All for Glory of Jesus Christ

Waktu berlalu dan saya masih menunggu surat rekomendasi tersebut. Orang tua saya agak kuatir ketika mereka berpikir kalau memang saya mendapatkan beasiswa tersebut berarti mereka harus melepas saya pergi.

Ternyata, Tuhan memberikan penghiburan dan penguatan kepada mereka. Tepat pada saat itu, ada suatu iklan layanan perbankan di televisi yang ditayangkan. Iklannya benar-benar mengena. Jadi iklannya adalah mengenai seorang anak perempuan yang akan bersekolah ke luar negeri dan orang tuanya kuatir tentang anaknya tersebut. Lalu iklannya menggambarkan bahwa karena adanya layanan perbankan tersebut, orang tuanya dapat lebih tenang.

Saya sendiri saat itu tidak melihat iklan tersebut. Ayah saya yang melihat iklan tersebut dan menontonnya bersama ibu saya. Mereka mendapatkan kekuatan dan penghiburan dari iklan tersebut.

Memang luar biasa cara kerja Tuhan! Bukan hanya menguatkan saya, tapi juga menguatkan orang tua saya. Hal yang menarik berkaitan dengan orang tua saya, hubungan saya memang cukup dekat dengan mereka, apalagi dengan ayah saya.

Pada suatu hari, ayah saya bercerita kepada saya bahwa ia mendapatkan suatu mimpi yang luar biasa. Padahal siangnya beliau tidak sedang memikirkan apapun dan sibuk bekerja.

Dalam mimpi ayah saya, ayah saya melihat bahwa saya berangkat ke Australia. Ayah dan ibu saya mengantar ke bandara. Ibu saya menangis dan ayah saya juga karena melihat ibu saya menangis, ikut menangis juga.

Lalu ayah saya melihat saya pada hari wisuda. Saat itu saya didampingi oleh kekasih saya. Ayah dan ibu saya hadir pada saat hari wisuda saya. Kakak dan kakak ipar serta keponakan saya datang juga ke sana.

Lalu ayah dan ibu saya mengunjungi rumah calon mertua saya di sana. Ayah saya mengatakan bahwa rumah itu sangat besar. Ayah saya bercerita bahwa calon mertua saya sangat ramah.

Mimpi ayah saya lalu berlanjut lagi ke saat saya menikah. Menurut ayah saya, saat itu keponakan saya berusia 12 tahun. Berarti kalau mimpi itu benar, hal itu terjadi pada tahun 2013.

Ketika saya tanyakan pada ayah saya mengenai ciri-ciri calon suami saya dalam mimpi itu, ayah saya mengatakan tidak terlalu jelas dalam mimpi tersebut. Tetapi ayah saya menjelaskan beberapa ciri fisik yang dilihatnya, saya berpikir apakah ini benar-benar mimpi yang merupakan penglihatan dari Tuhan ataukah bukan?

Karena mimpi saya dan mimpi ayah saya kelihatannya sejalan, saya cukup bingung dibuatnya. Masalahnya sekarang tahun 2011 dan saya belum bertemu dengan orang dalam mimpi saya. Benarkah mimpi tersebut adalah penglihatan dari Tuhan?

(Bersambung ke Bagian-8)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: