All for Glory of Jesus Christ

Cerita: Hujan

Hai teman-teman! Apa kabarnya? Luar biasa baik kan? Puji Tuhan! Saya senang sekali mendengarnya. Apa ada yang kurang baik? Tidak apa-apa, Tuhan pasti akan tolong. Tetap berharap kepada-Nya, ya?

Hari ini saya kembali mau cerita. Jadi dua hari lalu saya pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk bertemu seorang teman. Teman saya memesan buku renungan Living Life.

Saya menikmati bertemu dengan teman saya itu karena sudah lama tidak bertemu dengannya. Setelah ngobrol-ngobrol, saya lalu ke dua toko buku yang ada di sana.

Waaaahhh, mata saya langsung bersinar-sinar! Saya suka sekali membaca! Apalagi saya sudah cukup lama tidak pergi ke toko buku. Rasanya ingin membeli semua buku di sana :D. Maaf, hanya mendramatisasi :D.

Saya kemudian ke toko buku kedua. Toko buku ini adalah toko buku rohani. Kembali mata saya bersinar-sinar lagi! Betul-betul rasanya ingin sekali membeli semua buku di sana. Lihat buku ini: aw, bagus! Lihat buku itu: wih, ok! Lihat yang sana: saya belum baca! Lihat yang sini: wow, saya butuh!

Ok, ah kog jadi cerita ke sana-sini? Maaf teman-teman, memang kalau saya sudah cerita hal yang jadi kesukaan saya, agak susah berhenti! Maaf ya :D.

Nah pulang ke rumah, saya naik salah satu kendaraan umum. Saya lupa membawa payung saya. Padahal biasanya saya selalu membawa payung saya kalau saya pergi sendiri ke luar rumah. Yah, biasalah, prinsip: sedia payung sebelum hujan.

Ternyata oh ternyata, ketika sudah di tengah perjalanan, seperti judul cerita hari ini, hujan turun. Saya berdoa dalam hati:

“Tuhan, jangan hujan dong. Saya ga bawa payung nih.”

Teman-teman, karena kemurahan-Nya, sekejap hujan berhenti! Puji nama Tuhan! Dia sungguh baik! Lalu anak yang duduk di seberang saya berkata kepada ibunya: “Kog hujannya berhenti?” Dalam hati saya tersenyum dan menjawab,

“Tuhan Yesus yang menghentikan hujan, dek”.

Sesudah itu setelah 10 menit berlalu, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Dalam hati saya bertanya-tanya:

“Tuhan, kog turun hujan lagi. Saya ga bawa payung lho. Ya ga apa-apa deh, tapi sampai rumah hujannya berhenti ya, Tuhan?”

Teman-teman tau tidak? Hujan tidak berhenti! 😀 Tapi, Tuhan itu baik! Waktu saya akan pergi, tadinya saya tidak akan pakai jaket karena udara cukup panas. Hanya saja, saya lalu berubah pikiran dan mengambil jaket yang ada tudung kepalanya.

Jadi saat saya turun dari kendaraan umum, saya tinggal memakai tudung kepala jaket itu dan mulai berjalan. Teman-teman tau tidak, waktu saya turun dari angkot, ada genangan air di sana. Jadi saya harus mencari area yang agak kering. Saya berjalan mencari tempat yang agak kering lalu mulai melangkah. Saat melangkah, saya menyadari:

“Waduh jeans saya bagian bawahnya kena genangan air. Yah, apa mau dikata?”

Selagi saya berpikir begitu, tiba-tiba saya ingat sesuatu. Seorang teman saya akan menikah minggu ini. Sementara rambut saya sudah cukup lama tidak dirapikan, terutama poni (rambut depan) saya panjangnya sudah sampai ke mulut saya. Saya yakin bukan kebetulan saat itu tiba-tiba saya teringat mengenai undangan teman saya. Karena salonnya tepat di dekat tempat saya berjalan pulang, saya langsung mampir ke salon itu.

Di salon itu, ternyata sudah ada 2 orang yang sedang dilayani di sana. Saya menunggu sambil menggunakan alat komunikasi yang saya miliki untuk melihat-lihat satu jejaring sosial yang saya ikuti.

Tunggu punya tunggu, waktu sudah bergulir selama 2,5 jam dan saya masih belum dilayani. Hari sudah makin sore, perut saya pun lapar. Tapi saya pikir, sudah ke sana harus potong rambut. Jadi saya tunggu.

Akhirnya saya dilayani juga. Prosesnya hanya sebentar dan saya menunggu lagi supaya rambut saya dikeringkan (di-blow). Ternyata karena pengunjung yang sebelumya belum selesai, saya harus menunggu lagi untuk di-blow.
Karena sudah tidak sabar, saya berniat pulang saja tanpa di-blow. Saya pikir saya bisa mem-blow sendiri rambut saya di rumah. Saya sudah menunggu sekitar 3 jam saat itu. Tetapi pemilik salon berkata:

“Tunggu sebentar lagi ya. Sebentar lagi yang ini selesai.”

Jadi saya tunggu juga. Akhirnya pemilik salon mem-blow rambut saya dan saya pulang ke rumah dengan hati senang. Saya tidak usah pakai jepit rambut lagi karena poni saya sudah tidak menghalangi mata saya :D.

Selama peristiwa itu berlangsung saya merenung. Apa maksud Tuhan di balik semua ini? Lalu Dia membukakan semuanya. Seluruh peristiwa pada saat hujan itu adalah hidup saya.

Hujan adalah pada saat masalah dan tantangan datang. Saat masalah dan tantangan datang, hal yang terjadi bisa 2 pilihan. Pilihan pertama: bisa saja seperti ketika saya meminta Tuhan menghentikan hujan dan hujan langsung berhenti, masalah langsung selesai. Sekejap mata. Saat itu juga. Puji nama Tuhan!

Kalau itu yang terjadi, berarti Tuhan sedang mengajarkan saya untuk memiliki iman yang dapat memindahkan gunung, tidak ragu akan apapun juga, dan melangkah untuk mengatasi segala badai persoalan. Intinya 100% yakin bahwa Tuhan pasti selesaikan masalah itu.

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu”. (Matius 17:20)

Pada saat itu, seperti anak kecil di kendaraan umum yang terheran-heran melihat hal itu, peristiwa yang ajaib yang Tuhan lakukan bisa menjadi suatu kesaksian bagi yang lain. Kesaksian mengenai kuasa dan kebesaran Tuhan. Haleluya.

Di saat itu pula, berarti Tuhan ingin saya belajar tentang tetap rendah hati. Tetap menempatkan Tuhan sebagai yang pantas menerima segala kemuliaan dan hormat. Saya hanyalah media. Kepanjangan tangan-Nya. Orang yang mendapatkan kehormatan dan kemurahan dari-Nya. Dia adalah sumber. Segala-galanya. Sungguh yang pantas mendapatkan kehormatan dan kemuliaan itu.

Pilihan kedua: bisa saja seperti ketika saya meminta Tuhan menghentikan hujan, hujan tetap turun dengan lebat. Genangan air di mana-mana. Ketika saya meminta Tuhan menghentikan masalah dan tantangan, masalah dan tantangan tetap ada malah makin hebat.

Kalau itu yang terjadi, berarti Ia ingin saya mulai mencari tempat kering, berjalan mencari tempat yang agak kering itu, lalu mulai melangkah. Artinya saya harus tetap berusaha mencari solusi, tetap berjuang walaupun masalah kelihatannya di sana-sini. Lalu mengambil langkah untuk memecahkan masalah itu.

Seperti celana jeans saya yang menjadi agak basah waktu saya melangkah, itu adalah harga yang harus saya bayar. Saya harus terus melangkah kalau tidak mau basah kuyup. Selalu ada resiko dalam langkah yang saya ambil, itu adalah harga yang harus saya bayar. Saya harus terus melangkah kalau tidak mau kalah oleh masalah dan tantangan.

Tetapi Tuhan itu memang baik. Kalau pilihan dua ini yang terjadi dalam hidup saya, tetap pertolongan-Nya tak pernah terlambat. Seperti Dia ingatkan saya mengenai undangan pesta teman saya dan kondisi rambut saya yang butuh dirapikan, seperti itu jugalah Dia bisa ingatkan mengenai peluang-peluang lain yang bisa timbul akibat dari saya melangkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Itu sebabnya selalu ada dua sisi untuk memandang masalah. Katanya:

“Masalah itu bisa menjadi persoalan, tapi bisa juga menjadi kesempatan.”

Kalau saya melihat hujan sebagai masalah dan saya terpaku di sana, saya bisa-bisa akan merenungi nasib saja karena lupa membawa payung. Bisa-bisa saya tidak bersyukur lagi.

Kalau saya melihat hujan lalu Tuhan karena kemurahan-Nya mengingatkan saya: akan undangan pesta teman saya dan untuk saya merapikan diri, akhirnya saya menemukan tempat berteduh. Apakah karena saya hebat? Pintar? Cekatan?

Bukan! Semua karena kemurahan Tuhan! Karena Ia begitu baik. Segala kemuliaan hanya bagi nama-Nya!

Bisa jadi seperti rambut saya yang perlu dirapikan, bisa jadi ada hal-hal yang saya harus selesaikan lebih dahulu supaya saya bisa menang atas masalah. Bisa jadi itu masalah karakter saya. Bisa jadi itu masalah prinsip hidup saya yang perlu diluruskan.

Dalam proses pilihan kedua ini, bisa jadi prosesnya saya harus menunggu. Saya cukup tertegun ketika menyadari bahwa ada 2 pelanggan yang sedang menunggu di sana. Bagi saya dalam area tertentu di hidup saya, hal itu mewakili persis 2 hal.

Karena teman-teman yang membaca saya anggap teman-teman saya entah kita memang mengenal atau tidak, saya buka sajalah :D. Dua hal itu saya sadari mewakili 2 pria yang pernah singgah di hidup saya. Dua hal itu saya sadari mewakili 2 universitas yang pernah saya bekerja di dalamnya. Dua hal itu saya sadari mewakili 2 pelayanan yang saya pernah terlibat di dalamnya.

Untuk bisa sampai ke rambut yang rapi, saya harus menunggu 2 orang pelanggan sebelum saya. Untuk bisa sampai ke pasangan yang tepat, saya harus melewati 2 pria yang pernah singgah di hidup saya. Untuk bisa sampai pada impian saya akan pekerjaan yang saya dambakan, saya harus melewati 2 universitas yang saya pernah bekerja di dalamnya. Untuk bisa sampai pada pelayanan yang saya impikan, saya harus melewati 2 pelayanan yang sebelumnya saya lakukan.

Saya tersenyum sendiri ketika menyadari hal ini. Tuhan ternyata memiliki selera humor yang unik! Semua hal yang terjadi ternyata sudah begitu pas. Tepat sekali. Mengena sasaran. Saya takjub sendiri dibuat-Nya. Sungguh luar biasa perbuatan tangan-Nya.

Proses menunggu di salon yang begitu lama memang membuat saya tidak sabar. Ingin segera pulang. Proses menantikan pasangan hidup, pekerjaan, dan pelayanan yang saya impikan memang sempat membuat tidak sabar. Ingin segera mendapatkan yang saya inginkan.

Seperti ketika saya sudah tidak sabar dan mengatakan pada pemilik salon bahwa saya akan pulang, lalu pemilik salon berkata:

“Tunggu sebentar lagi ya. Sebentar lagi yang ini selesai.”

sebenarnya itu juga mewakili kondisi yang sudah terjadi pada diri saya. Ketika saya sudah tidak sabar dan mengatakan pada Tuhan bahwa saya akan selesaikan masalah saya sediri, Tuhan berkata:

“Tunggu sebentar lagi ya. Sebentar lagi yang ini selesai.”

Wow! Bukankah Tuhan itu sungguh perencana yang ulung! Saya sungguh kagum dibuat-Nya. Itu sebabnya ketika saya melihat ke beberapa titik dalam hidup saya, saya akhirnya jadi mengerti maksud Tuhan ketika saya gagal, ketika saya jatuh, dst.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Ia luar biasa hebat! Dialah Elshadai, Allah Maha Kuasa. Dia campur tangan begitu rupa untuk mewujudkan rencana indah-Nya dalam hidup saya.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Di saat itu pula, berarti Tuhan ingin saya belajar tentang iman yang dapat memindahkan gunung. Mencintai dan mencari Tuhan lebih dari berkat-Nya. Saya adalah anak-Nya. Kesayangan-Nya. Orang yang dijaga-Nya dan dilindungi-Nya. Dia adalah Bapa saya. Mengasihi saya. Pasti akan memberi yang terbaik bagi saya.

Seperti akhirnya ketika saya menunggu dan akhirnya pemilik salon mem-blow rambut saya dan saya bisa pulang ke rumah dengan hati senang, saya meyakini dan menerima dengan iman bahwa saya sudah menerima jawaban dari doa-doa saya. Saya percaya bahwa saya dalam proses untuk menunggu penggenapan semua jawaban dari doa-doa saya selama ini.

Segala kemuliaan hanya bagi nama-Nya. Sebab Ia agung, mulia, kudus dan besar! Dialah Tuhan yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus! Sungguh, mengenal dan mencintai Dia adalah satu pengalaman hidup yang tak akan pernah terlupakan. Sungguh suatu pengalaman hidup yang mengubah seluruh kehidupan saya secara radikal.

Kalau sementara teman-teman membaca artikel ini dan merasa bahwa ini juga yang teman-teman alami, ini sungguh merupakan rencana-Nya yang indah bagi teman-teman semua! Saya merasa terhormat bahwa Dia menyertakan saya dalam rencana indah-Nya untuk hidup teman-teman.

Kalau teman-teman dalam pilihan 1 seperti yang saya alami waktu hujan, bersaksilah! Sampaikanlah perbuatan-Nya yang ajaib sehingga nama-Nya semakin dipermuliakan dan tujuan-Nya di atas muka bumi ini dapat terwujud.

Sebab ada tertulis: “Karena Aku Tuhan yang hidup,” begitulah firman Tuhan, “setiap lutut akan bertelut di hadapan-Ku dan setiap lidah akan memuji dan memuliakan Allah.” (Roma 14:11)

Kalau teman-teman dalam pilihan 2 seperti yang saya alami waktu hujan, tetaplah lakukan bagian teman-teman: berdoa, berusaha, dan mengucap syukur! Tetaplah percaya!

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. (Kolose 4:2)

Yuk kita berdoa:

Bapa Surgawi,

Saya mengucap syukur atas kehendak-Mu yang sempurna di dalam hidup saya. Semua yang Kau berikan sungguh amat baik dan saya menerima-Nya dengan penuh sukacita dan syukur.

Tuhan saya percaya bahwa Tuhan akan menyelesaikan semua yang Tuhan kerjakan sampai selesai, sampai sempurna. Karena Engkaulah awal dan akhir, Alpha dan Omega. Saat Kau memulai, pasti Kau juga yang akan mengakhiri.

Itu sebabnya dengan iman aku bersyukur karena aku sudah menerima semua yang aku minta dalam doaku. Terima kasih banyak, Tuhan, buat kasih-Mu. Jiwaku sungguh menyadarinya dan itu adalah suatu kehormatan besar bagiku.

Tuhan, saya mau berdoa buat semua teman yang membaca artikel ini. Saya percaya kalau mereka bisa membaca artikel ini sampai selesai, Engkau juga sedang dan sudah menjawab semua doa mereka: dengan cara-Mu, dengan waktu-Mu, sesuai kekayaan dan kemurahan-Mu di dalam Yesus Kristus.

Biarlah apapun yang terjadi dalam hidup kami, entah itu pilihan 1 atau pilihan 2, semuanya itu sungguh dapat memuliakan nama-Mu, sungguh dapat menyukakan hati-Mu. Karena itulah tujuan kami ada, untuk menyembah Engkau, Allah, Tuhan kami, Theos.

Segala hormat, kemuliaan, dan pujian hanyalah bagi nama-Mu, Tuhan. Sebab Kau layak, sungguh layak, teramat layak menerima semuanya itu dan itupun belum cukup untuk mengungkapkan seluruh keagungan dan kebesaran-Mu yang begitu luar biasa.

Terima kasih ya Tuhan. Doa ini kami panjatkan dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Amin.

NB:

Thanks Ko Hendra, berkat share koko kemaren siang, pas saya nulis ini saya jadi bisa masukin yang koko bilang. Mantap, Ko!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: