya sudah datang 1,5 jam sebelumnya ke tempat tes.

Tempat tes tersebut AC-nya sangat dingin. Untunglah saya memakai sweater. Walaupun begitu, tetap saja saya kedinginan. Setelah menandatangi persetujuan untuk mengikuti peraturan yang ada dan briefing tentang prosedur tes, saya pun mengikuti tes.

Ketika pada waktu istirahat, saya keluar sebentar untuk meregangkan otot-otot tubuh yang kaku dan ke belakang. Bukan apa-apa, tapi memang tes itu memakan waktu sangat lama.

Ketika saya sedang beristirahat, ternyata ada satu orang yang ikut tes itu yang juga sedang beristirahat dipanggil untuk masuk. Sementara itu saya berpikir-pikir, saya ketika mau keluar istirahat tidak ada yang bertugas menjaga. Itu sebabnya saya langsung keluar.

Jadi melihat ada orang yang dipanggil untuk masuk, saya juga ikut masuk ke ruang tes dan kembali mengerjakan tes. Ketika selesai tes, saya berniat mengambil tas yang saya titipkan di bagian administrasi.

Ternyata petugas yang menjaga di sana tiba-tiba menyebutkan nama lengkap saya. Saya tertegun juga dan mengiyakan bahwa itu nama saya. Tapi ketika saya menunggu-nunggu, petugas tersebut tidak menjawab apapun. Jadi saya pulang.

Ketika sampai di rumah, saya sudah lega karena tes itu saya kira saya dapat lalui dengan cukup baik. Menjelang malam, saya tiba-tiba melihat buletin prosedur dan aturan tes.

Di dalamnya tertulis aturan bahwa saat istirahat tidak boleh meninggalkan ruangan tes tanpa izin pengawas. Pelanggaran terhadap aturan bisa menyebabkan pembatalan hasil tes dan biaya tes juga tidak dikembalikan. Ketika membaca hal tersebut, saya menjadi panik.

Tapi saya berpikir-pikir, pada saat briefing ada peserta yang menanyakan hal tersebut dan petugas menjawab bahwa diperbolehkan keluar ruangan asalkan tidak meninggalkan lokasi tes. Saya mencoba menenangkan diri tetapi hati saya tetap masih kuatir.

Saya berpikir kalau saya harus tes lagi, berarti harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang bagi saya cukup besar. Selain itu, berarti saya harus menghabiskan waktu tes sekian jam lagi. Belum lagi harus menguras pikiran untuk mengerjakan tes tersebut. Benar-benar bayangan yang mengerikan!

Jadi saya berdoa. Ketika saya berdoa, tiba-tiba saya mendengar demikian:

“Jangan kuatir. Kamu pasti lolos kog. Hasil tesnya xx.” (xx adalah skor tes saya).

Saya tertegun ketika mendengar hal itu. Kemudian saya berpikir kalau memang itu suara Tuhan pasti benar demikian.

Setiap hari setelah itu saya mengecek website di internet untuk melihat kalau-kalau hasil tes sudah keluar. Akhirnya setelah 2 minggu, hasilnya keluar dan benar! Hasil tes saya persis sama skornya dengan skor yang saya dengar 2 minggu lalu ketika saya berdoa.

Saya bersyukur sekali kepada Tuhan karena ternyata persiapan dan biaya yang saya keluarkan tidak sia-sia. Hasil tes tersebut memenuhi syarat baik untuk pendaftaran beasiswa maupun untuk pendaftaran di satu universitas.

(Bersambung ke Bagian-5)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: