All for Glory of Jesus Christ

Proses menunggu surat rekomendasi tersebut membutuhkan waktu yang begitu lama. Selama saya menunggu, saya menjadi begitu resah. Ketika saya menunggu untuk surat rekomendasi, saya juga menunggu untuk sampainya hasil tes Bahasa Inggris yang saya ikuti.

Saya sempat berpikir bahwa bisa jadi hasil tes tersebut tidak sampai karena saya menuliskan alamat yang tertera di KTP saya. Jadi saya sudah mempertimbangkan untuk memesan ulang laporan hasil tes tersebut dengan membayar sejumlah uang tertentu yang juga cukup besar bagi saya.

Tetapi ayah saya berkata bahwa dengan alamat itu saja sudah akan sampai, jadi saya pikir saya akan tunggu saja. Ternyata benar! Keesokan harinya, laporan hasil tes tersebut saya terima!

Puji Tuhan! Selang satu hari saja, tetapi kalau saya tidak sabar, saya harus mengeluarkan sejumlah besar uang. Saya sungguh diajari banyak sekali mengenai kesabaran dalam proses ini.

Selama proses itu berlangsung, saya juga sempat mengalami bimbang lagi. Ketika saya bertanya lagi kepada Tuhan mengenai alasan saya harus mencari beasiswa ke Australia dan bukan di tempat lain, saya mendapatkan kesan bahwa hal itu berkaitan dengan pasangan hidup saya, karena pasangan hidup saya ada di sana.

Saya lalu berdoa dan bertanya kalau memang pasangan hidup saya benar ada di sana, saya meminta Tuhan untuk menunjukkan orangnya kepada saya. Ternyata malam itu saya bermimpi, padahal saya jarang sekali bermimpi.

Saya bermimpi berada dalam satu ruangan. Di ruangan itu terdapat remaja, anak-anak muda, beberapa orang yang seumur saya, dan ada orang yang lebih tua dari saya. Saya merasa bahwa itu adalah satu kelompok sel. Kelompok sel adalah kelompok kecil tempat berdoa, berbagi firman Tuhan, dan saling menguatkan di sana.

Di dalam mimpi itu, saya merasa bahwa saya orang baru di sana, sementara orang-orang lain yang ada di sana sudah saling mengenal. Saya sendiri tidak bisa menjelaskan, tetapi itu kesan yang sangat kuat yang saya dapatkan.

Mimpi itu luar biasa jelas. Saya seperti melihat video diputarkan saja dengan saya sebagai salah seorang pemerannya. Saya duduk di sebelah satu orang yang sudah agak tua yang kelihatannya berperan sebagai pemimpin kelompok sel tersebut.

Ketika kami sedang membahas mengenai suatu rencana kegiatan, tiba-tiba kepala saya dipukulkan pelan dengan buku oleh seseorang. Ketika saya mengangkat kepala, saya tertegun. Saya melihat seseorang!

Orang tersebut tersenyum kepada saya. Saya kaget dan terbangun. Mimpi tersebut begitu terlihat jelas dan seolah-olah sangat nyata. Mimpi itu terjadi pada akhir 2009 lalu tapi masih saya ingat sampai sekarang karena begitu jelasnya.

Saya bahkan masih mengingat pakaian yang digunakan orang tersebut dalam mimpi saya. Lebih lanjut lalu saya suatu ketika melihat-lihat website gereja teman saya di Sydney pada suatu malam.

Pada galeri foto yang ada di website tersebut, saya menemukan foto orang tua yang duduk di sebelah saya di dalam mimpi saya itu! Saya sangat terkejut! Karena tadinya, saya berpikir itu hanya bunga tidur belaka. Dengan adanya orang dalam mimpi saya itu di kenyataan, berarti itu bukan hanya bunga tidur semata.

Ketika saya tanyakan pada teman saya, ternyata orang tua tersebut memang salah seorang pemimpin pujian di gereja tersebut. Saya lebih tercengang lagi karena saya mengingat penglihatan yang saya dapatkan bahwa saya akan menjadi seorang pemimpin pujian di gereja tersebut.

(Bersambung ke Bagian-7)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: