All for Glory of Jesus Christ

Sekian waktu lalu, seperti biasa ketika saya akan berenang saya mempersiapkan peralatan yang akan saya gunakan. Salah satunya adalah kacamata renang. Mata saya tidak cukup kuat bila terkena air saat berenang. Itu sebabnya ketika saya berenang, saya selalu menggunakan kacamata renang.

Kacamata renang itu pemberian dari kakak saya sekian tahun silam. Kacamata renang itu sangat fungsional karena plastiknya itu memiliki minus. Jadi disesuaikan dengan kondisi mata saya pada saat itu.

Hal yang membuat saya terkejut adalah ketika saya ingin menggunakannya, ternyata karet dari kacamata renang tersebut tidak ada salah satu sisinya. Saya pun mencari-carinya di dalam tas saya. Cukup lama saya mencari dan tidak menemukannya.

Akhirnya, saya terpaksa berenang tanpa kacamata renang. Saya mencoba menutup mata saya dan saya menjadi bingung karena tidak tahu arah yang harus dituju. Saya kemudian mencoba membuka mata saya pada saat kondisi badan naik ke atas air, tapi juga tetap terasa berat sekali karena harus mengatasi air yang ada.

Akhirnya setelah saya selesai berenang, saya mendapati mata saya menjadi merah. Saya segera memutuskan untuk membeli kacamata renang baru sebagai pengganti kacamata renang lama saya.

Kacamata renang lama saya itu merupakan produk yang istimewa karena memiliki fungsi yang disesuaikan dengan kondisi mata saya yang minus. Tetapi saat kacamata renang saya tidak memiliki karet di salah satu sisinya sehingga tidak dapat digunakan, saat itulah kacamata renang saya kehilangan fungsi istimewanya. Apakah gunanya produk dengan fungsi istimewa jika tidak dapat difungsikan?

Setiap kita adalah seperti kacamata renang. Kita bisa saja memiliki fungsi yang istimewa seperti kacamata renang lama saya: kita bisa memiliki berbagai kemampuan dan karunia yang Tuhan berikan. Tetapi kalau kemampuan dan karunia tersebut tidak diimbangi dengan fungsi yang seharusnya ada, saat itulah kemampuan dan karunia tersebut akan menjadi sia-sia.

Apakah fungsi yang seharusnya ada dalam diri kita? Karakter. Karakter adalah sesuatu yang bertahan lama, bahkan kalaupun kita tidak memiliki kemampuan dan karunia yang banyak.

Ada orang yang memiliki begitu banyak kemampuan dan karunia, namun yang bersangkutan begitu rendah hati sehingga membuat saya sangat kagum kepada yang bersangkutan. Sebaliknya ada juga orang yang memiliki relatif tidak begitu banyak kemampuan dan karunia, namun begitu tinggi hati sehingga membuat saya mengerutkan kening saya.

Kemampuan dan karunia yang Tuhan berikan pada dasarnya adalah suatu tanggung jawab yang kita emban, yang kita miliki, dan kita harus dapat gunakan demi kebaikan sesama kita. Fungsi lain yang harus kita miliki berkaitan dengan kemampuan dan karunia selain karakter adalah hikmat.

Seseorang dengan kemampuan dan karunia tinggi tapi tidak berhikmat, pada dasarnya akan membuat kemampuan dan karunia itu menjadi sia-sia belaka. Sebaliknya seseorang dengan kemampuan dan karunia yang relatif tidak tinggi tapi berhikmat, akan dapat mengembangkan kemampuan dan karunianya tersebut.

Tentu saja yang ideal adalah memiliki kemampuan tinggi, diberikan karunia banyak, karakternya baik, dan juga memiliki hikmat. Karena kita selalu hidup dalam proses, untuk mencapai hasil yang ideal diperlukan tahapan dan waktu yang relatif tidak sebentar.

Saat disfungsionalitas terjadi dalam hidup kita, kita memerlukan dorongan dari orang-orang di sekitar kita maupun kemauan dari diri kita untuk mengembalikan fungsionalitas tersebut. Disfungsionalitas juga bisa terjadi karena faktor kejenuhan dan kelelahan.

Kemarin salah seorang pemimpin saya mengatakan satu pepatah bahwa melakukan suatu hal yang sama untuk mendapatkan hasil yang berbeda adalah suatu kegilaan. Kegilaan karena memang tidak mungkin kita melakukan hal yang sama untuk mendapatkan hasil yang berbeda.

Sama juga adalah suatu kegilaan untuk mengharapkan bisa menjadi fungsionalitas tanpa melakukan sesuatupun. Untuk menjadi berfungsi diperlukan langkah-langkah nyata. Kejenuhan dan kelelahan dapat menjadi salah satu penyebab penting untuk terjadinya disfungsionalitas.

Untuk mengatasi disfungsionalitas, selain usaha manusia jelas peran dari Roh Kudus yang menjamah dan menyingkapkan hal-hal yang perlu diubah itu sangat penting. Manusia bisa saja berusaha sekeras mungkin, berkomitmen setinggi mungkin, mencoba melakukan segala sesuatu dengan sebaik mungkin; tapi jangan lupa: manusia itu terbatas. Itu sebabnya di tengah keterbatasan kita, kita memerlukan kuasa adikodrati manusia: kuasa Roh Kudus.

Saat Roh Kudus memberikan kuasa-Nya, kita akan siap untuk berfungsi secara optimal di tengah dunia. Saat Roh Kudus menyapa, jelas akan ada hal-hal yang harus dibuang (hal-hal yang tidak perlu dalam hidup kita) dan hal-hal yang harus kita terus lakukan dengan lebih baik (hal-hal yang perlu kita tingkatkan).

Bukan hanya petunjuk-Nya, tapi Ia juga bisa memberikan kepada kita hal-hal yang melampaui kemampuan akal kita untuk mengerti. Itulah kuasa dari Roh Kudus yang memampukan kita untuk terus berfungsi di dalam kehidupan ini.

Hal yang harus kita lakukan adalah menerima, tidak membatasi kuasa dan karya-Nya dalam hidup kita, dan terus setia melakukan hal yang harus kita lakukan. Kalaupun tidak ada seorangpun yang melihat pekerjaan kita, tetaplah setia karena Tuhan melihat pekerjaan kita. Kalaupun tidak ada seorangpun yang menghargai pekerjaan kita, tetaplah setia.

Fungsionalitas bukan diukur dari penghargaan, tetapi dari kesetiaan dan komitmen untuk melakukan yang terbaik, yang lebih baik dari sebelumnya, terus menjadi lebih baik dari pada yang sudah lalu. Fungsionalitas juga bukan diukur dari posisi tapi dari peran yang dilakukan.

Biarlah kita terus setia melakukan fungsi kita karena Tuhan juga setia melakukan fungsinya. Seperti cermin yang memantulkan obyek yang dicerminkannya, biarlah kita juga memantulkan Kristus yang ada di dalam kita dengan terus setia dalam fungsi yang harus kita jalankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: