All for Glory of Jesus Christ

Proses memasukkan aplikasi sudah selesai. Datanglah proses menunggu hasil beasiswa. Ternyata hasil beasiswa itu keluar lebih cepat dari yang saya duga. Lebih-lebih lagi, yang membuat saya sangat terkejut hasilnya ternyata negatif alias gagal!

Ketika saya membaca hal itu, saya sangat shock. Karena saya sangat yakin bahwa hal ini bukanlah rencana saya, saya jadi mempertanyakan banyak hal. Ada sejumlah hal yang saya pertanyakan:
1. Benarkah suara yang saya dengar itu memang suara Tuhan?
2. Apakah saya gagal karena saya menunda proses pendaftaran aplikasi?
3. Apakah saya gagal karena memang ada rencana Tuhan lainnya bagi saya?

Ketika saya pikirkan berkaitan dengan pertanyaan 1, saya memang yakin sekali itu suara Tuhan. Karena memang dalam prosesnya saya mengalami banyak sekali tuntunan-Nya, lebih-lebih lagi dalam rencana saya memang tidak ada untuk mendaftar beasiswa untuk waktu dekat. Lalu mengapa saya gagal kalau memang suara yang saya dengar itu suara Tuhan?

Saya beralih ke pertanyaan 2. Saya sempat berpikir bahwa apakah memang penundaan yang saya lakukan itu yang membuat saya gagal? Tetapi kemudian saya berpikir, Tuhan sangat tahu diri saya dan pasti sudah sangat tahu hal yang akan terjadi, hal yang akan saya lakukan.

Kalau memang itu adalah rencana-Nya, saya yakin seharusnya tergenapi. Lalu mengapa saya gagal? Saya lalu berpikir apakah mungkin ini semacam pengujian? Ia ingin menguji sejauh manakah saya rela untuk melepaskan impian saya demi hal yang Ia mau saya lakukan? Ketika saya pikir-pikir, bisa jadi demikian.

Karena dalam prosesnya memang saya ditantang untuk melepaskan kenyamanan dan impian saya, itu sungguh sangat tidak mudah. Karena saya adalah tipe orang yang tidak banyak keinginan dan impian, tapi sekali saya sudah memiliki suatu keinginan dan impian, maka saya akan berusaha dan mengejar hal itu mati-matian.

Ketika saya sudah mendapatkannya dan harus melepaskannya, itu benar-benar suatu pergumulan batin yang sulit. Tetapi saya tahu kalau itu yang Tuhan minta, saya akan serahkan walaupun tidak mudah. Karena Tuhan sudah terlebih dahulu membayar harga yang mahal untuk saya, impian dan keinginan saya tidak ada artinya dibandingkan dengan hal yagn sudah Ia lakukan lebih dahulu bagi saya.

Lalu bersamaan dengan itu, saya juga berpikir mengenai pertanyaan 3. Apakah Tuhan memiliki rencana lain bagi saya? Setelah saya pikir-pikir memang bisa jadi Tuhan menginginkan saya melakukan sesuatu dulu di sini. Terbukti tidak lama dari setelah itu, ada beberapa kegiatan yang saya lakukan bersama dengan teman-teman saya.

Saat ini saya masih bertanya-tanya mengenai satu pertanyaan besar dalam benak saya, yaitu mengenai pasangan hidup saya. Kalau memang benar orang dalam mimpi saya itu adalah pasangan hidup saya, lalu bagaimana caranya saya bisa bertemu dengannya mengingat aplikasi beasiswa saya gagal?

Kelihatannya jalan seperti tertutup. Tapi setelah saya pikirkan lagi, saya percaya Tuhan yang saya sembah dan saya imani adalah Tuhan yang besar. Ia adalah Tuhan yang melampaui segala pemikiran dan keterbatasan manusia.

Kalau memang pasangan hidup saya adalah orang yang ada dalam mimpi saya, saya percaya Tuhan akan dapat mempertemukan kami. Tapi kalaupun tidak, saya percaya Tuhan akan mendatangkan orang lain yang memang sungguh-sungguh pasangan hidup saya.

Pengalaman panjang ini sungguh pengalaman yang berharga. Walaupun hasilnya tidak sukses dalam arti tidak mendapatkan beasiswa tersebut, saya mendapati bahwa dalam proses ini saya belajar banyak sekali. Untuk itu saya bersyukur bahwa Tuhan mendampingi dan mengizinkan saya melewati proses ini.

Biasanya orang menuliskan pengalaman suksesnya tetapi kali ini saya tuliskan pengalaman ‘gagal’ saya. Karena sesungguhnya ‘gagal’ itu adalah hanya satu kondisi pada satu waktu, pada saat lain kondisi tersebut bisa berubah.

Mengingat begitu banyak hal yang saya lalui dan pelajari, saya tidak menyesal. Karena memang proses yang berat itu saya yakin akan mempersiapkan saya dalam proses-proses saya berikutnya, apapun itu saya tidak tahu tapi itu yang saya yakini.

Kalau Anda mengalami proses yang berat dan gagal, jangan kecil hati. Bisa jadi bukan saatnya Anda memperolehh kesuksesan saat itu. Bisa jadi proses itu untuk memberikan pondasi bagi Anda di kemudian hari.

Apapun yang terjadi, tetap bersyukur kepada Tuhan karena segala sesuatu yang Ia izinkan itu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Biarlah dalam apapun yang kita lakukan, semuanya kembali kepada-Nya dan demi kemuliaan nama-Nya.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: