All for Glory of Jesus Christ

Archive for the ‘Miscellaneous’ Category

“An Ending is Just a Door to a New Start”

Halo teman-teman,

Bagaimana kabarnya hari ini? Baik-baik? Sehat-sehat? Luar biasa? Tidak baik? Sakit? Tenang, apapun kondisi teman-teman hari ini, Tuhan Yesus selalu beserta teman-teman! Kalaupun teman-teman tidak merasakannya, ketahuilah Dia selalu hadir di sisi teman-teman, bahkan di dalam diri teman-teman! Karena Roh Kudus tinggal dalam hati teman-teman yang sudah menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat!

Judul artikel hari ini adalah salah satu tagline (tulisan) yang ada dalam signature (tanda tangan) di email saya:

“An Ending is Just a Door to a New Start.”

(“Suatu Akhir adalah Hanya Suatu Pintu bagi Suatu Awal yang Baru.”)

Nah, hari ini saya cuma mau beri pengumuman. *drum berbunyi* Seperti judul hari ini, hari ini saya mau berpisah dengan teman-teman. Sedih? Jangan!

Ada pengumuman lainnya.  Saya pindah ke web yang baru!! Lebih personal!! Dengan nama yang sama :D. \(^o^)/

Silakan kunjungi: Everyday is a New Beginning! (silakan klik saja di judul tersebut untuk mengunjungi blog baru saya).

Everyday is a New Beginning.”

(“Setiap Hari adalah Awal yang Baru.”)

itu juga adalah salah satu tagline dalam signature email saya. Tagline yang sudah melekat dalam nama alias saya di internet dan menjadi moto saya juga.

Saya tidak berpanjang-panjang lagi. Selamat mengunjungi “Everyday is a New Beginning“! Selamat menikmati tampilan baru di sana.

Tuhan memberkati.

archaengela

Iklan

Cinta Kedua: Yerusalem

Hari ini lagi-lagi terjadi sesuatu yang di luar dugaan saya. Tuhan sungguh luar biasa. Ia mengubah rencana saya, mempersiapkan yang lebih baik dari yang saya sudah rencanakan. Haleluya! Puji nama Tuhan!

Jadi saya memang sudah merencanakan topik ini, tapi dengan ilustrasi yang berbeda. Seperti artikel kemarin, lagi-lagi Ia membelokkan rencana saya dan memberikan ilustrasi yang lebih baik. Terima kasih, Tuhan Yesus.

Jadi ceritanya begini. Hari ini saya mengirimkan satu brain teaser yang saya dapatkan dari teman saya. Brain teaser itu adalah sejenis permainan untuk mengasah otak. Ini dia brain teaser yang saya kirimkan:

“Ada test IQ kecil-kecilan nih :

5+3+2=151022

9+2+4=183652

8+6+3=482466

5+4+5=202541

jika logika anda jalan..,.

Jawablh pertnyaan ini….

(7+7+7=…………)

jika benar IQ anda d atas 120”

Saya mengirimkannya karena memang menurut saya menarik. Ternyata di luar dugaan saya, banyak respon yang masuk. Membuat saya tidak menyangka dan terkejut juga :D. Terima kasih banyak bagi teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam membuat saya terkejut karena senang hari ini :D.

Setelah beberapa orang menjawab, umumnya saya memberikan respon sama untuk setiap jawaban benar:

“Pinterrrr.”

Satu kata saja, tapi ternyata respon yang saya dapatkan berbeda-beda. Setelah beberapa respon berbeda saya dapatkan, sadarlah saya! Tuhan memberikan saya suatu bahan bagi suatu penelitian informal mengenai perilaku manusia!

Wow, luar biasa Tuhan kita! Ia memang pemikir yang sangat brilian! Sungguh segala yang tak terpikirkan dan tak direncanakan, itulah yang Dia berikan! Saya terpana dan berdecak kagum dengan sendirinya.

Cukup banyak hal menarik yang saya dapatkan dari suatu permainan Brain Teaser ini. Dari sana saya akan mengaitkannya dengan tema artikel hari ini. Satu hal yang saya angkat adalah respon setiap orang yang berbeda-beda ketika mereka berhasil menjawab atapun gagal menjawab. Juga respon ketika saya mengatakan:

“Pinterrrr.”

Bagi saya, respon setiap orang menunjukkan keunikan setiap orang. Itulah yang membuat satu Brain Teaser ini menjadi sangat menarik. Mengapa? Karena ia menjadi satu jembatan untuk mengungkap sisi yang tidak mudah untuk dimengerti: keunikan manusia.

Tidak ada yang salah dengan respon setiap orang yang ikut serta berpartisipasi dalam hal yang saya kirimkan tersebut. Semua respon adalah baik adanya dan itu sungguh memberikan saya pembelajaran mendasar mengenai manusia.

Hal yang saya baru sadari adalah dalam Brain Teaser ini ada unsur pembentukan citra diri. Bahwa jika berhasil maka “logika Anda jalan”, “memiliki IQ di atas 120”. Dengan kata lain, “Pinterrr” tadi.

Sebaliknya jika tidak berhasil, tentu ada yang langsung mengartikan sebaliknya. Secara tidak langsung juga ada yang mengartikan bahwa kalau tidak berhasil maka “logika Anda tidak jalan”, “memiliki IQ di bawah 120”.

Padahal sebenarnya kalau mau dibedah, Brain Teaser ini adalah satu alat bantu untuk mengukur suatu hasil pembelajaran terhadap pemahaman pola hitung dan operasi matematika yang sudah pernah (sering) dilakukan seseorang. Semakin sering seseorang berlatih memahami dan mencari pola tersebut, akan semakin mudah.

Jadi yang disebut “Pinterrrr” atau “logika jalan” atau “IQ di atas 120” itu sebenarnya merupakan perwakilan dari sudah berhasilnya orang yang menjawab tersebut untuk melatih dirinya memahami dan mencari pola tersebut.

Kecerdasan itu sendiri tidak dapat diukur hanya dari segi matematis semata. Karena bukan hanya pemahaman mengenai pola matematis saja yang menjadikan seorang itu “Pinterr” tapi seluruh aspek dari diri seseorang lah yang menjadikan ia “Pinterrr”.

Jadi sesungguhnya “Pinterrrr” itu luas sekali. Bagi yang berhasil menjawab, berarti sekurang-kurangnya mereka memiliki kecerdasan matematis. Sementara bagi yang tidak berhasil menjawab, saya yakin sekurang-kurangnya mereka memiliki kecerdasan interpersonal. Mengapa? Karena mereka mau meresponi pada hal yang masuk.

Bagaimana dengan yang sama sekali tidak menjawab? Saya juga yakin mereka juga “Pinterrr”. Saya juga yakin, ada sesuatu hal yang menghalangi mereka untuk bisa berpartisipasi dalam Brain Teaser ini.

Jadi semua orang itu pintar sesungguhnya. Hanya saja mereka kuat di bidang-bidang tertentu. Itulah salah satu hal yang membentuk keunikan manusia.

Saya tidak cermat memperhatikan Brain Teaser ini. Tapi ternyata ketidakcermatan saya ini pun bisa dipakai Tuhan untuk mengungkapkan keunikan manusia ciptaan-Nya. Puji Tuhan!

Setiap orang diciptakan unik, indah, berharga, mulia, dan segambar dengan Tuhan. Sayangnya, dalam perjalanan hidup manusia, sejak dosa asal lalu seterusnya, manusia kehilangan (melupakan?) citra dirinya itu.

Proses pembentukan citra yang awalnya indah itu perlahan-lahan bisa menjadi berubah, mengalami pengeroposan sedikit demi sedikit. Di mana berlangsungnya? Pertama kali adalah di Yerusalem.

Yerusalem? Mungkin Anda bertanya-tanya. Apa hubungan Yerusalem dengan pengeroposan citra manusia?  Kata “Yerusalem” yang saya gunakan ini terilhami dari ayat:

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan KAMU AKAN MENJADI SAKSIKU di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1: 8)

“Yerusalem” berbicara mengenai lingkungan sekitar, lingkungan terdekat, keluarga. Ah, keluarga! Ada apa dengan keluarga?

Inilah tempat pertama kali seorang anak bertumbuh, belajar, dan… membentuk CITRA DIRI. Perkataan orang tua terutama menjadi suatu yang sangat mempengaruhi perkembangan citra diri anak.

Kalau orang tua memberikan perkataan yang membangun, anak akan tumbuh menjadi seorang yang percaya diri. Sebaliknya jika orang tua memberikan perkataan yang melemahkan, anak akan tumbuh menjadi seorang yang rendah diri. Pendeknya, pemberian LABEL bagi anak.

Contoh label membangun: ketika anak melakukan sesuatu yang baik, orang tua memuji “Hebat”, “Bagus”, “Pintar”, dst. Anak akan belajar dari proses berulang-ulang bahwa itulah jati dirinya.

Contoh label melemahkan: ketika anak melakukan sesuatu yang kurang baik, orang tua mengatakan “Nakal”, “Bodoh”, “Bandel”, dst. Anak juga akan belajar dari proses berulang-ulang bahwa itulah jati dirinya.

Pemberian LABEL yang melemahkan inilah yang berperan besar dalam membentuk citra diri anak. Mungkin orang tua tidak sadar bahwa ini yang mereka lakukan. Sebenarnya saya merasa juga tidak pada tempatnya untuk menjelaskan ini karena saya belum menjadi orang tua tapi inilah yang saya rasakan Tuhan taruh dalam hati saya hari ini.

Seringkali bahkan orang tua berniat baik, namun dengan cara yang kurang pas. Pembanding-bandingan anak yang satu dengan anak yang lain dengan tujuan memacu sang anak, bukanlah suatu cara yang pas untuk membentuk citra diri positif seorang anak.

Saya akan menceritakan pengalaman seorang teman saya. Karena sudah mendapat izinnya untuk membagikan hal ini, akan saya bagikan. Saya berharap ini akan memberkati teman-teman yang membaca. Teman saya juga mengizinkan saya membagikan ini karena ia berharap hal ini dapat memberkati teman-teman semua.

Teman saya ini bisa dibilang sangat beruntung. Ia memiliki orang tua yang luar biasa mencintai dirinya. Teman saya bercerita bahwa ia memiliki 3 orang kakak. Jadi keluarga mereka adalah 4 bersaudara.

Menurut dirinya, kakak pertamanya adalah seorang yang Sanguin. Ceria, aktif, penuh energi, dan perhatian pada orang lain. Kakak keduanya adalah seorang Kolerik dan Melankolik. Berkemauan keras untuk maju, mandiri, dan penuh pemikiran bagi orang lain. Kakak ketiganya adalah seorang Sanguin dan Kolerik. Menarik, pandai meyakinkan orang lain, dan seorang dengan Visi yang besar. Sementara teman saya berkata, ia sendiri bisa jadi merupakan perpaduan Plegmatis Melankolik. Tenang, pembawa damai, penuh pemikiran bagi orang lain.

Ia bercerita bahwa ia tahu kalau orang tuanya sangat menyayangi dirinya dan ketiga kakaknya. Namun saat yang sama, ia juga mengatakan bahwa menurutnya orang tuanya tidak pernah memuji dirinya. Selalu ketiga kakaknya yang dipuji. Hatinya merasa luka.

Ia berpikir bahwa ia tidak istimewa. Sering ia berpikir seandainya ia bisa menjadi seperti kakak pertamanya yang populer dan disukai banyak teman. Kali lain ia berpikir seandainya ia bisa menjadi seperti kakak keduanya yang cerdas dan penuh kemauan keras untuk maju. Di lain pihak ia juga brepikir seandainya ia bisa seperti kakak ketiganya yang penuh visi dan pandai meyakinkan orang lain.

Mengapa hal ini terjadi? Teman saya bercerita kepada saya bahwa sedari kecil memang orang tuanya selalu membandingkan dirinya dengan kakak-kakaknya. Karena orang tuanya sering sekali membandingkannya dengan kakak keduanya, teman saya ini lalu berpikiran bahwa kalau ia bisa menjadi seperti kakak keduanya maka orang tuanya akan menerima dirinya.

Jadi teman saya ini berusaha mati-matian di sekolah. Ia selalu berpikir harus menjadi nomor 1. Harus menjadi yang paling hebat. Ia berpikir dengan begitu, ia bisa mendapatkan penerimaan orang tuanya.

Apa yang terjadi? Dia berhasil menjadi nomor 1. Dengan usaha keras, dia menjadi nomor 1. Orang tuanya memujinya dan ia merasa senang. Sayangnya itu tidak berlangsung lama.

Ada saja hal yang membuat dirinya akhirnya berpikir bahwa ia tidak akan pernah bisa memuaskan orang tuanya. Orang tuanya tidak pernah puas!

Ia merasa sendiri. Terkucil. Terkekang. Lelah. Segala hal sudah ia lakukan, tapi itu pun tak pernah cukup. Ia merasa marah. Juga tak berdaya. Pasrah.

Teman saya merasa telah menjadi anak yang baik. Ia tidak pernah macam-macam. Bintang sekolah. Tidak pernah main ke sembarang tempat. Rajin belajar dan belajar. Tidak pernah meminta macam-macam pada orang tua.

Teman saya bercerita lagi pada saya. Ia sampai pada satu titik mempertanyakan:

“Mengapa saya harus dilahirkan? Kalau memang orang tua saya sendiri pun tidak bisa menerima diri saya apa adanya? Apa yang SALAH dengan diri saya? APA? APA?”

Ia lalu berpikir kalau saja ia bisa mengubah diri menjadi seperti kakak pertamanya yang ceria, setidaknya ia akan bahagia. Tapi ia sudah terbentuk sedemikian rupa mengikuti harapan orang tuanya: menjadi juara, nomor 1, pintar!

Teman-teman masih banyak yang teman saya ceritakan, tapi saya potong saja sampai di situ. Saya mengenal juga seorang kakak dari teman saya tadi. Dari kakaknya itu saya mendapatkan gambaran yang lain lagi tentang keluarga mereka.

Ternyata, gambaran yang saya dapatkan mengenai teman saya ini dari kakaknya sungguh berbeda daripada hal yang saya dapatkan dari teman saya. Saya jadi bingung sendiri. Kog bisa ya, dua orang dalam satu keluarga yang sama, orang tua yang sama, ternyata menceritakan 2 hal yang berbeda?

Ternyata yang terjadi adalah orang tua dari teman saya memang masih menganut pemikiran lama. Bahwa memacu anak itu penting tapi memuji tidak terlalu penting. Itu sebabnya teman saya itu bisa berpikir bahwa ia tidak istimewa.

Padahal kalau saya menilai diri teman saya ini, saya lihat dia memiliki keunggulannya tersendiri. Memang ia juga memiliki kelemahannya, tapi saya melihat banyak hal yang sungguh indah di dalam dirinya.

Hal yang sangat menarik diungkapkan oleh kakak teman saya ini. Ia berkata bahwa ketika ia belum menjadi orang tua, ia berpikir juga bahwa orang tuanya tidak menyayangi dirinya. Tetapi ketika ia menjadi orang tua, barulah ia mengerti.

Apa yang ia mengerti? Bahwa orang tuanya sebenarnya sangat menyayangi semua anak-anaknya hanya saja cara mereka yang tidak menunjukkannya membuat anak-anaknya tidak bisa menangkap dengan jelas hal itu.

Saya belajar dari sharing teman saya itu bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab berat dan mulia yang Tuhan beri.

Seorang anak adalah seperti kertas putih. Ketika orang tua mulai membentuk anak, ketika itulah citra anak terbentuk. Saya merasa sangat terberkati dengan sharing dari teman saya dan kakaknya teman saya ini.

Saya pun belajar dari orang tua saya sendiri. Bahwa orang tua saya mencintai saya dengan cara mereka masing-masing. Terkadang saya juga seperti teman saya, merasa tidak memahami orang tua saya.

Ketika mendapati mami saya mengingatkan saya untuk makan pada waktunya dan tidur tidak terlalu malam, cukup sering saya merasa mami saya terlalu cerewet. Ketika mendapati papi saya bertanya tentang teman-teman saya, cukup sering saya merasa papi saya terlalu ingin ikut campur urusan saya.

Padahal mami saya lah yang setiap hari rajin membuatkan saya makanan dan minuman ini dan itu supaya saya tetap sehat. Papi saya lah yang selalu memperhatikan saya dalam diam dan berharap yang terbaik untuk saya.

Mereka selalu mendoakan saya. Mereka juga mengingatkan saya untuk selalu menjaga kesehatan saya. Tidak tidur terlalu larut. Mengistirahatkan mata kalau sudah lelah. Mendengarkan saya. Perhatian dengan cerita saya. Bahkan walaupun saya sering kali malas, cuek, dan terlalu asyik dengan dunia saya sendiri, mereka bisa menerima hal itu.

Hum… mengingat itu, rasanya saya menjadi anak yang sangat tidak tau berterima kasih. Bisa dibilang orang tua seperti mereka itu langka. Dari mereka saya banyak sekali mempelajari prinsip-prinsip kehidupan.

Kalau saya ditawarkan Tuhan untuk bisa memilih orang tua saya sendiri, saya tidak akan menukar mereka dengan orang tua manapun. Di tengah segala kekurangan mereka, merekalah orang tua terbaik di mata saya.

Teman-teman, mungkin ada di antara teman-teman yang mengalami seperti pengalaman teman saya atau pengalaman saya. Saya sungguh percaya bahwa teman-teman bisa membaca artikel ini adalah bukan kebetulan. Ada suatu rencana Tuhan yang indah bagi teman-teman semua.

Saya percaya bahwa semua orang tua memiliki niat terbaik dalam hatinya bagi anak-anaknya. Hanya saja cara mereka dalam mengungkapkannya tidak terlalu dapat ditangkap dengan baik oleh anak-anaknya. Tetapi, bukankah tidak ada seorangpun yang sempurna? Termasuk orang tua kita?

Kalau ada teman-teman yang memiliki orang tua yang tidak memiliki niat terbaik dalam hatinya bagi teman-teman, saya yakin bahwa ada rencana Tuhan yang indah bagi teman-teman semua.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.“ (Yeremia 29:11).

Inilah isi hati Tuhan. Bahwa ia hanya merancangkan:

–         Hal yang penuh damai sejahtera.

–         Bukan rancangan kecelakaan.

–         Untuk hari depan penuh harapan.

Mungkin teman-teman ada yang berpikir:

“Rancangan damai sejahtera? Setiap hari orang tua saya tidak saling menyapa.”

“Bukan rancangan kecelakaan? Setiap hari orang tua saya ribut terus.”

“Hari depan penuh harapan? Mana mungkin? Kondisinya begitu buruk! Mungkinkah masih ada harapan?”

Selalu ada harapan di dalam Tuhan! Selalu ada HARAPAN di dalam TUHAN! Jangan menyerah, Ia punya rencana yang luar biasa bagi setiap kita.

Bagaimana mengatasi pemikiran bahwa orang tua tidak mencintai dan seterusnya? Seorang teman saya berbagi pengalaman serupa dan ia memberikan suatu masukan yang luar biasa:

“Ketika saya masih kecil, saya berbicara seperti anak kecil, saya berpikir seperti anak kecil, saya beralasan seperti anak kecil. Ketika aku menjadi dewasa, saya menempatkan cara kekanak-kanakan di belakang saya.” (1 Korintus 13:11)

Dari contoh kasus teman saya tadi: Sebagai seorang anak, ia akan berpikir orang tuanya tidak mencintai dirinya karena membanding-bandingkannya dengan orang lain. Tetapi sebagai seorang dewasa, ia akan berpikir dengan cara lain, yaitu bahwa orang tuanya ingin memacu dirinya menjadi lebih baik.

Ayat ini sangat memberkati saya karena saya juga sedang dalam tahap belajar untuk bisa menjadi dewasa. Pemikiran saya masih banyak yang kekanak-kanakan. Saya masih banyak beralasan seperti anak kecil.

Untungnya Tuhan itu memang luar biasa baik. Saya dianugerahi banyak orang yang sangat istimewa di hidup saya. Mereka siap menolong saya. Memberikan saya masukan. Dengan resiko saya akan dapat membenci mereka.

Untuk itu, kepada orang-orang yang sangat istimewa di hidup saya ini, khususnya untuk satu orang secara spesifik (kalau kamu membacanya, ya ini untuk kamu. Saya yakin kalau kamu membaca ini, kamu akan mengerti bahwa saya berbicara kepada kamu.). Saya mengucapkan banyak terima kasih karena kamu telah berani mengambil resiko untuk menjadikan saya seorang yang lebih baik, seorang yang dewasa, dan seorang yang jadi berkenan di mata Tuhan dan manusia.

Maafkan saya yang tidak menangkap ketulusan hatimu. Maafkan saya yang malah menjadi marah dan tidak terima dengan niat baikmu. Maafkan saya yang berharap kamu memberi saya masukan dengan cara yang saya inginkan.

Selain itu, saya juga mau berterima kasih untuk setiap orang yang sudah memberikan kontribusi untuk artikel ini bisa dibuat, baik yang menyadarinya ataupun tidak. Terutama untuk 2 orang istimewa, yaitu yang telah membagikan Brain Teaser itu kepada saya dan yang telah memberikan share berkaitan dengan pengalamannya. Kalau kalian membaca artikel ini, saya yakin kalian tahu ini untuk kalian. Terima kasih banyak!

Teman-teman artikel ini menjadi begitu panjang tanpa saya sadari. Saya hanya bisa berdoa dan berharap bahwa artikel ini sungguh bisa memberkati teman-teman yang membacanya.

Doa saya hari ini:

Tuhan,

Saya berdoa bagi semua teman yang sudah membaca artikel ini. Biar Roh-Mu yang akan bekerja lebih lagi untuk mengubah, memperbaharui, dan menyempurnakan penulisan ini supaya sungguh menjadi rhema di hidup setiap teman yang membacanya.

Saya bersyukur untuk setiap hal dan setiap orang yang Tuhan izinkan di hidup saya. Setiap hal yang Tuhan berikan, itu sungguh amat baik. Bantu saya untuk bisa mengerti dan menghargai hal itu, Tuhan.

Pimpinlah kami semua, Tuhan. Supaya kami bisa selalu belajar dan belajar terus, untuk mengerti bahwa keunikan dan perbedaan karakter dan kepribadian adalah suatu hal yang indah, bukan suatu hal yang salah. Bantu kami, Tuhan, supaya kami semakin memahami bahwa justru di dalam keunikan dan perbedaan karakter dan kepribadian itulah, kami akan bertumbuh semakin menyerupai Engkau.

Terima kasih, Tuhan. Segala hormat, pujian, dan kemuliaan hanyalah bagi nama-Mu.

Amin.

Laporan Pertanggungjawaban Kasus Kemanusiaan

Berkaitan dengan kasus kemanusiaan untuk A, seorang teman saya yang mengalami stroke medium (info lengkap dapat dibaca di SINI, berikut akan saya laporkan hasil terakhir dukungan doa, daya, dan dana yang masuk per 14 Februari 2012 pukul 14.30 WIB:

Dukungan doa: ada 4 orang yang sudah menghubungi saya dan menyatakan mendukung dalam doa. Saya yakin banyak dari teman-teman yang mendoakan tapi tidak mengabari saya. Tidak masalah! Puji Tuhan! Saya percaya doa yang dinaikkan akan sangat membantu teman saya ini!

Dukungan daya: ada 4 orang yang sudah menghubungi saya dan memberikan dukungan daya berupa:

–         Informasi no telpon dan nama tukang pijit yang bisa melancarkan peredaran darah. (1 orang).

–         Membantu menyebarkan info ini kepada yang lain (2 orang).

– Mau membantu menanyakan ke teman-temannya yang butuh orang untuk mengerjakan web (1 orang). Saya sudah memberikan info kontak dari A kepada teman saya ini.

Puji Tuhan! Informasi, pemikiran, tenaga, dan usaha yang diberikan merupakan perpanjangan Tuhan bagi A!

Dukungan dana: ada 4 orang yang sudah menghubungi saya dan memberikan transfer dana. Berikut ini adalah perincian dana yang sudah masuk:

6 Februari 2012
1. N.N Rp 200.000,00
9 Februari 2012
2. N.N Rp 300.000,00
10 Februari 2012
3. http://www.facebook.com/silabu Rp 50.000,00
14 Februari 2012
4. N.N Rp 100.000,00
Jumlah uang per 14 Februari 2012                          Rp 650.000,00

Puji Tuhan! Dana yang diberikan merupakan perpanjangan Tuhan bagi A!

Puji Tuhan! Semua bantuan yang teman-teman berikan, pasti tidak akan sia-sia dan dapat membantu meringankan beban teman saya ini. Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan. Saya juga mewakili A, teman saya, mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah terketuk hatinya untuk membantu A. Saya sungguh percaya bahwa doa teman-teman mengubah segala sesuatu. Daya dan dana yang teman-teman berikan itu menjadi jawaban doa A secara langsung.

Catatan: Bukti screen-shot untuk transfer dana sampai 14 Februari 2012 pukul 14:30 WIB dapat dilihat dalam link berikut: Klik di SINI.

Keterangan bukti screen-shot:

* Untuk informasi nama pemberi bantuan ditutup karena yang bersangkutan meminta saya untuk tidak mempublikasikan namanya.

* Untuk nomor rekening saya juga saya tutup supaya tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan.

a) http://www.facebook.com/silabu

Adapun bukti transfer saya kepada A, teman saya, dapat dilihat di SINI.

Dengan demikian berakhirlah kegiatan pengumpulan bantuan berupa doa, daya, dan dana bagi A. Untuk bantuan berupa doa dan daya, silakan teman-teman lakukan dan akan terus saya informasikan kepada A. Untuk pengumpulan dana sudah selesai pada hari ini pukul 12.00.

Bukan bentuk, besar atau kecil bantuan yang menjadi ukuran suatu pemberian, tapi ketulusan hati yang menjadi dasar dari pemberian ini. Saya yakin inilah ungkapan ketulusan dari teman-teman semua dalam membantu sesama yang membutuhkan. Kiranya Tuhan sendiri yang akan membalas ketulusan hati teman-teman semua.

Satu orang yang tergerak untuk bertindak akan dapat membuat perbedaan besar, tetapi bersama-sama kita bisa membuat dunia ini menjadi lebih baik demi kemuliaan Tuhan. Biarlah segala kemuliaan kembali kepada Dia karena Dia yang memungkinkan semua ini terjadi.

Tuhan memberkati.

NB: Berikut petikan percakapan saya dengan A hari ini. Id messenger saya, saya ganti menjadi S (saya) dan Id messenger A, saya ganti menjadi A.

S (14/02/2012 20:39:29): A, dah transfer ya tadi jam 2

S (14/02/2012 20:39:34): smoga bisa mmberkati kamu

A (14/02/2012 20:40:32): oo ok

A (14/02/2012 20:40:37): thx ya san

A (14/02/2012 20:40:44): aku mo cari kerja

S (14/02/2012 20:40:41): thx nya sama Tuhan dan temen2 yang lain

S (14/02/2012 20:40:42): sip2

S (14/02/2012 20:40:46): bagus itu

A (14/02/2012 20:41:00): tmn km yg td mo minta bikin web gmn ??

S (14/02/2012 20:41:09): tadi dia bilang mau add

S (14/02/2012 20:41:15): tapi karena aku bilang kamu lagi mau pergi

S (14/02/2012 20:41:17): ga tau jadinya

S (14/02/2012 20:41:24): dan belum tentu sekarang bikin webnya

S (14/02/2012 20:41:34): ya ga apa2 lah ya

S (14/02/2012 20:41:38): bikin jaringan

S (14/02/2012 20:41:46): kalau dia ga sekarang bikin pun, dia mau tanyain temen2nya

S (14/02/2012 20:41:50): siapa tau ada yang butuh bikin web

A (14/02/2012 20:43:51): okok

A (14/02/2012 20:44:00): aku bantu siapapun

S (14/02/2012 20:44:04): sip!

A (14/02/2012 20:44:10): konsultasi sistem boleh

A (14/02/2012 20:44:30): ada yg mo kembangin sistem komputer juga boleh

S (14/02/2012 20:44:49): ya nanti coba aja kalau dia kontak dijalin hubungan baik

S (14/02/2012 20:44:52): dia orangnya baik

S (14/02/2012 20:44:56): banyak relasinya

S (14/02/2012 20:45:12): jadi kalaupun ga ada kerja sama apapun, jadi temen pun menurutku ga ada ruginya

S (14/02/2012 20:49:13): ok deh, A, semoga lekas pulih ya

S (14/02/2012 20:49:21): Sukses untuk kamu

S (14/02/2012 20:49:27): Tetap semangat! God bless you!

A (14/02/2012 20:50:19): iya

A (14/02/2012 20:50:29): thx titip buat teman teman

A (14/02/2012 20:50:45): kl mrk butuh bantuan aku blg ajsa

S (14/02/2012 20:50:49): yup, sudah kog , mereka bener2 luar biasa. Ga kenal tapi mau bantu

A (14/02/2012 20:50:49): kl mrk butuh bantuan aku blg aja

S (14/02/2012 20:50:53): Sip!

A (14/02/2012 20:50:59): iya

S (14/02/2012 20:51:01): Puji Tuhan!

A (14/02/2012 20:51:08): god is good

S (14/02/2012 20:51:16): di zaman saat kasih menjadi dingin, masih ada orang yang mau mengulurkan bantuan

S (14/02/2012 20:51:27): Amen!

S (14/02/2012 20:51:34): and all the time God is good!

S (14/02/2012 20:51:41): Ok, keep the faith!

S (14/02/2012 20:51:49): Gbu, A!

A (14/02/2012 20:52:48): u too san

S (14/02/2012 20:52:59): Sip, A. Amin!

Kasus Kemanusiaan

Teman-teman, ada satu orang teman (sebut saja A) yang membutuhkan uluran tangan kita. A terkena stroke medium sehingga lumpuh separuh badan. A sebelumnya adalah programmer dan juga adalah seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Akibat dari terkena stroke ini, A tidak bisa bekerja (tidak mendapat jatah mengajar). Padahal ia membutuhkan biaya untuk membeli obat dokter dan juga terapi setiap bulannya kurang lebih sebesar 3 juta rupiah.

Hasil dari minum obat dokter dan terapi sebelumnya menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. A sudah bisa berjalan walau masih belum bisa seperti sebelumnya (masih perlahan). Akibat dari stroke yang masih tertinggal adalah tangan kirinya yang tidak bergerak walaupun tangan kanannya tidak mengalami masalah.

Jika ada teman-teman yang terketuk hatinya, dapat membantu dengan tiga cara, yaitu: 3D (Doa, Daya, Dana)

  1. Doa: saya yakin kita semua bisa mendoakan untuk pemulihan total kondisi A. Jadi kita semua bisa menolong A dalam doa.
  2. Daya: untuk daya ini ada 3 hal yang bisa teman-teman bantu, yaitu:
    • Bantuan dalam bentuk informasi lowongan pekerjaan programmer, sebisa mungkin di daerah yang dekat tempat tinggal A di daerah Palmerah, Jakarta Selatan. Bahkan lebih baik lagi kalau teman-teman bisa langsung memberikan pekerjaan kepada A, entah itu dalam bentuk program yang harus dibuatkan atau konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pemrograman. Mengingat kondisi A saat ini memang bisa bekerja, namun tidak bisa cepat karena keterbatasan pada tangan kirinya.
    • Kalau memang ada informasi medis/terapi yang lebih terjangkau namun tetap efektif, silakan saja diinformasikan.
    • Menyebarkan informasi ini kepada teman-teman lain yang mau membantu.
  3. Dana: bagi yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan dalam bentuk Dana, dapat menghubungi saya untuk mendapatkan nomor rekening pengumpulan dana. Semua dana yang masuk akan saya catat dan saya laporkan. Rencananya bantuan dalam bentuk pengumpulan dana ini akan dilakukan sampai tanggal 14 Februari 2012 pukul 12.00. Saya akan mentransfer dana yang terkumpul kepada A pada tanggal 14 Februari 2012 pukul 14.00. Bukti transfer akan saya laporkan (tampilkan juga) sebagai bentuk laporan kepada teman-teman semua.

Kepedulian teman-teman akan memberikan harapan besar bagi pemulihan A, teman saya ini. Dengan Doa, Daya, dan Dana; kita akan dapat membantu A. Besar atau kecil, itu sifatnya relatif. Ketulusan teman-teman saya yakin akan memberikan pengaruh yang besar. Apapun dan berapapun jumlahnya, saya yakin itu akan dapat membantu A.

Satu orang yang tergerak untuk bertindak akan dapat membuat perbedaan besar, tetapi bersama-sama kita bisa membuat dunia ini menjadi lebih baik demi kemuliaan Tuhan.

Tuhan memberkati

Catatan:
Laporan pertanggungjawaban pengumpulan bantuan dapat dilihat di link berikut ini: klik di SINI

Cerita: Living Life, QTM, dan QT Club Indonesia

Bagi yang kebetulan apalagi yang sering membaca wall facebook saya mungkin akan menyadari setidaknya satu hal: saya senang membaca renungan dari beberapa sumber. Sumber-sumber yang saya sukai selain Alkitab adalah renungan dari Rick Warren, Bibleandprayer, dan yang baru-baru ini adalah Living Life. Masih ada sumber-sumber lain yang sering saya baca namun tidak saya cantumkan di wall facebook.

Berkaitan dengan Living Life, saya baru tahu tentang buku renungan tersebut sekitar ½ bulan ini dari seorang teman. Ia mengatakan kalau buku renungan tersebut adalah keluaran dari Gereja Onnuri di Seoul, Korea Selatan. Gereja tersebut adalah gereja terbesar kedua di Korea Selatan. Katanya buku renungan itu isinya bagus dan menyarankan saya untuk membacanya.

Setelah teman saya menceritakan tentang buku Living Life tersebut, saya penasaran untuk mengetahui isinya. Jadi saya cari saja di Google. Ternyata ada websitenya (http://www.durano.com). Setelah membaca… eh saya jadi kepincut (bagi yang tidak mengerti, kepincut artinya tertarik, jatuh hati).

Teman saya mengatakan bahwa buku Living Life tersebut sudah ada dalam Bahasa Indonesia. Ia menyarankan kepada saya untuk coba membacanya dan mempromosikannya (ini istilah saya sendiri – istilah teman saya mengimpartasikan) kepada teman-teman yang lain. Karena saya sudah baca dalam websitenya yang berbahasa Inggris dan saya setuju kalau renungan tersebut isinya mendalam, saya tidak keberatan untuk mempromosikan buku tersebut.

Dari situ lalu saya dikenalkan dengan seorang teman yang memang merupakan koordinator buku Living Life di Indonesia. Ternyata buku Living Life itu merupakan bagian dari yang namanya QTM (Quiet Time Movement). QTM ini bertujuan untuk membuat setiap umat Kristiani di seluruh dunia untuk membiasakan diri memiliki saat teduh (quiet time) setiap harinya sehingga dengan demikian bisa mendorong ke arah pertumbuhan kedewasaan rohani.

Jadi fokusnya ternyata bukan pada buku Living Life sendiri, tapi pada QTM-nya. Hal yang mengubah hidup kita itu adalah pada saat kita memiliki saat teduh yang berkualitas dengan Tuhan setiap hari. Lalu kalau begitu untuk apa membaca buku Living Life? Bukankah saat teduhnya yang lebih penting? Bukankah Firman Tuhan dan Roh Kudus yang akan mengubah hidup kita?

Benar sekali! Memang saat teduhnya yang lebih penting. Benar sekali bahwa kita akan diubahkan lewat Firman Tuhan dan Roh Kudus. Jadi untuk apa membaca buku Living Life? Silakan melanjutkan membaca, jawabannya ada di cerita saya selanjutnya.

Kemarin kiriman buku Living Life ini sampai ke rumah saya dan setelah saya buka dan baca, ternyata buku ini memang menarik. Jauh lebih kenyang membaca bukunya ketimbang membaca websitenya. Bukunya disusun berdasarkan sistematika Alkitab. Jadi membantu sekali untuk memahami Alkitab, terutama bagi yang berpendapat:

“Mengerti Alkitab itu sulit sekali.”

Di buku ini dijelaskan mengenai cara penggunaan buku tersebut (sama dengan cara saat teduh yang baik). Selain itu juga ada artikel-artikel mengenai kegiatan misi, kehidupan & budaya, resensi buku dan musik, dan lain-lain.

Membaca buku renungan ini jadi seperti membaca buku renungan yang diperkaya dengan artikel-artikel menarik. Seperti sebuah majalah rohani namun mendalam. Jadi karena isinya banyak, buku renungan Living Life ini memang cukup tebal. Edisi Januari 2012 sebagai contohnya terdiri dari 173 halaman. Cetakannya juga berwarna, jadi ada variasi saat membacanya.

Dari informasi yang saya dapatkan, ternyata ada komunitas khusus juga bagi yang membaca buku Living Life ini. Di Indonesia ada yang namanya QT Club Indonesia. Koordinator dan teman-teman di QT Club Indonesia itulah yang mengurus masalah distribusi buku Living Life ini di Indonesia. Visinya sama dengan visi QTM dan buku Living Life itu sendiri, yaitu: mengembangkan kebiasaan bersaat teduh untuk mendorong ke arah kedewasaan rohani.

Dari data yang saya dapat untuk ruang lingkup Indonesia, buku Living Life ini sudah menyebar di kota Manado, Makasar, Ambon, Denpasar, Jember, Jakarta, Surabaya, Tegal. Sedangkan untuk luar negeri, buku dan QT Club ini sudah beredar di Australia, Amerika, China, Jepang, Rusia, Spanyol, ditambah negara-negara lain yang menjadi ladang misi bagi Gereja Onnuri.

Jadi bagi yang berminat, silakan menghubungi saya di note ini. Jika ada yang memiliki pertanyaan atau ingin berlangganan dapat mengirimkan email secara langsung ke:

 livinglifeindonesia@gmail.com atau qtclubindonesia@gmail.com

Email akan dijawab oleh teman-teman dari QT Club Indonesia.

Bagi yang mengenal saya, silakan saja untuk menghubungi saya langsung. Tenang saja, saya tidak mengambil keuntungan finansial dari buku ini. Memang saya memiliki bisnis sendiri tapi untuk buku ini tidak termasuk dalam bisnis saya.

Barangkali ada yang bertanya, berapa harga buku ini? Harga buku renungan ini Rp 20.000,00 belum termasuk ongkos kirim dari Surabaya (pusat distribusi buku Living Life) ke Bandung (tempat saya). Kemarin saya dapat 10 buku dan ongkos kirim 10 buku adalah Rp 23.000,00 (untuk 3 kg buku). Jadi kalau mau pesan 1 buku berarti harganya Rp 22.300,00 (untuk daerah Bandung). Kalau ingin dikirim sampai ke tempat teman-teman, ditambah lagi dengan ongkos kirim kedua (pengiriman untuk sampai ke tempat tinggal teman-teman).

Bila ada yang berminat untuk memesan Edisi Maret 2012 (Edisi Februari sudah lewat masa pemesanannya) batas pemesanan adalah sampai tanggal 15 Februari 2012. Untuk yang tinggal di Kota Bandung, kalau memang mau menekan biaya bisa nanti kita janjian untuk bertemu di satu tempat yang sama untuk distribusinya. Jadi teman-teman tidak akan terkena ongkos kirim tambahan (total hanya Rp 22.300,00, tidak ditambah ongkos kirim kedua).

Untuk daerah lain, saya harus tanyakan dulu ongkos kirimnya. Hanya saja yang pasti harga buku renungannya Rp 20.000,00. Bagi yang tinggal di kota lainnya yang ada di kota-kota yang saya sudah sebutkan sebelumnya, nanti akan diarahkan ke partner yang ada di kota tersebut. Sedangkan yang tinggal di kota-kota yang belum saya sebutkan, nanti bisa menghubungi saya lebih lanjut untuk detailnya.

Siapa tahu ada yang berpikir,

“Kog mahal?

Ada pepatah,

“Ada harga, ada barang”.

Pepatah ini artinya barang bagus umumnya memang relatif tidak murah. Mengingat cetakannya berwarna dan tebal, apalagi isinya yang cukup berbobot, harga Rp 20.000,00-an itu rasanya menjadi tidak terlalu mahal. Apalagi kalau mengingat sekali makan di luar, kita mungkin bisa menghabiskan uang lebih dari itu.

Kalau makanan jasmani saja, satu kali makan kita bisa menghabiskan lebih dari Rp 20.000,00 masa untuk makanan rohani satu bulan, kita tidak bisa menghabiskan Rp 20.000,00-an?

Dari data yang saya sampaikan, 10 buku beratnya 3 kg. Berarti 1 buku beratnya 0,3 kg. Jadi teman-teman dapat pastikan buku Renungan ini memang cukup berbobot (dari beratnya maupun isinya).

Bagi yang ingin melihat contoh foto bukunya dan melihat-lihat sedikit contohnya, bisa mengunjungi page facebook:

http://www.facebook.com/LivingLifeInd

dan juga bisa follow twitter kami di:

@LivingLifeInd.

Untuk yang terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, bisa mengunjungi page facebook:

http://www.facebook.com/LivingLifeBook

dan juga bisa follow twitter kami di

@LivingLiveBook.

Ini adalah satu kesempatan untuk mengubah hidup. Dengan bersaat teduh setiap hari dengan rutin, inilah kesempatan kita untuk mendapatkan pewahyuan dari Tuhan secara langsung dan juga untuk memberi semangat di setiap harinya.

Banyak orang ingin bahagia. Banyak orang ingin damai. Banyak orang ingin mengalami kepenuhan dalam hidup. Apa kuncinya? Kuncinya hanya satu: hidup dekat dengan Tuhan. Salah satu caranya adalah dengan bersaat teduh setiap hari: merenungkan, mengingat, menanamkan, dan mempraktekkan Firman Tuhan setiap hari.

”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam. Supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yosua 1:8)

Dengan menggunakan buku Living Life, teman-teman akan dibantu untuk mengenal, mengerti, menanamkan, dan mempraktekkan firman Tuhan dalam kehidupan. Untuk sesuatu yang berharga, memang perlu untuk berusaha mendapatkannya.

”No pain, no gain.”

(“Tidak ada pengorbanan, tidak ada yang didapat.”)

Kalau menginginkan sesuatu, memang harus ada harga yang harus dibayar. Apalagi untuk sesuatu yang begitu berharga yang dapat mengubah hidup, bersaat teduh setiap hari kelihatannya hanya suatu pengorbanan yang sangat kecil dibandingkan dengan mengalami hidup dekat dengan Tuhan.

Saya berdoa bahwa melalui QTM, buku Living Life dan Komunitas QT Club Indonesia ini Tuhan akan bekerja lebih lagi dan mengubahkan hidup kita semua. Kiranya QTM, buku Living Life dan Komunitas QT Club Indonesia ini akan dapat memberkati Indonesia dan dunia demi kemuliaan nama Tuhan Yesus.

Amin.

Laporan Sumbangan Kemanusiaan

Berkaitan dengan pengumpulan sumbangan kemanusiaan untuk seorang teman yang orangtuanya (ayahnya) sedang mengalami sakit (darah tinggi, jatuh, terbaring di rumah sakit, juga didiagnosis ada paru-paru basah) dan teman yang bersangkutan memang membutuhkan pertolongan kita, berikut ini saya laporkan pengumpulan dana yang sudah terjadi.

24 Januari 2011
1. N.N Rp 50.000,00
2. Friends Favor Rp 300.000,00
3. Lily Rp 200.000,00
4. Y.S Rp 50.000,00
25 Januari 2011
1. N.N Rp 50.000,00
30 Januari 2011
1. S. K Rp 150.000,00
31 Januari 2011
1. M. T. P Rp 3.000.000,00
2. N.N Rp 100.000,00
1 Februari 2011
1. Far Rp 1.000.000,00
3 Februari 2011
1. Mom & LH Rp 1.250.000,00
4 Februari 2011
1. Jani Rp 100.000,00
Jumlah uang per 5 Februari 2011
Rp 6.250.000,00
6 Februari 2011
Transfer ke teman yang bersangkutan Rp 6.250.000,00
Sisa uang per 6 Februari 2011
Rp 0,00

Pengumpulan dana rencananya akan dilakukan sampai 14 Februari 2011 karena operasi akan dilangsungkan tanggal 15 Februari 2011. Terima kasih banyak atas bantuannya. Tuhan memberkati.

Perkembangan terbaru:
Informasi terakhir yang saya dapat adalah sebagai berikut:
Operasi telah dilangsungkan pada hari ini, Minggu 6 Februari 2011 tadi sore karena ayah teman saya kondisinya sudah menguat untuk dilangsungkan operasi. Percepatan operasi dilakukan selain alasan tersebut, juga karena memang pertimbangan mengurangi biaya rawat inap di rumah sakit dan juga kelihatannya karena doa dari teman-teman semuanya. Doakan supaya pemulihannya cepat agar bisa segera dirawat jalan.

Bukti transfer dan percakapan saya dengan teman sayasaya sertakan dalam halaman ini. Terima kasih banyak atas partisipasi teman-teman semuanya. Bersama-sama kita bisa mengubah suatu situasi sulit. Bersama-sama kita bisa mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Tuhan memberkati.


Berikut ini dokumentasi percakapan saya dengan teman saya. Keterangan: saya (A) sementara teman saya (T):

A (06/02/2011 17:35:48): Gimana sekarang kondisi papa lu?
A (06/02/2011 17:36:15): operasinya lancar?
T (06/02/2011 17:39:41): Sori agak repot jd blom balas
T (06/02/2011 17:39:42): Lancar
T (06/02/2011 17:39:48): Now se proses pemulihan
A (06/02/2011 17:39:52): i see
T (06/02/2011 17:39:53): Jk kuat ne malam balik
T (06/02/2011 17:39:58): Jk ga ya semalam lg
A (06/02/2011 17:39:58): oh gitu
A (06/02/2011 17:40:09): jadi itu sebenernya operasi apa tadi?
T (06/02/2011 17:41:10): Kurangin biaya nginep seminggu
T (06/02/2011 17:41:12): Tp krn banyak yg doain se
T (06/02/2011 17:41:54): Ya soal transfer besok aja. Kan u msh sincia. Gue ga mau ganggu u sbtlnya cm kan ku ud janji kasih kabar
T (06/02/2011 17:42:09): Pengangkatan pembuluh darah se kl ku tangkap. Ku jg ga dikasihtau tp ku curi2 denger
T (06/02/2011 17:42:20): Jd sebelumnya bhkan dikira jantung kyknya tp ga terbukti dgn kondisi tiba2 sehat gini
A (06/02/2011 17:42:25): iya biar bisa dilaporin ke temen2 lain yang nyumbang
T (06/02/2011 17:43:11): Dan ud sangat senang di hr minggu ini walau akhirnya duit ud gue bayar keluar banyak
A (06/02/2011 17:43:19): gpp
A (06/02/2011 17:43:25): duit itu bisa dicari lagi
T (06/02/2011 17:43:28): Ud maju seminggu itu pun di luar dugaan
A (06/02/2011 17:43:31): yup
A (06/02/2011 17:43:41): thank you infonya ya
T (06/02/2011 17:44:02): Gue yg ◦†нªηк’s◦ utk semuanya kl

Dokumentasi bukti transfer dari saya ke rekening teman saya pada hari ini, Minggu 6 Februari 2011 senilai Rp 6.250.000,00.


—-

Lomba Berhadiah

Nah saya ingin menggelar lagi lomba berhadiah. Hadiahnya kali ini memang bukan barang baru, tapi sudah saya pakai (bekas). Jangan kuatir, kondisinya masih sangat baik dan layak pakai. Hadiahnya adalah sebuah Handphone Sony-Ericsson K200i, hadiah lainnya adalah sebuah I-pod Shuffle 1 Gb. Jadi akan ada 2 orang pemenang,

Seperti lomba yang lalu, caranya adalah Anda menuliskan komentar di bawah ini yang menyatakan Anda akan ikut dalam Lomba ini. Setelah itu tolong Anda tuliskan 1 pengalaman yang paling berkesan dalam hidup Anda ketika Anda melakukan suatu perbuatan baik kepada orang lain. Tuliskan serinci mungkin hal yang Anda kerjakan dan reaksi orang lain yang menerima perbuatan baik Anda.

Jika terkumpul cukup banyak tulisan, saya berencana untuk mengirimkan hal tersebut ke penerbit. Tentu saja setelah saya sunting (edit) terlebih dahulu. Saya pun akan menuliskan pengalaman saya di sana. Jika memang diterbitkan, dana yang terkumpul akan saya gunakan untuk membuat lomba berhadiah semacam ini lagi.

Silakan masukkan cerita Anda dengan mengirimkan message ke facebook saya atau dengan mengirimkan email ke erawaty2002@gmail.com. Saya tunggu cerita-cerita Anda sampai maksimal 30 April 2011 pukul 12.00 WIB. Jika Anda belum mengalami pengalaman berkesan tersebut, silakan saja melakukan perbuatan baik dan tulis pengalaman Anda tersebut.

Satu orang boleh mengirimkan sebanyak-banyaknya cerita berkesan yang Anda alami. Ingat: ini adalah cerita nyata yang Anda alami. Jadi tidak boleh cerita fiktif alias cerita rekaan! Siapapun boleh mengirimkan cerita pengalaman berkesannya, tetapi khusus hanya untuk di Indonesia mengingat ongkos kirim hadiahnya akan jauh lebih mahal daripada harga hadiahnya jika ke luar negeri :D.

Setiap tulisan yang masuk akan menjadi hak saya untuk menerbitkan dan menyuntingnya walaupun hak cipta masih ada di tangan penulis masing-masing. Setiap penulis yang mengirimkan karyanya berarti memberikan izin bagi saya untuk menerbitkan, menyunting karyanya, dan jika dari penerbitan karya tersebut mendapatkan keuntungan materi maka akan digunakan untuk mengadakan lomba sejenis ini lagi.

Dua orang pemenang yang saya nilai memiliki pengalaman paling berkesan akan saya umumkan pada tanggal 23 Mei 2011. Pemenang tersebut akan mendapatkan kabar lewat pesan di Facebook atau di alamat emailnya (tergantung saya menerima ceritanya itu dari message facebook atau alamat email) pada tanggal 16 Mei 2011.

Pemilihan pemenang mutlak adalah hak saya dan tidak bisa diganggu gugat. Selamat menulis dan selamat berbuat baik! Saya menunggu kiriman cerita berkesan Anda.

Perkembangan terbaru: setelah saya cek ternyata HP Sony Ericsson K200i yang saya ingin jadikan hadiah dalam lomba ini ternyata di casingnya ada lecet sedikit. Jadi saya pikir, lebih baik saya ganti dengan hadiah yang sejenis, yaitu handphone LG ID3000 A. Demikian pemberitahuan ini saya buat. Sejauh ini sudah ada sejumlah cerita yang dikirimkan ke saya. Harap mengingat syarat lomba adalah cerita berisi perbuatan baik yang pernah dilakukan dan nyata (bukan fiktif atau rekaan).

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: