All for Glory of Jesus Christ

Refleksi Bunga

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang berjalan kaki, di satu tempat saya menemukan sebuah bunga yang terjatuh di jalan. Bunga itu berwarna putih, terlihat sangat menarik.

Saya lalu memperhatikan bunga itu beberapa saat sampai saya kemudian baru menyadari ternyata itu bukan bunga sungguhan tetapi bunga palsu. Bunga itu terbuat dari busa putih yang dibentuk sedemikian rupa sampai menyerupai bunga sungguhan. Saya hampir-hampir ingin mengambil bunga itu, tetapi saya tidak jadi melakukannya.

Walaupun bunga itu ada di jalan dan tergeletak begitu saja, siapa tahu ada pemiliknya? Ya, itu sebabnya saya tidak jadi mengambil bunga itu walaupun saya sangat penasaran untuk melakukannya.

Saya berpikir-pikir sepanjang jalan. Kalau tidak saya perhatikan dengan baik, saya tentu sudah tertipu dan mengira bahwa bunga itu adalah bunga sungguhan. Warnanya menarik, bentuknya apalagi. Hanya saja setelah beberapa saat saya perhatikan, teksturnya memang berbeda, apalagi bahan pembuatnya dari busa, jelas bukan merupakan bunga sungguhan.

Dalam hidup ini, seringkali kita menemukan bunga yang kita kira bunga sungguhan tetapi ternyata bunga palsu. Barangkali kita juga menampilkan diri kita sebagai bunga sungguhan padahal hanyalah bunga palsu.

Karakter kita pada dasarnya tidak akan bisa dimanipulasi dalam jangka waktu lama. Dalam waktu singkat, bisa jadi orang akan tertipu dan mengira bahwa yang ditampilkanlah adalah hal yang sesungguhnya. Pada dasarnya kepalsuan tidak akan bertahan lama.

Begitu banyak orang suka sekali menampilkan bunga palsu dalam dirinya. Kepura-puraan itu sesungguhnya tidak menarik. Pada saat orang lain mengetahui yang sebenarnya, orang akan benar-benar merasa tertipu.

Tidak perlu kita menggunakan topeng untuk membuat orang mengira kita sebagai orang yang sempurna. Tidak perlu kita berpura-pura untuk menjadi orang lain. Hal yang perlu kita lakukan adalah dalam keberadaan diri kita ini justru kita perlu meningkatkan hal-hal yang ada dalam diri kita. Dengan demikian, hal yang kita tampilkan adalah kepribadian terbaik yang memang sungguh ada dalam diri kita.

Kalaupun kita berhasil menipu orang lain, kita tidak akan pernah berhasil menipu diri sendiri terlebih lagi menipu Tuhan. Tuhan menciptakan kita dengan amat baiknya, mengapa kita harus menutupi diri kita dengan berpura-pura menjadi orang lain?

Bukan berarti kita menjadi orang yang kasar, suka menyakiti, sombong, minder, dan tidak peduli akan orang lain. Bukan! Tetapi kita belajar untuk menjadi diri sendiri dengan cara terus meningkatkan hal-hal baik yang ada dalam diri kita dan mengurangi hal-hal buruk yang ada dalam diri kita, kesemuanya itu kita lakukan tanpa perlu menjadi orang lain.

Bukankah Tuhan mengatakan bahwa siapa yang ada dalam Dia adalah ciptaan baru? Jadi sebagai ciptaan baru, mengapa kita masih perlu berpura-pura lagi? Mengapa kita masih ingin menipu orang lain dengan menjadi orang lain?

Apakah karena kita takut untuk ditolak saat orang mengetahui diri kita yang sesungguhnya? Apakah karena kita tidak merasa cukup baik dengan diri kita? Apakah kita merasa ingin menjadi orang lain?

Dalam Tuhan, tidak ada ketakutan. Ketakutan merupakan tanda kasih yang tidak sempurna. Biarlah kasih Tuhan yang akan menyempurnakan kita sehingga rasa tertolak, rasa takut, rasa minder, dan rasa iri akan keberadaan orang lain itu menjadi lenyap. Dengan demikian, kita akan dapat mencintai dan menerima diri kita seutuhnya.

Hanya kasih Tuhan yang sanggup mengubah diri kita menjadi seperti adanya Ia menciptakan kita: sungguh teramat baik. Permasalahannya adalah sudahkah kita menyadarinya? Biarlah kasih-Nya itu menyempurnakan hidup kita sehingga kita bisa berjalan dengan penuh kebanggaan dan kesadaran karena telah dilahirkan sebagai anak-Nya yang begitu berharga, yang jujur, tulus, dan tanpa kepalsuan.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: