All for Glory of Jesus Christ

Menafikan Kristus

Pagi ini ketika saya baru saja bangun tidur, tiba-tiba ada 2 kata yang muncul dalam pikiran saya:

“Menafikan Kristus”.

Saya bingung karena saya tidak tahu arti kata “menafikan”. Lebih bingung lagi karena memang saya tidak terlalu suka memakai kata-kata yang sulit dimengerti. Itu sebabnya saya berpikir-pikir mengenai arti kata itu.

Setelah melakukan pencarian di internet, saya mendapatkan arti dari kata tersebut.

“Menafikan artinya adalah menolak; menampik; mengingkari; menyangkal.”

Ah, saya mengerti sekarang. Hal yang paling mudah untuk diperkirakan kalau mendengar frasa tersebut tentu saja adalah jika orang menolak menerima Kristus dalam hidupnya. Tetapi sesungguhnya, bukan hanya itu saja. Setiap orang percaya yang sudah menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya juga dapat menafikan Kristus.

Bagaimana mungkin? Hal-hal berikut inilah yang membuat seseorang menafikan Kristus: pada saat seseorang mengatakan sudah tidak ada harapan lagi, padahal Yesus adalah harapan. Pada saat seseorang mengatakan tidak ada yang peduli dan mengasihinya, padahal Yesus rela mati baginya. Pada saat seseorang mengatakan bahwa dirinya tidak berharga, padahal Yesus menilai setiap orang begitu berharga sampai rela mati demi tiap orang.

Menafikan Kristus tidak perlu menjadi seorang Petrus yang menyangkal Kristus 3 kali sebelum ayam berkokok (Matius 26:75). Barangkali kita pun, baik sadar maupun tidak sadar, seringkali menafikan Kristus. Kita menafikan Kristus dengan pikiran kita, dengan perkataan kita, dengan tindakan kita.

Lalu bagaimana caranya supaya kita tidak menafikan Kristus? Hanya dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam kitalah, kita akan mampu untuk terus hidup menerima dan meninggikan nama-Nya. Dengan kuasa Roh Kudus yang tinggal dalam hidup kita dan dengan kita hidup dalam penyangkalan kedagingan kita, memikul salib kita setiap hari, dan mengikut Dia (Lukas 9:23), kita akan dapat melakukannya.

Daging kita memang lemah, keinginan manusiawi kita itu lemah; tetapi roh itu penurut. Jika kita terus hidup mengikuti keinginan manusiawi kita, maka akan mudah bagi kita untuk menafikan Kristus. Jika kita terus hidup mengikuti roh, maka akan mudah bagi kita untuk tetap mengikuti Dia setiap hari.

Pilihan ada di tangan kita sekarang. Apakah kita akan memilih untuk menerima dan mengikuti Kristus setiap hari ataukah justru kita memilih menafikan Dia?

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: