All for Glory of Jesus Christ

Hal Semu dan Diri

Sekian waktu lalu, saya naik angkot seperti biasa. Lalu ketika saya sadari, ternyata sopirnya adalah seorang anak. Mungkin usianya tidak lebih dari 12 tahun. Hal yang membuat saya tertegun adalah di jarinya terdapat sebatang rokok bernyala yang kemudian diisapnya tanpa ragu.

Saya memperhatikan dari samping bahasa tubuh dari anak tersebut. Terlihat dirinya memancarkan rasa senang dan puas diri. Ketika itu saya berpikir, ada berapa banyak orang yang mencari rasa senang, puas diri, keutuhan, penghiburan, dan penerimaan dari rokok dan hal-hal yang sebenarnya bukan hal yang nyata?

Saya pernah bertanya kepada beberapa orang mengenai alasan mereka merokok, makan berlebihan, belanja hal yang tidak dibutuhkan, memakai barang yang mencolok, dan lain-lain. Ternyata ada beberapa alasan. Mulai dari ingin diterima, supaya lebih percaya diri, untuk mengatasi rasa stres, jenuh, dan kekosongan dalam diri.

Saya jadi ingat kotbah seorang pendeta yang saya kagumi. Beliau mengutip perkataan seseorang (kalau saya tidak salah adalah D.L. Moody) yang menuliskan bahwa:

“Dalam hati manusia terdapat ruang kosong yang hanya dapat diisi oleh Allah.”

Jadi sebelum manusia menemukan Allah, ia akan terus merasakan kekosongan dalam dirinya. Saat manusia menjauh dari Allah, ia akan merasakan kekosongan itu. Itulah sebabnya manusia banyak mencari hal semu untuk mengisi kekosongan tersebut.

Tidak sering kita berani mengakui bahwa ada hal yang kosong dalam diri kita. Bisa jadi kita juga tidak menyadari bahwa ada hal yang kosong dalam diri kita. Setelah kita mencoba untuk melakukan berbagai upaya, barulah kita mengerti bahwa ada sesuatu yang kosong dalam diri kita.

Hanya Yesus yang dapat mengisi kekosongan hidup kita. Tidak pernah ada yang lain yang bisa mengisi kekosongan hidup kita. Saat kita mulai mengarahkan fokus kita pada hal yang lain, kekosongan itu akan terjadi.

Dalam diri manusia, terdapat roh yang membedakannya dengan hewan dan tumbuhan. Roh itulah yang perlu diiisi dengan Roh Kudus. Roh itulah yang harus selalu berhubungan dengan Tuhan. Kalau tidak, terjadi kekosongan, kehampaan, kematian.

Hari ini, Tuhan mau memberikan dirinya bagi kita semua. Jika kita membutuhkan-Nya dan mau membuka hati kita supaya Ia masuk, undanglah Ia masuk. Ia akan masuk dan bertahta di hati kita. Ia amat sopan dan tidak akan pernah masuk kalau kita tidak izinkan. Berikan kesempatan pada-Nya untuk memasuki hidup kita dan mengubah hidup kita.

Saat Tuhan memasuki hidup kita, itu akan menjadi pengalaman yang sungguh berbeda. Bukan berarti semua masalah jadi hilang, masalah kita akan tetap ada. Tetapi kita akan dimampukan untuk melihat permasalahan dari sisi yang lain, dengan demikian membuat kita mampu untuk mengatasi permasalahan itu.

Saat Tuhan memasuki hidup kita, kekosongan itu akan hilang dan berganti dengan damai dan sukacita yang besar. Bukan berarti masa lalu kita menjadi hilang, masa lalu kita tetap akan ada. Tidak ada seorang yang dapat menghapus masa lalunya, walaupun setelah mengundang dan mengizinkan Tuhan untuk masuk dan mengubah hidupnya.

Tapi saat Tuhan memasuki hidup kita, masa lalu kita tidak akan mengikat kita lagi. Kita bisa berjalan dengan yakin menghadapi masa sekarang dan masa depan kita. Kita tetap perlu menghadapi konsekuensi dari masa lalu, tapi kita tidak pernah sendiri dalam menghadapinya. Roh Kudus selalu beserta kita.

Jadi sekarang jika kita mengetahui pilihan ini: hidup dalam kekosongan dengan segala hal yang semu dan hidup dalam damai dan sukacita, apa yang akan kita pilih? Selamat memilih.

Amin.

Comments on: "Hal Semu dan Diri" (11)

  1. Sore sore gini sambil nyari teman baru ehhh nyasarnya kemari hehehe salam sukses

  2. dan kekosongan itu tak akan terpuaskan sampai kita menemukan sumber air hidup kita

  3. Keliling keliling di blog ini ternyata udah ada beberapa komen saya hehehe ternyata saya sering berkunjung ke blog ini

  4. Jika kita memilih hidup damai & sukacita… Para pengikut setan tidak akan tinggal diam.

  5. Allah yang memasukkan Iman itu kepada manusia sehingga terasa dalam dada ini iman yang semakin naik dari ke hari ke hari, atau kadang terasa semakin gersang karena kita menjauh dari Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: