All for Glory of Jesus Christ

Terima kasih untuk setiap peserta yang sudah ikut berpartisipasi. Dari hasil lomba berhadiah Handphone LG dan Ipod Shuffle 1Gb yang diadakan, terdapat sejumlah cerita yang masuk. Dari cerita-cerita yang masuk tersebut, sejumlah cerita sayangnya tidak memenuhi syarat karena:
1. Bukan menceritakan mengenai kebaikan yang dilakukan.
2. Cerita terkesan sebagai bukan cerita nyata.

Ada sejumlah cerita yang cukup menarik dan berkesan saat saya baca. Hal ini membuat saya cukup bingung juga untuk menentukan pemenangnya. Akan tetapi pemenang harus dipilih dan dengan menimbang berbagai hal, akhirnya saya putuskan bahwa pemenang untuk Handphone LG adalah Saiful Lukman sementara pemenang Ipod Shuffle 1Gb adalah Yunie Christine.

Berikut ini adalah cerita yang dikirimkan oleh Saiful Lukman:
“Pada suatu ketika (pertengahan Bulan Agustus tahun lalu), aku sedang jaga di Pos Satpam (pekerjaanku adalah seorang security). Aku didatangi oleh sepasang suami istri yang sudah lanjut usia. Kebetulan hari itu pertengahan bulan Ramadhan. Sepasang suami istri itu meminta tolong kepada saya untuk meminjam uang Rp 4.000,00 untuk ongkos pulang karena dompet mereka kecopetan. Terlihat wajah kedua orang tersebut sangat kelelahan dan lesu. Akhirnya saya mempersilahkan mereka untuk duduk dahulu di dalam pos sambil menunggu buka puasa (kebetulan pada saat itu bulan puasa).

Adzan pun terdengar dan aku menyuguhkan hidangan seadanya kepada mereka berdua. Secangkir teh dan 2 biji takjil yang aku dapat dari remaja masjid di sebelah tempat kerjaku. Aku merelakan jatahku untuk mereka makan karena mereka lebih membutuhkan itu daripada aku (karena aku orangnya gendut, pasti tidak mungkin mati kelaparan, hehehe). Setelah berbuka, mereka akhirnya pamit pulang dan berjanji akan mengembaikan uang yang mereka pinjam. Terlihat mereka sangat senang sekali menerima uang yang aku berikan. Aku sih tidak berharap uang itu dikembalikan karena nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan keceriaan wajah kedua orang tua tersebut. Akhirnya, setelah 3 hari, mereka kembali ke tempat kerjaku untuk mengembalikan uang yang mereka pinjam. Kebetulan pula aku pas bertugas. Aku menolaknya tapi mereka memaksa agar aku menerimanya. Mereka juga membawakan aku makanan yang banyak.

Saat mereka sudah pulang, aku mengintip ke luar. Ternyata mereka diantar oleh mobil Toyota Alphard warna hitam, plus supirnya juga. Sungguh benar-benar rejekiku. Pada keesokan harinya, istriku melahirkan anak kami yang pertama. Wah, pengalaman yang tidak terlupakan.”

Berikut ini adalah cerita yang dikirimkan oleh Yunie Christine:

“Memberi

Hidup yang berarti adalah hidup yang dibagikan pada orang lain. Seseorang yang tidak pernah memiliki sesuatu tidak akan pernah bisa memberikan hal tersebut.

Saya adalah orang yang banyak menerima kasih dari orang-orang sehingga saya selalu ingin memberikan kasih jika memang ada kesempatan untuk memberikannya. Saat SMA, saya punya guru yang baik sekali, sebut saja Pak Eko. Ketika itu beliau mengajar Fisika, memang saya kurang pintar di pelajaran Fisika jadi sering mendapat nilai merah di kelas. Satu kali beliau bertanya kalau saya pulang sekolah apa yang saya suka kerjakan. Saya jawab: nonton, belajar dan main. Pak Eko mengatakan bahwa daripada nonton dan main, lebih baik belajar Fisika dengannya sepulang sekolah. Saya mengiyakan dan mengajak teman yang lain untuk ikut belajar bersama.

Sejak saat itu, nilai Fisika saya termasuk tinggi di kelas karena saya ingin sekali membuat bangga Pak Eko dan ingin menunjukkan terima kasih buat setiap waktu yang diberikan untuk mengajar tanpa bayaran sepeser pun.

Saat kuliah pun saya mengalami beberapa kali kesulitan keuangan. Sampai satu kali saya mengajukan beasiswa ke suatu badan Dana Lestari di Unpar. Saya sangat mengucap syukur untuk orang-orang yang mau menyisihkan sebagian uangnya sebagai donator pada badan tersebut.

Satu komitmen saya atas beasiswa yang diberikan adalah saya ingin lulus 3,5 tahun dengan IP yang memuaskan juga. Pada 29 Februari 2009 akhirnya saya lulus dengan IP 3,22 dalam jangka waktu 3,5 tahun. Hal ini tentunya dengan pertolongan Tuhan, keluarga saya, dan orang-orang (para donator) yang tidak saya kenal yang mau membantu keuangan saya saat kuliah.

Hasilnya untuk saat ini adalah saya ingin membagikan kembali kasih yang saya terima dari orang-orang yang menorehkan tinta emas dalam hati saya untuk kemurahan hati mereka saat mereka membagikan hidup mereka pada saya.

Saat ini saya memberikan beasiswa pada seorang anak SD. Anak ini tidak saya kenal tapi adalah komitmen saya untuk melihat anak-anak tidak putus sekolah dan dapat meraih mimpinya. Rindu sekali melihat anak-anak dapat merasakan sedikit kasih dari hidup saya. Ada pula beberapa anak yang dibimbing oleh saya. Mereka adalah prioritas dalam hidup saya. Mereka dibagikan pengalaman dan kebenaran yang saya hidupi.

Saya rindu sekali mereka menerima kasih dan hidup saya agar mereka pun mau membagikan hidup mereka pada orang lain. Mudah-mudahan akan lahir generasi yang murah hati dan yang mengerti bahwa “adalah terlebih bahagia memberi daripada menerima”.

Ada satu kebenaran yang tidak bisa disangkal oleh siapapun yaitu bahwa setiap orang diberi waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan dengan waktu yang dimiliki tersebut tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil oleh tiap-tiap pribadi.

Waktu yang kita miliki adalah hidup kita sendiri. Ketika kita memberikan waktu kita pada orang lain, kita sedang memberikan hidup kita untuk orang tersebut dan saat yang terbaik untuk memberi adalah sekarang.”

Saya membaca kedua cerita tersebut dan merasa kedua cerita tersebut sangat berkesan. Mas Saiful, seorang penjaga keamanan, mau membantu orang yang kecopetan dengan tulus. Bukan hanya memberikan uang yang dibutuhkan oleh pasangan yang kecopetan, Mas Saiful juga malah memberikan orang tersebut hidangan untuk berbuka puasa (walaupun seadanya). Bukan besar atau kecilnya pemberian yang menjadikan hal itu berharga, tetapi lebih penting adalah ketulusan hatinya untuk memberi.

Yunie adalah contoh orang yang mengingat kebaikan orang lain. Bukan cukup hanya mengingat, ia juga membalas kebaikan itu dengan melakukan kebaikan pada diri orang lain. Cita-citanya sungguh mulia.

Selamat kepada kedua pemenang. Hadiah sudah dikirimkan kepada kedua pemenang (satu di Malang, Jawa Timur dan satu di Bandung,Jawa Barat). Dari informasi yang saya terima, kedua hadiah sudah diterima oleh kedua pemenang. Semoga kedua cerita ini dapat menginspirasi kita semua untuk senantiasa berbuat baik secara tulus kepada orang lain dalam bentuk apapun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: