All for Glory of Jesus Christ

Dua minggu yang lalu saya baru menyadari satu hal. Sendal yang saya pakai setiap harinya (sebut saja sendal A) talinya terputus! Ketika saya mencari sendal lain (sebut saja sendal B) di rak, ternyata saya menemukan sendal tersebut juga rusak. Akhirnya saya membuang sendal B.

Sendal A masih bisa dipakai. Ingin melihat sendal A seperti apa bentuknya? Bisa lihat di bagian bawah note ini. Tapi kalau malas melihat ke bawah note ini, saya akan coba deskripsikan dan silakan gunakan imajinasi Anda untuk membayangkannya.

Sendal A berwarna hitam. Setiap belahan sendalnya terdiri dari 3 tali yang dilem di sebelah kiri dan kanan sendal. Di bagian tengah ketiga tali tersebut disimpul menjadi satu dan menjadi semacam aksen bagi sendal A ini.

Kurang lebih mungkin sekitar satu bulan yang lalu, 1 tali sebelah kiri dari sendal bagian kiri terputus. Karena terlihat jelek sekali melihat tali yang berjuntai begitu, saya potong saja tali tersebut. Beres masalahnya? Sayangnya tidak.

Beberapa waktu kemudian, sendal yang kanan mulai berulah. Talinya di sebelah kiri putus 1. Mengikuti contoh sebelumnya, saya gunting saja tali yang berjuntai itu. Beres masalahnya? Sayangnya tidak.

Setelah beberapa lama kemudian, masih pada sendal yang kanan terjadi masalah lagi.Tali di sebelah kanan putus 1. Kembali saya gunting tali yang berjuntai tersebut.

Eh ternyata, dua minggu lalu, kembali satu tali di sebelah kanan pada sendal kanan terputus lagi! Jadi kondisi sendal kanan: tinggal memiliki 1 tali saja di bagian kanan (1 tali berjuntai) dan 2 tali di bagian kiri. Sementara untuk sendal kiri: di bagian kanan masih terdiri dari 3 tali dan di bagian kiri 2 tali.

Saat tali kedua dari sendal kanan terputus, tiba-tiba saja satu ayat terlintas di pikiran saya:

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (Pengkotbah 4:8-12)

Sendal dapat diibaratkan sebagai diri kita. Tali di sendal dapat diibaratkan sebagai orang-orang di sekeliling kita. Pengikat di tengah adalah Tuhan sendiri. Sendal tidak akan dapat berfungsi tanpa adanya tali di sendal. Begitu juga tali di sendal tidak akan dapat menopang sendal jika tidak ada pengikat tali di tengah.

Artinya adalah kita membutuhkan orang-orang di sekeliling kita untuk membantu melaksanakan tugas kita (bandingkan dengan sendal dan tali-talinya). Orang-orang ini adalah orang-orang yang membantu, mengarahkan, mendorong, dan membentuk kita untuk menjadi lebih baik lagi. Orang-orang di sekeliling kita disatukan oleh Tuhan sehingga bisa bertemu kita. Dengan adanya Tuhan dan orang-orang tersebut penopang, maka kita bisa berfungsi dengan sebaik-baiknya.

Ketika terjadi konflik (ketika tali sendal putus), jika kita memilih untuk memotong tali hubungan tersebut maka melemahlah daya tahan kita (daya tahan sendal). Saat satu konflik terjadi dan tidak diselesaikan dengan baik, maka akan menimbulkan luka (tali yang digunting akan membuat lubang bekas tempat tali tersebut menganga). Kecuali luka tersebut disembuhkan (tali dilem kembali ke lubang asal tersebut), pilihan akan ada 2, yaitu membiarkan hubungan tetap ada tapi tidak semestinya (tali terjuntai) atau memotong hubungan tersebut (memotong tali tersebut).

Satu konflik terjadi (satu tali putus), akan mengarah pada konflik lainnya (tali putus lainnya). Akhirnya pada satu titik, semua orang akan menghilang (semua tali akan putus). Pada saat itu, kita akan terpuruk dan tidak dapat berfungsi (sendal kehilangan tali yang menopang dan tidak dapat berfungsi).

Jadi seperti ayat di Pengkotbah 4:8-12 tuliskan, penting sekali bagi kita untuk memiliki orang-orang yang dapat menopang kita. Bagaimana jika kondisi kita saat ini adalah seperti sendal yang kehilangan semua talinya?

Datanglah pada Tuhan. Selidiki hati kita melalui Firman-Nya. Apakah ada kesalahan yang kita buat? Apakah ada hal-hal yang harus kita perbaiki? Mintalah pada-Nya untuk memulihkan keadaan kita.

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurundan sungai-sungai di padang belantara.” (Yesaya 43:19)

Ia bisa memulihkan keadaan kita. Bahkan sesuatu yang kelihatannya mustahil sekalipun (seperti diibaratkan sebagai jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara pada Yesaya 43:19), itu bisa Tuhan buat!

Di tangan seorang tukang reparasi sendal, sendal yang rusak bisa diperbaiki. Di tangan Bapa yang penuh kasih, hidup kita yang rusak bisa diperbaiki. Mari kita datang kepada-Nya dan Ia dapat membuat segalanya baru.

Amin.

<photo id=”1″ />

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: