All for Glory of Jesus Christ

Teman-teman, ini saya kembali lagi :D. Sudah baca artikel sebelumnya? Artikel ini berkaitan dengan artikel sebelumnya. Baca dulu ya artikel sebelumnya kalau belum dibaca.

Jadi seperti teman-teman tau, jepit kesayangan saya daunnya hilang. Jepit itu jadi jelek kelihatannya. Saya hanya bisa pakai di rumah saja. Foto dari jepit itu sudah lama saya buat.

Beberapa hari lalu saya mencari jepit itu, tapi tidak ketemu. Saya sudah cari di tempat biasa saya simpan jepit itu, tidak ada! Meja dekat lampu duduk, meja tulis, meja rias, meja dekat radio, semuanya tidak ada!

Saya bingung, kemana ya jepit ini? Sebab saya tipe orang yang terbiasa menyimpan barang pada tempat yang sama. Jadi kalau mencari barang itu mudah. Itu sebabnya saya jadi kebingungan sendiri ketika jepit kesayangan saya hilang.

Waktu saya mencari-cari dan tidak ketemu juga sampai detik ini, akhirnya saya terpaksa memakai jepit lain. Jepit lain ini dari segi penampilan lebih cantik. Warnanya kuning keemasan dengan 5 mata hiasan yang bersinar cemerlang.

Seingat saya, jepit 5 mata ini masih lebih baru daripada jepit daun itu. Warnanya masih lebih bersinar daripada jepit daun yang sudah lama itu. Tetapi saya tetap merasa sangat kehilangan jepit daun itu, walaupun sudah jelek karena daunnya hilang satu, karena itu jepit kesayangan saya.

Saya memiliki beberapa jepit. Jelas tidak masalah kalau jepit daun yang sudah jelek itu hilang. Masih ada gantinya jepit yang lain, termasuk jepit 5 mata itu. Tapi ternyata tak urung saya juga kehilangan dan mencari-cari jepit daun itu.

Saat memakai jepit 5 mata ini, saya tiba-tiba jadi teringat perumpamaan mengenai domba yang hilang.

“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.” (Matius 18:12-14)

Domba yang hilang itu menggambarkan orang yang meninggalkan Tuhan. Walaupun ada 99 domba lain yang tidak hilang, tapi justru penjaga domba malah pergi meninggalkan 99 yang lain dan mencari 1 domba yang hilang itu.

Saya jadi lebih mengerti mengenai ayat di Matius 18:12-14 itu. Kalau satu jepit daun jelek saja menjadi kesayangan saya dan saya cari-cari ketika hilang, terlebih lagi Bapa di Surga yang begitu mencintai kita!

Jepit daun hilang, tinggal beli yang baru. Domba yang hilang, masih ada 99 yang lain. 1 orang hilang, masih ada milyaran orang lainnya.

Lalu pertanyaannya untuk apa Bapa bersusah payah mencari orang yang hilang ini? Bukankah masih banyak milyaran orang di dunia ini? Hilang satu, ah tak masalah bukan?

“Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Markus 2:17)

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah menga­runiakan Anak-Nya yang tunggal, su­paya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Betapa besar kasih-Nya! Demi satu orang terhilang, Ia cari. Ia rangkul kembali. Ia bawa pulang!

Setiap kita yang dulunya adalah orang yang terhilang, dipilih-Nya. Dicarinya. Dirangkulnya. Dibawa-Nya pulang. Menjadi anak-anak-Nya.

Itu Dia lakukan dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal, yang adalah Tuhan sendiri, untuk menderita sengsara sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa kita semua.

Karena kasih-Nya, Ia tidak rela para pendosa ini terhilang. Karena keadilan-Nya, Ia tidak bisa menoleransi dosa sekecil apapun. Dosa adalah dosa.

Itu sebabnya harus ada korban. Korban penebusan. Yesus Kristus, Sang Anak Domba, harus disembelih sebagai korban tebusan. Harus mati di kayu salib untuk tebus dosa kita semua.

Padahal Ia datang pada saat kita dalam kondisi jelek. Berdosa. Tidak layak! Tapi Dia justru datang untuk membebaskan dan memerdekakan kita dari belenggu dosa. Puji Tuhan!

Kalau saya saja merasa sayang pada jepit daun jelek itu walaupun ada jepit 5 mata yang cantik, apalagi Bapa di Surga yang begitu mengasihi kita? Dengan kuasa-Nya, karena Ia adalah Allah, setelah tebus kita dari kematian akibat dosa, Kristus bangkit dan membuat kita dapat hidup berkemenangan. Puji nama Tuhan!

Teman-teman, tidak ada orang yang benar. Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang dibenarkan oleh Tuhan. Bukan karena kebaikan kita, kita dapat diselamatkan. Bukan juga karena kekuatan kita. Bukan karena kepintaran kita. Bukan karena elok rupa kita. Bukan! Bukan! Bukan!

Hanya karena besar kasih anugerah-Nya semata, kita dicari-Nya, dibawa-Nya kembali ke dalam rangkulan kasih-Nya. Yuk teman-teman, kita bersyukur buat kasih-Nya. Jangan lagi kita sepelekan kebaikan-Nya. Yuk kita hargai betapa besar pengorbanan-Nya bagi kita. Karena memang Ia sungguh layak, terima segala penghargaan, hormat, syukur, kemuliaan, dan pengagungan kita, sampai selama-lamanya.

Doa saya hari ini:

Tuhan,

Terima kasih karena Tuhan begitu baik. Kau tebus kami semua dengan darah-Mu. Darah yang tak ternilai harganya. Tercurah karena dosa dan pelanggaran kami.

Betapa besar kasih-Mu, ya Yesus, sehingga Kau yang adalah Tuhan sendiri, rela mengambil rupa seorang manusia, mengosongkan diri, menjadi sama seperti manusia kecuali dalam hal dosa. Tapi justru Kau harus menanggung segala kehinaan dan menerima segala dosa dunia, untuk penebusan kami.

Tidak akan pernah cukup hal yang dapat kami lakukan untuk membalas kebaikan-Mu, Tuhan Yesus. Pengorbanan-Mu terlampau besar bagi kami. Tapi kalau kami melakukan segala yang baik, yang benar, yang memuliakan nama-Mu, itu semua adalah semata-mata bentuk syukur kami atas anugerah-Mu. Sebagai kesaksian kami akan betapa dahsyatnya Engkau, ya Yesus.

Biarlah kami semua sungguh menjadi orang-orang yang meneladani Engkau, bahkan menyerupai Engkau. Dengan demikian, saat orang bertemu dengan kami, mereka juga dapat berjumpa dengan Engkau yang ada dalam kami.

Haleluya, terima kasih, Yesus. Segala hormat, pujian, syukur, dan kemuliaan hanyalah bagi-Mu.
Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: