All for Glory of Jesus Christ

Bagi yang kebetulan apalagi yang sering membaca wall facebook saya mungkin akan menyadari setidaknya satu hal: saya senang membaca renungan dari beberapa sumber. Sumber-sumber yang saya sukai selain Alkitab adalah renungan dari Rick Warren, Bibleandprayer, dan yang baru-baru ini adalah Living Life. Masih ada sumber-sumber lain yang sering saya baca namun tidak saya cantumkan di wall facebook.

Berkaitan dengan Living Life, saya baru tahu tentang buku renungan tersebut sekitar ½ bulan ini dari seorang teman. Ia mengatakan kalau buku renungan tersebut adalah keluaran dari Gereja Onnuri di Seoul, Korea Selatan. Gereja tersebut adalah gereja terbesar kedua di Korea Selatan. Katanya buku renungan itu isinya bagus dan menyarankan saya untuk membacanya.

Setelah teman saya menceritakan tentang buku Living Life tersebut, saya penasaran untuk mengetahui isinya. Jadi saya cari saja di Google. Ternyata ada websitenya (http://www.durano.com). Setelah membaca… eh saya jadi kepincut (bagi yang tidak mengerti, kepincut artinya tertarik, jatuh hati).

Teman saya mengatakan bahwa buku Living Life tersebut sudah ada dalam Bahasa Indonesia. Ia menyarankan kepada saya untuk coba membacanya dan mempromosikannya (ini istilah saya sendiri – istilah teman saya mengimpartasikan) kepada teman-teman yang lain. Karena saya sudah baca dalam websitenya yang berbahasa Inggris dan saya setuju kalau renungan tersebut isinya mendalam, saya tidak keberatan untuk mempromosikan buku tersebut.

Dari situ lalu saya dikenalkan dengan seorang teman yang memang merupakan koordinator buku Living Life di Indonesia. Ternyata buku Living Life itu merupakan bagian dari yang namanya QTM (Quiet Time Movement). QTM ini bertujuan untuk membuat setiap umat Kristiani di seluruh dunia untuk membiasakan diri memiliki saat teduh (quiet time) setiap harinya sehingga dengan demikian bisa mendorong ke arah pertumbuhan kedewasaan rohani.

Jadi fokusnya ternyata bukan pada buku Living Life sendiri, tapi pada QTM-nya. Hal yang mengubah hidup kita itu adalah pada saat kita memiliki saat teduh yang berkualitas dengan Tuhan setiap hari. Lalu kalau begitu untuk apa membaca buku Living Life? Bukankah saat teduhnya yang lebih penting? Bukankah Firman Tuhan dan Roh Kudus yang akan mengubah hidup kita?

Benar sekali! Memang saat teduhnya yang lebih penting. Benar sekali bahwa kita akan diubahkan lewat Firman Tuhan dan Roh Kudus. Jadi untuk apa membaca buku Living Life? Silakan melanjutkan membaca, jawabannya ada di cerita saya selanjutnya.

Kemarin kiriman buku Living Life ini sampai ke rumah saya dan setelah saya buka dan baca, ternyata buku ini memang menarik. Jauh lebih kenyang membaca bukunya ketimbang membaca websitenya. Bukunya disusun berdasarkan sistematika Alkitab. Jadi membantu sekali untuk memahami Alkitab, terutama bagi yang berpendapat:

“Mengerti Alkitab itu sulit sekali.”

Di buku ini dijelaskan mengenai cara penggunaan buku tersebut (sama dengan cara saat teduh yang baik). Selain itu juga ada artikel-artikel mengenai kegiatan misi, kehidupan & budaya, resensi buku dan musik, dan lain-lain.

Membaca buku renungan ini jadi seperti membaca buku renungan yang diperkaya dengan artikel-artikel menarik. Seperti sebuah majalah rohani namun mendalam. Jadi karena isinya banyak, buku renungan Living Life ini memang cukup tebal. Edisi Januari 2012 sebagai contohnya terdiri dari 173 halaman. Cetakannya juga berwarna, jadi ada variasi saat membacanya.

Dari informasi yang saya dapatkan, ternyata ada komunitas khusus juga bagi yang membaca buku Living Life ini. Di Indonesia ada yang namanya QT Club Indonesia. Koordinator dan teman-teman di QT Club Indonesia itulah yang mengurus masalah distribusi buku Living Life ini di Indonesia. Visinya sama dengan visi QTM dan buku Living Life itu sendiri, yaitu: mengembangkan kebiasaan bersaat teduh untuk mendorong ke arah kedewasaan rohani.

Dari data yang saya dapat untuk ruang lingkup Indonesia, buku Living Life ini sudah menyebar di kota Manado, Makasar, Ambon, Denpasar, Jember, Jakarta, Surabaya, Tegal. Sedangkan untuk luar negeri, buku dan QT Club ini sudah beredar di Australia, Amerika, China, Jepang, Rusia, Spanyol, ditambah negara-negara lain yang menjadi ladang misi bagi Gereja Onnuri.

Jadi bagi yang berminat, silakan menghubungi saya di note ini. Jika ada yang memiliki pertanyaan atau ingin berlangganan dapat mengirimkan email secara langsung ke:

 livinglifeindonesia@gmail.com atau qtclubindonesia@gmail.com

Email akan dijawab oleh teman-teman dari QT Club Indonesia.

Bagi yang mengenal saya, silakan saja untuk menghubungi saya langsung. Tenang saja, saya tidak mengambil keuntungan finansial dari buku ini. Memang saya memiliki bisnis sendiri tapi untuk buku ini tidak termasuk dalam bisnis saya.

Barangkali ada yang bertanya, berapa harga buku ini? Harga buku renungan ini Rp 20.000,00 belum termasuk ongkos kirim dari Surabaya (pusat distribusi buku Living Life) ke Bandung (tempat saya). Kemarin saya dapat 10 buku dan ongkos kirim 10 buku adalah Rp 23.000,00 (untuk 3 kg buku). Jadi kalau mau pesan 1 buku berarti harganya Rp 22.300,00 (untuk daerah Bandung). Kalau ingin dikirim sampai ke tempat teman-teman, ditambah lagi dengan ongkos kirim kedua (pengiriman untuk sampai ke tempat tinggal teman-teman).

Bila ada yang berminat untuk memesan Edisi Maret 2012 (Edisi Februari sudah lewat masa pemesanannya) batas pemesanan adalah sampai tanggal 15 Februari 2012. Untuk yang tinggal di Kota Bandung, kalau memang mau menekan biaya bisa nanti kita janjian untuk bertemu di satu tempat yang sama untuk distribusinya. Jadi teman-teman tidak akan terkena ongkos kirim tambahan (total hanya Rp 22.300,00, tidak ditambah ongkos kirim kedua).

Untuk daerah lain, saya harus tanyakan dulu ongkos kirimnya. Hanya saja yang pasti harga buku renungannya Rp 20.000,00. Bagi yang tinggal di kota lainnya yang ada di kota-kota yang saya sudah sebutkan sebelumnya, nanti akan diarahkan ke partner yang ada di kota tersebut. Sedangkan yang tinggal di kota-kota yang belum saya sebutkan, nanti bisa menghubungi saya lebih lanjut untuk detailnya.

Siapa tahu ada yang berpikir,

“Kog mahal?

Ada pepatah,

“Ada harga, ada barang”.

Pepatah ini artinya barang bagus umumnya memang relatif tidak murah. Mengingat cetakannya berwarna dan tebal, apalagi isinya yang cukup berbobot, harga Rp 20.000,00-an itu rasanya menjadi tidak terlalu mahal. Apalagi kalau mengingat sekali makan di luar, kita mungkin bisa menghabiskan uang lebih dari itu.

Kalau makanan jasmani saja, satu kali makan kita bisa menghabiskan lebih dari Rp 20.000,00 masa untuk makanan rohani satu bulan, kita tidak bisa menghabiskan Rp 20.000,00-an?

Dari data yang saya sampaikan, 10 buku beratnya 3 kg. Berarti 1 buku beratnya 0,3 kg. Jadi teman-teman dapat pastikan buku Renungan ini memang cukup berbobot (dari beratnya maupun isinya).

Bagi yang ingin melihat contoh foto bukunya dan melihat-lihat sedikit contohnya, bisa mengunjungi page facebook:

http://www.facebook.com/LivingLifeInd

dan juga bisa follow twitter kami di:

@LivingLifeInd.

Untuk yang terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, bisa mengunjungi page facebook:

http://www.facebook.com/LivingLifeBook

dan juga bisa follow twitter kami di

@LivingLiveBook.

Ini adalah satu kesempatan untuk mengubah hidup. Dengan bersaat teduh setiap hari dengan rutin, inilah kesempatan kita untuk mendapatkan pewahyuan dari Tuhan secara langsung dan juga untuk memberi semangat di setiap harinya.

Banyak orang ingin bahagia. Banyak orang ingin damai. Banyak orang ingin mengalami kepenuhan dalam hidup. Apa kuncinya? Kuncinya hanya satu: hidup dekat dengan Tuhan. Salah satu caranya adalah dengan bersaat teduh setiap hari: merenungkan, mengingat, menanamkan, dan mempraktekkan Firman Tuhan setiap hari.

”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam. Supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yosua 1:8)

Dengan menggunakan buku Living Life, teman-teman akan dibantu untuk mengenal, mengerti, menanamkan, dan mempraktekkan firman Tuhan dalam kehidupan. Untuk sesuatu yang berharga, memang perlu untuk berusaha mendapatkannya.

”No pain, no gain.”

(“Tidak ada pengorbanan, tidak ada yang didapat.”)

Kalau menginginkan sesuatu, memang harus ada harga yang harus dibayar. Apalagi untuk sesuatu yang begitu berharga yang dapat mengubah hidup, bersaat teduh setiap hari kelihatannya hanya suatu pengorbanan yang sangat kecil dibandingkan dengan mengalami hidup dekat dengan Tuhan.

Saya berdoa bahwa melalui QTM, buku Living Life dan Komunitas QT Club Indonesia ini Tuhan akan bekerja lebih lagi dan mengubahkan hidup kita semua. Kiranya QTM, buku Living Life dan Komunitas QT Club Indonesia ini akan dapat memberkati Indonesia dan dunia demi kemuliaan nama Tuhan Yesus.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: